Tarian dan Budaya
Samin adalah pemuda penyemir sepatu yang kuliah di kota. Sebagai pengembangan diri, dia mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) kesenian. Suatu hari, ada lomba tarian yang digelar di provinsi. Samin terpilih untuk mewakili kampusnya dengan menampilkan sebuah tarian tradisional dari desanya. Radit, salah satu teman Samin di UKM kesenian tidak senang dengan terpilihnya Samin. Dia menilai tarian Samin terlalu kampungan dan lebih menyukai tariannya yang modern. Dia mencari cara agar Samin tidak jadi mengikuti lomba. Pemuda kota itu, mencampurkan lem di semir sepatu Samin. Saat Samin bekerja, pelanggannya mengeluh karena sepatunya menjadi lengket dan rusak. Pelanggannya minta ganti rugi. Samin sadar bahwa sepatu itu harganya mahal dan hal ini menyebabkannya untuk mencari kerja tambahan sebagai buruh di pasar untuk mengganti rugi sepatu itu. Karena kesibukannya bertambah, Samin mengundurkan diri dari lomba. Radit pun menggantikan Samin. Seminggu sebelum lomba dimulai, Radit mengalami cidera di kaki saat latihan dam menyebabkannya tidak bisa berjalan. Samin melihat hal itu dan dia mengurut kaki Radit hingga Radit bisa berjalan. Radit terharu dan merasa bersalah. Dia mengakui kecurangannya pada Samin di depan semua teman-temannya di UKM kesenian. Ternyata Samin tidak marah, dia malah mensuport Radit untuk terus maju di lomba itu. Semua teman-teman Samin kasihan pada Samin dan membantunya untuk membayar ganti rugi. Hutang Samin pun lunas. Atas kesepakan forum, akhirnya Samin dan Raditlah yang dikirim untuk mewakili kampus. Mereka berdua saling bekerjasama memadukan tarian tradisional dengan tarian modern. Mereka menjadi sahabat. (Tania)
0 komentar:
Posting Komentar