PSIKOLOGI AGAMA
© Dalam psikologi ada beberapa aliran yang digunakan untuk
mendeskripsikan psikologi, diantaranya adalah psikoanalisa, behavioristik dan
humanistik. Secara singkatnya psikoanalisa merupakan diskripsi psikologi
seseorang karena adanya faktor bawaan, dari nenek moyang. Sedangkan
behavioristik dikarenakan pengaruh oleh lingkungan dan humanistik merupakan
hasil dari olahan pikiran manusia sendiri. Secara jelasnya tujuan dari
mempelajari psikologi agama adalah bagaimana ajaran agaman dapat mempengaruhi
seseorang dalam berekspresi, berpikir dan bersikap. Dalam hal ini, kedepannya
akan ada dua hal yang dibahas, yaitu mengenai kesadaran beragama dan pengalaman
beragama.
© Kali pertama adanya study psikologi agama lahir dari kaum katholik
(William James)
© Usia anak antara 0-12 tahun mengalami tahap yaitu : sensor
motorik---bahasa—bicara—ide
Usia remaja dimulai dari usia 13
tahun
© Peristiea konversi merupakan peristiwa perubahan agama. Ada dua
macam konversi yaitu:
Internal: tetap dalam satu agama tapi
berubah madzab
Eksternal: keuar dari agama awal
(ada perubahan konsep berpikir)
Group: satu orang mempengaruhi
banyak orang dalam memilih agama
© Beberapa hal yang menyebabkan seorang anak beragama yaitu:
1.
egosentris
2.
ritualistik
3.
lingkungannya
sedangkan remaja dalam beragama banyak dipengaruhi oleh pengalam
dan interaksinya
A.
aliran dalam psikologi agama
PSIKOANALISA
Psikoanalisa merupakan peletak pertama psikologi tentang agama
(1856-1939). Antara psikologi dan psikiater mempunyai perbedaan. Psikiater memperoleh
ilmunya dari kedokteran jiwa. Sedangkan psikolog memperoleh ilmunya dari
pelajaran psikologi. Seorang psikolog tidak menempuh pendidikan kedokteran. Dia
hanya menempuh pendidikan psikologi saja.
Beberapa tokoh dala psikoanalisa yaitu :
1.
sigmud Freud (1856-1939)
© sigmud freud adalah salah satu tokoh yang terkenal dalam
psikoanalisa. Kata kunci dalam teorinya adalah “tidak sadar”. Pada mulanya dia
adalah seorang dokter. Kemudian pasiannya tersebut banyak yang megalami
histeria. Kemudian dia mengembangkan teori katarsis, yaitu teori yang dapat
membantu mengungkapkan hal yang terpendam dalam diri seseorang.
©
Freud
terkenal dengan teorinya “odipus complekks” dan “father image”. Menurut teori
odipus compleks ini sesuai denga crita dari odipus, yang membunuh ayahnya hanya
untuk menikahi ibunya. Kemudian setelah itu timbullah rasa penyesalan dari
odipus. Odipus disini dianggap sebagai seorang laki-laki. Sedangkan
seorang perempuan disebut dengan elektra. Sedangkan father image
merupakan teori yang menjadikan seorang ayah sebagai patokan dalam beragama
jadi seorang beragama tergantun dari ayahnya.
©
Kesimpulannya
dalam teori yang dikemukakan freud adalah:
1. Perbuatan agama tampak karena adanya motivasi
2. Tindakan manusia yang dilakukan sekarang ada sangkut pautnya dengan
tindakan yang dilakukan di masa lalu.
3. Orang yang beragama dianggap opsesif komplusif (dilakukan secara
berulang-ulang)
4. Agama merupakan representasi sikap kekank-kanakan (invantilisme)
2.
Carl Gustav Jung ( 1875-1961)
© Kunci dari teorinya adalah kata “tidak disadari”. Dia menjelaskan
bahwa perilaku manusia dijelaskan dari sesuatu yang tidak disadari.
© Ketidaksadaran kolektif berasal dari pengalaman nenek moyang yang
diwariskan dengan ritual-ritual dan lambang-lambang.
© Arketip: lambang atau pola yang mengandung unsur suci dan tidak
disadari. Biasanya berbentuk simbol tuhan
3.
Eric From (psikoanalisa generas lll)
© Lebih menekankan antara psikoanalisa dan humanistik
© Tidak ada orang yang tanpa kebutuhan keagamaan, pengarahan dan
pemujaan
© Terdapat agama otoriter, yaitu agama yang penuh dengan pengawasan
(kalvinis)
© Agama humanitarian, yaitu ahama yang ada Tuham, tapi tidak
mengekang (budism/talish)
4.
Eric Ericson (1913)
Menurut Eric Ericson perkembangan
manusia ada 8 tahapan yang krusial dalam menghadapi dua hal untuk memperoleh
vircu (keutamaan), yaitu:
1.
