Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

9/22/2015

SHARING

By: Catatan Tania P On: 21.32
  • Share The Gag
  • Penghujung Akhir Pekan

     Di penghujung akhir pekan, Sabtu merupakan hari yang dinantikan oleh setiap orang yanng hampir waktunya termakan oleh kesibukannya. Entah bagi para pekerja maupun bagi mahasiswa/ siswa. Otak dan badan manusia terus bekerja hampir tiap hari tanpa diistirahatkan atau disegarkan akan mengakibatkan suatu tekanan berat dalam pikiran. Sedikit-dikitnya hiburan jika itu dapat menyegarkan hiburan itu berarti dapat mengembalikan kembali pikiran yanng awalnya stress dan badan yang terlalu cepek.
    Bagaimana dengan orang-oranng yang masih mempunyai tanggunngan pekerjaan, apakah mungkin mereka dapat meninggalkan pekerjaannya begitu saja dan lebih memilih untuk refreshing di akhir pekan. Jawabannya adalah sama. Iya. Semua aktivitas harus ditinggalkan dan coba istirahatkan sejenak pikiran dan badan. Setiap orang harus memprioritaskan hal ini. Membuat target dalam menjalaninya akan lebih mudah, misal aktivitas dikerjakan sampai sabtu sore, baru setelah itu, sabtu malam sampai Minggu pagi kita beristirahat dari tugas dan kembali memikirkan tugas itu mulai dari Minggu sore. Kadang hal yang pertama kalinya susah dilakukan, apabila dilakukan secara konsisten, makan akan terbiasa.
    Contoh saja mahasiswa yang selalu disibukkan dengan tugas-tugas kuliahnya. Akan sulit untuk membagi waktu antara mengerjakan tugas, belajar dan refreshing. Oleh karena itu sangat diperlukan target dan manajemen waktu yang baik bagi para mahasiswa. Mahasiswa bukannlah anak SMA lagi. Dan tahapan ini tentu sudah ada perbedaan cara pandang antara siswa dan mahasiswa.

    JALAN PAGI

    By: Catatan Tania P On: 21.30
  • Share The Gag
  • Tulungagung- Minggu (20/09) Para mahasantri Ma’dah Al Jami’ah mengadakan acara jalan pagi. Acara ini merupakan acara rutin yang dilakukan tiap hari Minggu, kecuali pada Minggu perpulangan. Acara dimulai setelah sholat Subuh. Semua mahasantri wajib mengikutinya, mahasantri berbaris di sepanjang jalan sesuai dengan rute yang ditentukan.  Rute perjalanan dimulai dari ma’had Al jami’ah, kemudian berjalan sesuai dengan rute menuju kampus. Dari kampus mahasantri harus berjalan sampai POM bensin Plosokandang. Lalu berbelok ke tikungan kecil, timur POM Bensin. Saat perjalan tersebut, kereta api melintas dan memotong sebagian rombongan mahasantri. Mereka sangat antusias melihat kereta api.



