Mimpi Pinokio
Oleh : TaniaPramayuani
Waktu itu akhir musim gugur saat kelopak bunga yang
takterhitung jumlahnya berguguran tertiup angin seperti menari, sanagat indah
seperti mimpi .SaatEika bertemu dengan seorang malaikat,yaitu seorang manusia
yang menurutnya sangat aneh dan berbedadengan dirinya.
Nora :”Eiik!!!Eiika!!!”
(berlari
dengan nafas tersenggal-senggal dan tubuhnya berderak-derak seperti engsel
tubuhnya mau copot)
Eika :”Ada apa? Molly membuat masalah lagi?”
Nora :(menggeleng kepala)
“Bukan !bukan itu!
Kalau kau tahu kau
pasti akan terkejut .Aku dan Molly…”(berhenti sesaat)
“Maaf tapibisa tolong tarikkan tali
bandulku?”(menunjukkebelakang badan)
Eika :(mencari-cari sebuah tali tipis dengan
ujung bandul berwarna hitam di balik mantel
angsa Nora)”Sudah…”
Nora :”Terimakasih..”
“Di
atas bukit, aku dan Molly..”(berhenti berkata)
“Melihat
seorang manusia”
Eika
:(dengan cepat-cepat segera menutup mulut Nora dengan telapak tangan, karena
tidaki ngin ada orang yang mengetahui tentang hal ini) “Sssttt!!Sssttt!!!!!”
Nora
:(berbisik di sela jemari yang membekap mulutnya) “Kau juga sudah melihatnya?”
Eika :(mengangguk)
Nora :”Kenapa kau tak memberitahuku/”
Eika :”Kau melihatnya dimana?”
Nora
:”Di dekat lubang pohon besar di kaki bukit.Aku kira dia hantu,tapi….mana
mungkin masih ada manusia?kukira mereka Cuma khayalan saja!”
Eika :”Aku juga tidak tahu..”(dalam pikirannya
memikirkan manusia yang pernah dilihatnya.Pertama kali dia melihatnya di bukit
dan saat itu juga, dia memberikan buah apel)
Nora :”Kau percaya yang namanya Benua
Manusia?”
Eika
:(terdiam tanpa jawaban,tapi malah mengingat mitos tentang persahabatan antara
manusia dan manusia kayu yang kini telah berubah menjadi sebuah permusuhan)
Nora :”Kalau aku dulunya tidak
percaya, tapi buktinya kita sudah melihatnya,kan?”
Eika :”Sekarang dimana Molly?”
Nora
:”Eng…,kukira ia juga sama sepertiku,berlari memberitahukannya kepada
teman-teman dan memberitahukannya kepada kepala sekolah”
Eika
:(segera bergegas berlari karena merasa panik) “Oh, tidak! Kita harus segera
mencari Molly.Dia tidak bole menyebarkan berita itu”
Nora :(berlari
mengejar Eika) “Kenapa?”
Eika
:”Karena kita belum tahu apa yang akan terjadi.Selama ini makhluk itu hanya
sekedar mitosbagi para penduduk.Bisa gawat jika mereka dengar berita ini”
Saat Eika dan Nora berlari sampai disebuah gang,
mereka akhirnya bertemu dengan Molly
Eika :”Molly…”
Molly :(menoleh
dengan terkejut saat dipanggil dan tubuh bulat gempalnya jungkir balik ,
terjatuh berderak-derak)
“E..eiika”(meringis
sambil membetulkan tubuhnya)
Eika mengulurkan
tangan membantu Molly) “Maaf kau
terkejut ya?”
Molly :”Taka pa.Oh ya,
kau sudah tahu dari Nora?” (berkata sambil melirik Nora yang pada saat itu
sedang terengah-engah menyusul Eika berlari dari belakang)
Eika :”Aku
juga sudah melihatnya.Tapi kau belum memberitahukannya kepada siapa-siapapun,
kan?”
Molly
:Maaf,Eik kau terlambat.Baru saja aku bertemu dengan Pitt dan Eve di
jalan.Kalau tak bertemu denganmu, aku sudah akan menemui kepala sekolah
kita.Apa kita jelaskan saja pada mereka berdua.Mungkin mereka bias mengerti”
Eika
:”Percuma.Kekek Pitt kan kepala sekolah.Ia pasti sudah memberitahukan hal ini
kepada kakeknya”
Molly:”Belum
tentu.Soalnya aku baru bertemu dengan mereka barusan.Tapi sebenarnya ada apa
sih EIK?Kenapa kita tidak boleh memberitahukannya?”
Nora :”Panjang
ceritanya.Nanti saja kau kujelaskan.Sekarang kau iut aku menemui Eve.Eik temui
Pitt saja.Aku pernah dengar katanya Pitt pernah suka padamu.Mungkin kau bisa
membujuknya.”
Molly :Biar
aku saja yang bicara pada Pitt nanti.dan ohh..(tiba-tiba lonceng dari jam besar
di tengah kota berdentang empat kali)
“Oh,tidak.Sore ini aku sudah janji
pada Mom akan ikut acara varnish keluarga.Aku akan menemui Pitt segera, bye !”
(melambaikan tangannya pada Eika dan Nora)
Eika
:(menatap Nora lalu bertanya)”Darimana kau tahu tentang Pitt?”
Nora :(hanya
terdiam, tanpa jawaban )
“Aku tidak bias menjelaskannya
sekarang, aku akan pergi menemui Eve”(pergi meninggalkan Eika, namun dari sorot
matanya terlihat kekecewaan)
Sore itu Eika mengintip lagi ke kaki bukit
tempat manusia itu berada yang bagi Eika itu nerupakan seorang malaikat.