Tahapan
oral = tahapan bayi
ü Untuk mempercayai
ü Tidak mempercayai
Vircu: harapan
2.
Tahapan
anal = usia paud
ü Pengalaman otonomi
ü Pengalaman malu
Vircu: kekuatan
3.
Masa
genital = usia TK
ü Mempu menemukan inisiatif
ü Mempunyai rasa bersalah
Vircu:kehendak
4.
Tahap
laten = usia sekolah
ü Usaha
ü Rasa rendah diri
Vircu:
kemampuan
5.
Remaja
ü Identitas diri
ü Kekacauan perang
Vircu: kesetian
6.
Adolsen
= peralihan
ü Intimasi
ü Isolasi
Vircu: cinta
7.
Dewasa
ü Generativitas
ü Stagnasi
Vircu:perhatian
8.
Tua
ü Integritas
ü Putus asa
Vircu:
kebijaksanaan
© Kelemahan psikoanalisa
ü Tidak semua perilaku terjadi
di masa lalu
ü Lebih menekankan pada ketidaksadaran dan agama ardi saja
© Kelebihan psikoanalisa
ü Menjembatani antara psikologi dan agama
ü Memaparkan sesuatu yang terpendam
ü Manusia memiliki dorongan untuk beragama
BEHAVIORISTIK
© Perilaku beragama seseorang dipengaruhi oleh lingkungannya. Ivan
Pavlov membagi menjadi dua, yaitu:
1.
Clasical
conditioning
2.
Pasif
©
Sedangkan
menurut Skinner terjadinya perubahan karena adanya rangsangan kemudian baru ada
respon (S-R).
©
Kesadaran
ditolak sebagai perilaku karena aliran psikoanalisa lebih mengedepankan
kesadaran
©
Dari
aliran ini memuculkan kali pertama alat ukur psikologi
©
Menurur
aliran ini psikologi dapat diukur melalui perilaku dengan: diobservasi,
diamati, dan diukur. Aliran ini mengedepankan eksperimen dan dat statistik
©
William
Sargam mencoba mengkaji seseorang beragama dengan teori Palviv dan akhirnya
menimbulkan trans marginal stimulus kemudian menimbulkan trans marginal inhibition.
Trans:
tidak sadar/melayang
Dia
menjelaskan teori pertobatan karena adanya stimulus
83%
perilaku seseorang dipengaruhi oleh apa yang dia lihat
11%
dari apa yang didenngar
©
Ada
tiga tahapan dalam behavioristik, yaitu:
1.
Ekuivalen
2.
Paradoksional
3.
Ultraparadoksional
©
Kelemahan
aliran ini:
1.
Terlalu
mengeneralisasikan perilaku
2.
Manusia
pasif, tidak punya inisiatif
3.
Bertindak
sesuai lingkungan
4.
Bertindak
demi penghargaan
5.
Segala
masalah dapat diselesaikan dengan uji coba
© Aliran ini berkontribusi pada agama yaitu pada data yang
dimunculkan, adanya pertobatan dan kesholehan
HUMANISTIK
© Tokoh dalam aliran ini adalah James. Menurutnya pengalaman
keagamaan tidak dapat diukur. Pengalaman agama bersifat individu personal.
Untuk mengetahui pengalaman seseorang, seseorang harus meneliti orang tersebut,
membaca tulisan, wawancara dan tidak bisa dilihat dari ketidaksedihan dan
dilihat dari ukuran
©
Ciri-ciri
pengalaman beragama seseorang, yaitu:
1.
Personal
2.
Emosi
3.
Beraneka
ragam
Dalam pendekatannya digunakan pendekatan subjektif
© Untuk mengetahui pengalaman seseorang melalui kesadaran seseorang
itu sendiri
© Menurut Mas Low ada beberapa kebutuhan, yaitu:
1.
Kebutuhan
asli: makan, minum, dll
2.
Kebutuhan
rasa aman
3.
Kebutuhan
kasih sayang
4.
Kebutuhan
penghormatan
5.
Kebutuhan
aktualisasi diri (realisasi potensi diri)
a.
progres = memilih maju untuk menyelesaikan masalah
b.
regress = memilih untuk tetap tinggal (bertahan), mengalah
-kesadaran diri
-terbuka, humoris
-tidak bergantung pada orang lain
-spontan
-tidak mengalami ketegangan
© Setiap manusia mempunyai potensi yang harus dikembangkan
© Kekurang teori Mas Low:
1.
Ketika
ada kehidupan, disitu juga pasti ada kebutuhan lima hal tersebut dan hal
tersebut menunjukkan aktualisasi kehidupan
2.
Ketika
kita mempelajari pengalaman beragama, kita harus mengkombinasi antara aliran
psikoanalisa, behavioristik dan humanistik
0 komentar:
Posting Komentar