    STYLE

    By: Catatan Tania P On: 21.24
  • Share The Gag
  • Bukan Sebatas Penutup Kepala



    Sebatas apakah sebenarnya jilbab itu, apakah hanya selembar kain yang hanya menutupi kepala saja agar tidak terkena panasnya cahaya matahari?
    Tidak kawan, jilbab itu merupakan kain yang panjangnya mulai dari dada sampai punggung. Bukankah umat islan itu telah diperintahkan untuk menuthp arot, apalagi kaidah-kaidah aurot wanita sangat jelas.  Apakah dibenarkan jika seorang menggunakan jilbab hanya karena faktor mempercantik diri?
    Sungguh sangat disayangkan bagi mereka yang awalnya menggenakan jilbab, kemudian pada akhirnya melepaskan jilbabnya. Banyak argumen yang mengutarakan melepas jilbab karena tuntutan profesi. Sekarang pertanyaannya maukah kamu menjual agamamu dengan profesinmu itu. Agama adalah pedoman hidup semua orang. Orang yang mempercanyai agama akan melaksanakan ajaran agama itu. Agama mengatur untuk menggunakan jilbab supaya aurot terlindungi, bukan untuk melindungi dari sinar matahari. Memang betul jika ada orang yang mengatakan bahwa memakai jilbab itu dapat melindungi diri dari panasnya matahari, tapi ingat bahwa tujuan sebenarnya bukanlah itu. Hal tersebut hanyalah salah satu kelebihan atau manfaat menggunakan jilbab. Ingatlah bahwa rambut wanita yang sudah balig itu haram dipandang oleh ikhwan. Dikawatirkan ikhwan akan berpikir yang bukan pada tempatnya dan dapat mendatangkan bahaya bagi akhwat apabila wanita memamerkan rambutnya. Semua aurot wanita akan sah dilihat hanya kepada mahramnya. 
    Memang kadar iman seseorang itu hanya Allah SWT yang tahu, dan kadang belum tentu wakita yang berjilbab itu lebih baik daripada wanita yang tak memakai jilbab. Tapi setidaknya bagi mereka yang memakai jilbab akan semakin terarah hatinyanya menuju perpuatan yang baik, kika awalnya hanya memakai jilbab saja, lama-lama akan timbul suatu rasa bahwa akhlak dirinya harus disesuaikan dengan jilbab tampilan lahiriahnya itu. Hal ini yang dimaksud mengarah pada kebaikan. Pertama niatkan yang baik dari hati, ikhlas. Jangan pikirkan apa kata orang tentang dirimu yang sekarang jika kamu sudah berjilbab. Jangan juga melepas jilbab karena alasan profesi. Lebih baik meninggalkan profesi yang mengharuskan seorang wanita untuk melepas jilbabnya. Ingatlah juga bahwa siapa saja yang melindungi agama Allah SWT, maka AllaH SWT akan melindungi dan mencukupkan kebutuhannya pula. Semua aturan dan perintah itu ada baiknya bagi kita, jika tidak sekarang, mungkin nanti ketika kita butuh. Salah satu pesan salah satu dosen saya yang terus saya ingat “Jangan membangunkan harumau yang tertidur. Jika dia sampai bangun dan dia menerkamu akankah kamu dapat menyalahkan harimau”. (tan)

