Persaingan dalam babak seperempat final lebih berat daripada tahap
penyisihan di awal tadi. Dimas, salah satu peserta ganda putra dari IAIN Tulungagung
mengatakan bahwa dia cukup kewalahan menghadapi musuh di babak seperempat final
ini. “Pada tahap penyisihan tadi, tim kami masih bisa menguasai lapangan dan bisa
menebak strategi dari tim lawan. Tapi pada tahap seperempat final ini cukup
sulit dan perlu koordinasi khusus” jelasnya. Hal senada juga diucapkan oleh
Isna, pasangan bermain Dimas dalam ganda putra. Dia juga mengatakan bahwa tim lawan,
UIN Walisongo Semarang, oleh pasangan ganda Ibrahim dan Reza Muamal, kali ini
cukup sulit. Walau demikian timnya masih unggul dengan score 21-10, 21-17 dan
berhasil lolos ke babak semifinal.
Keberhasilan lolos ke babak semifinal tidak lepas dari kerjasama
antar anggota tim. Selain ada faktor keberuntungan yang menyertai, usaha keras
tim juga andil dalam hal ini. Dimas, mahasiswa semester empat dari jurusan PAI
mengungkapkan bahwa persiapan yang dilakukan oleh timnya sudah tiga bulan
menjelang perlombaan. Pada tahap kedua sempat menghawatirkan karena sering
terjadinya offset. Namun hal ini dapat segera diatasi dan score kembali
normal.
Kendati pertandingan cukup ketat dan menguras banyak tenaga, tetap
tidak mengalahkan semangat peserta POSENI dari IAIN Tulungagung yang mayoritas
diwakili oleh pemain baru. Isna Putra, mahasiswa semester dua dari jurusan
Tadris Matematika adalah rekruitmen baru dalam Bakat Minat dan dia mampu
membuktikan bahwa dia bisa maju ke babak semifinal walaupun masih baru. Tak
hanya isna saja, pasangan ganda putri dari IAIN Tulungagung, Kunhiyatun dan
Laili, yang lolos ke babak semifinal juga merupakan pemain baru. “Dalam
menentukan keberhasilan itu yang terpenting adalah komunikasi antar anggota
tim, apalagi dalam kategori ganda seperti ini sangat diperlukan. Masalah
kemampuan saya pikir tidak ada masalah, walaupun Isna masih semester dua, tapi
dia sudah mumpuni” tambah Dimas.
Perlombaan dalam tahap seperempat final ini lebih seru dan lebih
matang persiapan dari masing-masing peserta. Heri, salah satu warga sekitar
menyaksikan babak semifinal ini dengan antusias. Dia mengungkapkan bahwa acara
PORSENI ini baru kali pertama diadakan di GOR Sembung. Sebelum acara PORSENI
ini, GOR Sembung digunakan untuk acara Bupati Cup Tulungagung, “Saya
Senang melihat pertandingan ini. Ini sangat seru. Besuk waktu final saya akan
lihat lagi” katanya. (KPIteam)
0 komentar:
Posting Komentar