Tetap Menang Walau Sempat Tertinggal
Tulungagung-IAIN Surakarta
berhasil merebut juara satu tunggal putri dalam pertandingan bulu tangkis
PORSENI JAWA MADURA IV yang diadakan di GOR Sembung. Isni menang dengan score
21-17, 21-14 melawan Ranie, pemain dari UIN Maliki Malang. Isni mengatakan
bahwa apa yang dia dapatkan hari itu, Rabu (04/5) adalah berkat dukungan dari
semua teman-temannya, selain itu jauh-jauh hari menjelang hari diadakannya
pertandingan ini, Isni selalu latihan setiap hari selama tiga bulan.
Teman-teman dari universitasnya juga memberikan dukungan penuh pada Isni. Hal
ini dapat dilihat dari kemeriahan suporter dari IAIN Surakarta. Sebenarnya Isni
sedikit terganggu dengan kemeriahan itu karena tidak fokus, tapi dia mampu menguasai lapangan. “Sebenarnya Saya jadi
kurang fokus dalam bermain karena teriakan-teriakan itu dalam pertandingan.
Tapi akhirnya saya mengembalikan pada diri saya sendiri dan segera menguasai
lapangan. Set pertama saya sempat tertinggal, tapi akhirnya semua kembali
normal lagi” jelasnya.
Kendati pertandingan sempat menegangkan dan sempat terjadi
ketertinggalan score, gadis yang berkulit putih itu mengatakan bahwa
dirinya berjuang keras untuk memulihkan score. Dukungan dari
teman-temanya yang menyemangati juga salah satu alasan untuk menang. Gadis yang
berkerudung motif ungu itu juga mengatakan bahwa ini adalah kali pertama dia
mengikuti PORSENI. Sebelumnya, gadis yang duduk di Semester empat, jurusan
Bahasa Inggris ini pernah mengikuti lomba olahraga cabang bulu tangkis pada
acara pionir, tahun lalu di Palu dan berhasil menggondol medali perak. Dia
menang dalam kategori tunggal putri.
Tahun depan akan diselenggarakan pionir di Aceh. Namun dia belum
mengetahui akan mengikuti PORSENI mendatang atau tidak, “Saya ingin fokus pada
kuliah saya dan ingin cepat lulus. Jadi saya belum tahu jika diadakan porseni
lagi saya akan ikut apa tidak” ungkapnya.
Dalam menerima fasilitas dari IAIN Tulungagung, gadis yang juga
menjadi juara kedua ganda putri dalam PORSENI ini tak mendapat masalah dalam
fasilitass perlombaan. Gedung yang digunakan untuk lomba juga sudah cukup
bagus. Hal senada juga diucapakan oleh Reski, pemenang ganda putra dari UIN SGD
Bandung, “Gedungnya sudah oke dan pengaturan ketepatan waktunya sangat teratur”
ungkapnya. Namun, Isni sendiri membantah bahwa tidak ada masalah dengan waktu,
“Saya rasa waktunya untuk istirahat kurang lama” katanya. Walau ada beberapa
masalah berkaitan dengan waktu, hal ini tidak membuat Ismi kalah dalam pertandingan
bulu tangkis. Dia pulang dengan membawa trophy dan medali emas. (KPIteam)