Peserta Membludak, Acara Tetap Lancar
| antusias. Peserta memperhatikan materi broadcasting |
Tulungagung-Komunitas Mahasiswa Jurusan (KMJ), Komunikasi dan Penyiaran Islam
(KPI), Institut Agama Islam Negeri Tulungagung
mengadakan Seminar dan Loka Karya (semiloka) di Aula Rektorat Lantai 3
pada Sabtu (2/4), kemarin. Kegiatan tersebut diikuti oleh 118 peserta yang
terdiri dari siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa. Kuota yang yang
disediakan oleh panitia adalah 100 peserta. Namun, perserta yang mendaftar
melebihi batas kuota.
Peserta
semiloka mulai berdatangan sejak pukul 7 pagi dan tampak memadati ruangan. Pada
pukul 8 pagi, acara dibuka dengan dipandu oleh pembawa acara, Shofura Maulida
Rahma dan Maulida Amalia Nastiti. Selain
itu, acara dihadiri oleh Kepala Jurusan KPI, Dr. H. Nur khalis, S.Ag., M.Pd,
wakil dekan III Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD), Dr. Teguh, M.Ag, Dan
Dekan FUAD, Dr. H.Abad Badruzaman Lc., M.Ag. Acara pembukaan berlangsung dengan
khitmad, apalagi saat Aulia, mulai melantuntan bacaan Al Qur’an. Walau ada
beberapa kesalahan dalam pilihan ayat yang dibacakan, tak menyurutkan antusias
peserta dalam mengikuti acara semiloka. “Seharusnya yang dibacakan bukan surat
Al Anfal. Karena Al Anfal sendiri artinya adalah perang. Seharusnya yang dibaca
adalah yang berkaitan dengan tema acara” kata Dekan FUAD dalam sambutannya. Rangkaian
acara pembukaan berikutnya adalah menyanyikan lagu Indonesia raya dan
dilanjutkan dengan sambutan dari kajur KPI, Wakil dekan III FUAD dan Dekan
FUAD.
Acara
pembukaan selesai pada 9 pagi dan dilajutkan dengan acara inti. Acara yang
mengangkat tema Kreatifitas Media Massa dalam Membangun Paradigma Kritis
Masyarakat adalah acara terbesar kali pertama yang diadakan oleh KMJ KPI.
Target dari acara yang selesai sampai pukul 4 sore itu adalah menghasilkan
sikap kritis untuk menjadikan media massa dan film pendek sebagai media yang
dapat meningkatkan kebaikan bagi masyarakat secara lebih luas. Acara ini
mendatangkan dua pemateri, pemateri broadcasting, Galih Ahmad, manejer fath
Production Tulungagung dan pemateri Jurnalis, Edy Saputra, Pemimpin Redaksi
Harian Pelita Jakarta. Materi yang kali pertama adalah materi broadcasting.
Materi yang disampaikan mengarah pada cara pengambilan gambar yang bagus saat
membuat sebuah film. Selain itu Galih juga mengatakan bahwa dalam pengambilan
sebuah gambar dapat dimulai dari hal yang sederhana, misal dapat menggunakan
kamera handphone. “Membuat film itu tidak sulit. Saat membuat film ini, obyek
saya ambil dari lingkungan sekitar rumah saya pada tahun 2006” tambah Galih
saat memutarkan contoh film sederhana. Ia juga menjelaskan bahwa dunia audio
visual sangatlah luas. Cangkupan luasnya ada yang untuk konsumsi pribadi atau
untuk konsumsi publik. “Sekarang tidak perlu payah dalam menggambarkan apa yang
kita inginkan” jlentrehnya. Hal senada juga dijelaskan oleh pemateri jurnalis,
Edi Saputra. Dia mengatakan bahwa untuk menjadi jurnalis terlebih dulu harus
suka menulis, “cukup tiga kata yang perlu dikuasai, yaitu menulis, menulis dan
menulis” ungkapnya.
Kendati
jumlah peserta melebihi batas kuota,
ternyata tak membuat suasana menjadi tidak kondusif. Hal ini dapat dilihat pada
saat sesi tanya jawab. Peserta banyak yang mengajukan pertanyaan pada pemateri
dan ruangan masih terkondisi. Lintang, salah satu peserta dari IAIN Tulungagung
mengungkapkan bahwa dia cukup senang mengikuti acara semiloka dan seumpama ada
acara berikutnya, Ia ingin mengikuti lagi. Antusias terbesar dalam mengikuti
acara ini terlihat juga dengan kekompakan satu kelas dari jurusan Tadris Bahasa
Indonesia. Jumlah satu kelas ada 38 dan yang ikut semiloka ada 31. “kelasku
ikut bukan karena terpaksa. Memang awalnya karena rekomendasi dari kajur. Namun,
pada akhirnya kami antusias mengikuti acara ini” jelas Rini, salah satu peserta
dari Tadris Bahasa Indonesia. Ayu. Peserta dari SMKN 1 Pogalan mengungkapkan
bahwa alasannya mengikuti acara ini adalah untuk mencari pengalaman berkaitan
dengan jurnalis. “Sekolah kami yang ikut ada 16 anak. Dan kebetulan kami semua
adalah tim Jurnalis di sekolah kami” jelasnya.
Kembludakan
peserta yang terjadi sempat membuat panitia kebingungan. Hal
ini terjadi dikarenakan pada saat hari pelaksanaan acara masih ada peserta yang
belum registrasi ulang dan ada perserta lain yang belum mendaftar. Hal semacam
ini akan mengganggu stabilitas acara berlangsung. Pasalnya jika tidak ada
persiapan sebelumnya, akan sulit mengatasi hal demikian. Namun, hal semacam ini
tak terlalu dipermasalahkan oleh panitia. Mega salah satu panitia mengatakan
bahwa dengan banyaknya jumlah perserta berarti menunjukkan bahwa acara yang
diadakan telah sukses dan dapat berjalan dengan lancar. Salah satu pemateri,
Galih mengatakan bahwa anak KPI telah
membuat kreativitas di bidang jurnalis dan Ia sangat mengapresiasi hal itu. Edi
juga menambahkan bahwa acara semiloka perlu diadakan lagi. “Kalau bisa setahun
sekali diadakan dan teruslah aktif anak KPI” tuturnya.