Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

5/16/2016

Tagged Under:

NEWS

By: Catatan Tania P On: 21.23
  • Share The Gag


  • UIN SGD Bandung Borong Empat Piala



    Tulungagung-Acara final dalam pertandingan bulu tangkis PORSENI IV di GOR Sembung berlangsung lebih meriah daripada pertandingan seperempat final kemarin (03/5). Kontigen dari UIN SGD Bandung, pada Rabu (04/5) mendominasi perolehan juara dalam pertandigan bulu tangkis. Mereka memborong empat piala, dua medali emas dan dua medali perak dengan empat macam kategori lomba. Hal ini sempat tak diduga oleh pihak pemain UIN SGD Bandung. Pasalnya, mereka hanya menargetkan mampu memperoleh dua piala. Namun mereka dapat pulang dengan membawa empat piala, “Hal ini memang tidak dikira, Alhamdulillah apa yang kami peroleh melebihi target kami” kata Reski, salah satu pemain ganda putra dari UIN SGD Bandung.
    Riyadi, juara satu dari kategori tunggal putra mengungkapkan bahwa dia merasa senang bisa menjadi juara satu dalam perlombaan bulu tangkis ini. Hal serupa juga diungkapkan oleh Isni, pemenang juara satu tunggal putri dari IAIN Surakarta ,“Senang sih pasti dan salah satu stategi mempersiapkannya adalah sering latihan” katanya. Setelah isni, juara kedua tunggal putri adalah Ranie dari UIN Maliki Malang dan juara ketiga oleh Fathiana UIN SGD Bandung. Sedangkan dalam kategori tunggal putra, juara dua diraih oleh M. Riski Rivaldi dari STAIN Kediri dan juara tiga diraih oleh Eranto dari IAIN SMH Banten. Di kategori ganda putra juara satu dimenangkan oleh pasangan Indra dan Ali Murtadhlo dari UIN SA Surabaya. Juara dua oleh pasangan Reski dan Riyadi dari UIN SGD Bandung, serta juara tiga dimenangkan oleh Dimas Firdow dan Isna dari IAIN Tulungagung. Di kategori ganda putri, juara satu dimenangkan oleh pasangan Fathia dan Inda dari UIN SGD Bandung, Juara dua oleh Isni dan Sevia dari IAIN Surakarta, serta juara tiga dimenangkan oleh pasangan Cindi Indasari dan Ranie dari UIN Maliki Malang. Cindi, salah satu pemain ganda putri dari UIN Maliki Malang mengatakan bahwa pertandingan semakin lama makin seru dan ketat. Apalagi pada saat kali terakhir yang bermain tinggal ganda putra dari UIN SA Surabaya dan UIN SGD Bandung. “Mereka bermain dengan santai dan permainannya terlihat tanpa beban” tambahnya. Reski, pemain ganda putra UIN SGD Bandung membenarkan hal ini. “Permainan yang terakhir kali tadi cukup seru. Ada kesan tersendiri dan walaupun kami menjadi juara dua tapi rasa keakraban dengan tim lawan itu sangat kental” tuturnya.
    Kemenangan yang diperoleh oleh UIN SGD Bandung tak lepas dari kerja keras tim. Mereka melakukan latihan sudah tiga bulan menjelang hari perlombaan ini. Selain itu disela-sela banyaknya tugas kuliah, mereka tetap menyempatkan diri untuk latihan. Tidak banyak kekhawatiran yang mereka alami. Pasalnya, mereka merasa nyaman dan mereka mengacungi jempol fasilitas yang disediakan oleh panitia dan pihak IAIN Tulungagung. Pemenang ganda putra dari UIN SDD Bandung mengungkapkan bahwa dalam pengaturan waktu sangat tepat dan tidak molor. Saprol, salah satu tim PMI yang bertugas di GOR Sembung juga mengatakan bahwa selama acara berlangsung masalah-masalah yang terjadi sebatas kesehatan pemain yang berupa gangguan kram pada kakinya. (KPIteam)

    0 komentar:

    Posting Komentar