Eika
:(menatap tanpa berkedip ) “Benar-benar makhluk yang luar biasa “
Rian :”Siapa
disana?”(dengan terus berjalan maju dan akhirnyapun menemukan Eikas edang meringkuk di bawah pohon)
“Kau siapa?”(menatap sekeranjang
apel yang dibawa Eika)
Eika :”A…aku
Eik,Eika.Kau siapa?”
Rian :”Aku
Rian.Ini dimana?kenapa semuanya berpenampilan seperti dirimu?”
Eika :”Iki
negeri boneka kayu.Kenana kau sampai berada disini?apa kau berasal dari Benua
Manusia?”
Rian :(
berjalan menuju rerumputan dan duduk di situ lalu menatap Eika dengan sendu)
“Aku juga tidak tahu kenapa samapai bias ada disini.Aku tak ingat
semuanya.Hanya namakulah yang aku ingat.Dan apa itu Benua Manusia?”
Eika :(dengan
gelapan mencoba untuk berani berkata ) “Ma..maaf.A..aku mengagumimu.Dari dulu
aku mengagumi cerita tentang manusia.”
Rian
:(tertawa kecil)
“Terimakasih, kau membuatku merasa
nyaman”
Eika :”Kau
mau ke rumahku? Musim dingin sudah tiba.Kau bias kedinginan disini.”
Rian :”Aku tidak
tahu.Yang aku inginkan sekarang adalah menemukan asal-usulku secepatnya”
Eika :”Kalau
begitu kau bisa tinggal sementara di rumahku sambil mencari asal-usulmu.Kau
bisa mati kedinginan disini” (menarik tangan Rian dan mengajaknya ke rumahnya)
Tiba-tiba serombongan orang datang kea rah bukit
Pitt
:(menatap Eika dan Rian dengan ketidaksukaan0
“Eil, kenapa kau disini?kenapa kau
bisa bersama dengan makhluk itu?”
Eika :” Pi,Pitt…Nora?” (terkejut karena melihat Pitt
dan Nora berada dalam rombongan itu )
Nora :”Eik,
maafkan aku”
Kepala
Sekolah :”Kembali Eik, kau tak boleh dekat-dekat dengan makhluk itu.Ayo!”
Pitt
:(menarik tangan Eika hingga terpisah dengan Rian.Rianpun juga pergi ke bukit
dan Eika pulang)
Keesokan harinya….
Molly :”Eik,
kau mau kemana?”
Eika :”Aku
mau ke bukit melihat manusia itu”
Molly :”Kau
sudah dieringati kepala sekolah supaya tidak kesana lagi.Aku akui, aku menyesal
karena kemarin aku tidak bisa mencegah Pitt dan Nora.Manusia itu
berbahaya.Kepala sekolah bilang bahwa mereka yang telah merusak dunia kita”
Eika
:”Apa?tidak mugkin Rian berbahaya.”
Molly :”Dulu
awalnya kita semua bersahabat.Tapi karena manusia serakah dan hidup egois
jadinya kita sekarang hidup terpisah”
Eika:”Itu
tidak benar.Rian tidak seperti itu.Aku akan pergi menemuinya.” (berlari keara
bukit )
Molly :”Eika,
kembali! Hari ini aka nada badai salju.Eika!!!!”
Badai salju benar terjadi.Eika tetapmencari Rian
tetapi tidak juga menemukannya.Akhirnya Eikapun pingsan.
Rian :”Eik,
kau tak apa-apa?”
Eika
:(membuka mata perlahan-lahan) “Rian…kau?? Ini dimana?”
Rian :” Ini duniaku.Dunia kita dihubunngkan oleh lorong
di bawah akar tempatmu melihaku dulu.Ternyata waktu itu aku tersesat dan
terjerumus ke dalam lubang lalu terbanting ke bukit sehingga ingatanku
hilang.Terimakasih kau telah menolongku waktu itu.Aku akan selalu mengingatmu.”
Eika :”Apa
maksudmu?apa kau akan pergi? Kenapa?”
Rian
:(menggelengkan kepala)
“Apa kau sudah tahu tentang sejarah peperangan bangsa kita dulu? Waktu itu
kami benar-benar menyesali leluhur kami dan kami mencoba untuk mencari tempat
baru untuk hidup baru dan di lembah inilah kami hidup sekarang”
Eika :”Tapi
aku ingin terus bersamamu dan terus menjadi temanmu?” (berkata dengan
meneteskan air mata)
Rian :”Mungkin
sekarang tidak bisa.Tapi suatu saat nanti jika bangsa kitasudah damai, aku akan
kembali.Selamat tinggal.Terimakasih”(matanya berair dan sendu)
Setelah itu Eika mengalami hilang ingatan,
karena tubuhnya terpental membentur batu.
Setahun
kemudian setelah kejadian tersebut……
Molly
:”E…eikaa!!! Kau mau kemana? Bukankah sekarang ini adalah jadwal vernishmu?”
Eika :”Aku
ingin melihat bunga musim gugur di bukit “
Molly :( raut
wajanya menjadi murung )
Eika :”Kau
mencemaskanku karna aku tersesat waktu badai salju setahun yang lalu, kan?
Tenang saja aku tak apa-apa”
Eikapun terus
berlari menuju bukit.Entah apa yang Eika pikirkan, Eika selalu merasa bahwa ia
harus pergi ke bukit.Eika merasa ada seseorang yang menunggunya di tempat
tersebut, walaupun seperti ada yang ditutupi teman-temannya tentang dirinya,
tapi Eika tak peduli dengan hal tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar