Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

5/16/2016

Tagged Under:

NEWS

By: Catatan Tania P On: 18.54
  • Share The Gag


  • Sempat Mengkhawatirkan, Akhirnya Unggul Lagi


    Tulungagung-Pasangan ganda putra dan putri dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung berhasil lolos ke babak semifinal yang akan dilakasanakan pada Rabu (04/5) di GOR Sembung. Acara semifinal akan dimulai pukul 8 wib. Sedangkan acara seperempat final yang berlangsung pada Selasa (03/5) diikuti oleh delapan kontigen dari Perguruan Tinggi Negeri dan tersisa empat kontigen yang berhasil lolos menuju babak semifinal. Dari tunggal putra yang berhasil lolos adalah IAIN Kudus, UIN SGD Bandung, IAIN SMH Banten, STAIN Kediri. Dari tunggal Putri yaitu IAIN Surakarta, UIN SGD Bandung, UIN Maliki Malang dan UIN Walisongo Semarang. Dalam kategori ganda putra ada IAIN Purwokerto, UIN Sa Surabaya, UIN SGD Bandung dan IAIN Tulungagung. Di ganda putri ada IAIN Tulungagung, IAIN Surakarta, UIN SGD Bandung dan UIN Maliki Malang.
    Persaingan dalam babak seperempat final lebih berat daripada tahap penyisihan di awal tadi. Dimas, salah satu peserta ganda putra dari IAIN Tulungagung mengatakan bahwa dia cukup kewalahan menghadapi musuh di babak seperempat final ini. “Pada tahap penyisihan tadi, tim kami masih bisa menguasai lapangan dan bisa menebak strategi dari tim lawan. Tapi pada tahap seperempat final ini cukup sulit dan perlu koordinasi khusus” jelasnya. Hal senada juga diucapkan oleh Isna, pasangan bermain Dimas dalam ganda putra. Dia juga mengatakan bahwa tim lawan, UIN Walisongo Semarang, oleh pasangan ganda Ibrahim dan Reza Muamal, kali ini cukup sulit. Walau demikian timnya masih unggul dengan score 21-10, 21-17 dan berhasil lolos ke babak semifinal.
    Keberhasilan lolos ke babak semifinal tidak lepas dari kerjasama antar anggota tim. Selain ada faktor keberuntungan yang menyertai, usaha keras tim juga andil dalam hal ini. Dimas, mahasiswa semester empat dari jurusan PAI mengungkapkan bahwa persiapan yang dilakukan oleh timnya sudah tiga bulan menjelang perlombaan. Pada tahap kedua sempat menghawatirkan karena sering terjadinya offset. Namun hal ini dapat segera diatasi dan score kembali normal.
    Kendati pertandingan cukup ketat dan menguras banyak tenaga, tetap tidak mengalahkan semangat peserta POSENI dari IAIN Tulungagung yang mayoritas diwakili oleh pemain baru. Isna Putra, mahasiswa semester dua dari jurusan Tadris Matematika adalah rekruitmen baru dalam Bakat Minat dan dia mampu membuktikan bahwa dia bisa maju ke babak semifinal walaupun masih baru. Tak hanya isna saja, pasangan ganda putri dari IAIN Tulungagung, Kunhiyatun dan Laili, yang lolos ke babak semifinal juga merupakan pemain baru. “Dalam menentukan keberhasilan itu yang terpenting adalah komunikasi antar anggota tim, apalagi dalam kategori ganda seperti ini sangat diperlukan. Masalah kemampuan saya pikir tidak ada masalah, walaupun Isna masih semester dua, tapi dia sudah mumpuni” tambah Dimas.
    Perlombaan dalam tahap seperempat final ini lebih seru dan lebih matang persiapan dari masing-masing peserta. Heri, salah satu warga sekitar menyaksikan babak semifinal ini dengan antusias. Dia mengungkapkan bahwa acara PORSENI ini baru kali pertama diadakan di GOR Sembung. Sebelum acara PORSENI ini, GOR Sembung digunakan untuk acara Bupati Cup Tulungagung, “Saya Senang melihat pertandingan ini. Ini sangat seru. Besuk waktu final saya akan lihat lagi” katanya. (KPIteam)

    0 komentar:

    Posting Komentar