Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

1/02/2016

Tagged Under:

Sehat

By: Catatan Tania P On: 03.57
  • Share The Gag
  • Sehat, Pentingkah......?????
    oleh Tania Pramayuani
    (terinspirasi usai melihat keadaan rumah sakit)
    Sebelum mendefinisikan tentang arti dari sehat, coba sekarang kita tengok orang-orang yang sekarang terbarinng lemah di rumah sakit. Untuk makan pun tidak enak rasanya. Berjalan tidak kuat. Untuk buang air kecil atau buang air besar tidak bisa berjalan sendiri ke kamar mandi. Setiap hari, mereka harus merasakan perihnya jarum infus dan jarum suntik. Sedangkan bagi mereka yang sehat, keadaan berbanding terbalik dengan mereka yang sakit. Makan, berjalan dan aktivitas lain dapat mereka laukukan sendiri. Semuanya gratis. Berbeda dengan mereka yang terbaring di rumah sakit, mereka sudah mengalami sakitnya jarum infus, mereka juga harus kehilangan biaya untuk berobat. Dari kedua keadaan tersebut, apa yang harus kita lakukan??
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sehat didefinisikan suatu keadaan baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dari sakit), waras. Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa sehat itu erat kaitannya dengan fisik manusia. Tidak menutup kemungkinan juga sehat berkaitan dengan rohani manusia. Karena ada sebuah istilah mensana in cor poresana yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Untuk memancarkan sebuah kesehatan itu diperlukan suatu usaha. Usaha bisa dari dalam maupun dari luar. Dari dalam (rohani), kita dapat mencoba usaha dengan cara membersihkan hati dari peneyakit hati. Sebisa mungkin melakukan suatu hal yang menyenangkan untuk membuat hati senang. Sedangkan dari kesehatn fisik, kita dapat melakukan cara dengan berolah raga teratur, mengatur waktu agar tidak capek, usahan tidur cukup dan jangan memaksakan diri jika badan sudah tidak kuat untuk beraktifitas. Biar bagaimanapun, kesehatan itu lebih utama daripada apapun. Seperti salah satu hadis yang maksudnya kesehatan akan terasa jika seorang sudah diuji dengan sakit. Lantas apakah kita harus menunggu sakit untuk merasakan nikmat sehat itu?
    Antara sehat rohani dan sehat fisik itu saling berhubungan. Dari sini yang lebih dominan adalah sehat rohani. Jika rohani sehat, maka dengan sendirinya akan terpancar keluar menjadi sehat fisik. Misal, seorang yang mempunyai suatu penyakit tertentu, setiap hari minum obat. Pada suatu saat, dia mengalami sesuatu yang menyenangkan bagi hidupnya seperti menemukan kekasihnya. Hatinya merasa senang. Nah, karena hatinya selalu merasa senang, orang tersebut tidak mengkonsumsi obat setiap hari. Dari sini dapat kita ketahui, bahwa dengan sehatnya rohani kita, maka penyakit jasmani pun akan hilang. Oleh karena itu, mulailah untuk membersihkan hati untuk menjaga kesehatan rohani.
    Kesehatan jasmani sendiri belum tentu mempengaruhi kesehatan rohani. Jika fisik/jasmani sehat, belum tentu rohani kita itu sehat. Misal, seorang yang kuat secara fisiknya, seperti olahragawan, mereka jelas mempunyai kesehatan jasmani yang optimal, tapi belum tentu dengan optimalnya kesehatn jasmaninya, mereka tidak akan merasakan sakit rohani. Mereka pasti sering merasakan yang namanya sakit hati, pikiran stress dan lain-lain.
    Dari beberapa pejelasan di atas, walaupun antara sehat rohani dan jasmani itu saling berhubungan dan sehat rohani mendominasi relasi tersebut, kita harus tetap menjaga kesehatan jasmani. Keduanya harus seimbang. Keseimbangan antara keduanya akan melahirkan sebuah energi positif bagi hidup kita. Jangan menunggu sakit untuk menyadari nikmat kesehatan itu. Tapi selalu ingatlah bahwa sehat itu adalah suatu nikmat yang perlu disyukuri. Dan jika sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan, namun sakit tetap menimpa, maka jangan pernah juga menyalahkan takdir, karena sesungguhnya sakit itu akan menghapuskan semua dosa-dosa yang telah lalu.

    0 komentar:

    Posting Komentar