    SHARING

    By: Catatan Tania P On: 21.21
  • Share The Gag
  • Pengalaman Baru


    Sebelum Orientasi Pengenalan Akademik dan Kampus ( OPAK ), mahasiswa yang namanya sudah terdaftar sebagai mahasantri Ma’had Al Jami’ah harus sudah sampai di ma’had. Walaupun rumah saya dikatakan dekat dengan kampus dan saya juga termasuk orang Tulungagung, tapi tetap wajib di ma’had. Jika tidak di ma’had akan menggugurkan salah satu persyaratan yang telah saya ajukan. Jadi mau tidak mau harus di ma’had.
    Penulis yang notabennya tak pernah jauh dari orang tua merasa sangat aneh saat ada di ma’had. Bukan karena tidak kerasan, tapi karena terpikir dengan orang tua. Saat orang sudah berada jauh dari orang tuanya, barulah yan dinamakan peran orang tua itu akan sangat terasa. Apalagi sekarang tak ada yang memarahi seperti saat di rumah. Tak ada yang menyuruh-nyuruh. Seeaka ada rasa bahagia tersendiri bissa bebas dari tugas tersebut. Tapi sejujurnya pasti ada gurutan luka rindu yang tiap hari dirasakan. Hanya ada mozaik dari kisah-kisah ketika di rumah. Saat inilah sebenarnya saat dimana Allah memberikan kesempatan supaya bisa lebih mandiri dan tidak tergantung padaorang tua nanti. Apalagi di usia yang sudah dikatakan produktif untuk membalas jasa orang tua. Rasanya tak oantas jika masih membebabkan orang tua. Seharusnya saat inilah kita membalas jasa orang tua. Saat-saat merenung adalah saat jauh dari orang tua. Walaupun jarak tak begitu jauh, tapi dapat dijadikan pembelajaran juga.
    Saat pertama kali penulis tiba, penulis mendapat kasur di ranjang bawah di kamar 318, lantai tiga. Total penghuni kamar ada enam orang, tapi di kamar penulis hanya ada lima orang saja. Semua fasilitas sudah disediakan di ma’had Al jami’ah IAIN TULUNGAGUNG. Kasur, meja, almari semuanya sudah ada apalagi kegiatannya juga tak kalah dengan program ponpes. Mulai dari ngaji kitab, vocab, dll.
    Penulis sendiri akan memperkenalkan profil teman sekamar penulis.
    Penilis sendiri berasal dari Tulungagung, orang yang tak suka kegaduhan dan santai tapi serius. Selanjutnya Lismawati, asli putra Sulawesi Barat, Mamuju. Karena orang Sulawesi mempunyai logat yang berbeda jika dibandingkan dengan anak-anak jawa yang ada di kamar 318. Kadang teman-teman ekamar mencandainya dengan kata “sumber air sudekat”. Padahal aslinya itu adalah kata-kata orang papua. Entah apa yang terjadi, tapi ini hanya candaan semata kok. Selanjutnya ada Aulia Mashula, anak lamongan. Anaknya ceria dan tak pernah marah. Walaupun sama-sama suku jawa dengan penulis, tapi kadang penulis mengalami kebingungan sendiri. Banyak kata yang di Tulungagung dan di Lamongan mempunyai kesamaan kata, tapi artinya berbeda nah inilah yang jadi bercandaan kami, saat kami berdua mulai kebingungan. Yang ketiga adalah shofura maulida rahma, anak jombang. Dia sangat ceria dan nyaris tak pernah marah. Mempunyai suara yang sangat indah dan unik, mau tau suaranya? Coba kenalan dengan shofiii hehehe. Yang terakhir adalah nadila anis kusumawati. Anak nganjuk. Ananya paling cool sendiri. Seumpama jadi model pas dengan postur tubuhnya. Lucu dan ceria, supel dan paling bisa bikin guyonan konyol tiap hari. Kayag berwarna jika ada dilung itu. Hahaha teman-temannya memanggilnya dengan dilung. Ohya satu lagi anak dari blitar yang seringa main ke kamarku, namanya Vina. Dia paling cerewet dan 11:12 dengan Dilung. Kalau ada mereka berdua konyol banget pokoknya.

    9/17/2015

    KNOWLEDGE

    By: Catatan Tania P On: 21.00
  • Share The Gag
  • Dilema Empat Kata

    Kuliah ke tiga hari ini, Rabu (16/09) adalah seputar pengertian antara metode dan metodologi. Sebenarnya masih ada dua kata yang akan dijelaskan dalam tulisan ini, yaitu pendekatan dan teknik. Jika diurutkan urutannya adalah seperi ini :


     METODOLOGI---TEKNIK : A.PENDEKATAN=AKTIF
                                                     B. METODE=PASIF


    Dari urutan tersebut dapat dilihat bahwa metodologi menempati urutan yang pertama. Selanjutnya diurutan yang kedua ada kata teknik yang kemudian bercabang menjadi dua kata lagi. Bagaimana sebenarnya kita akan memulainya. Nah berikut akan sedikit kita coba memori kuliah tadi pagi ( karena saya ngetiknya malam hari hhh). Pertama yang harus dilakukan sebelum memahami bagan tersebut adalah mengartikan satu persatu. Pendekatan adalah cara untuk memperlakukan sesuatu dan dalam artian ini pendekatan itu sifatnya aktif. Metode adalah cara untuk mengerjakan sesuatu dan disini metode mempunyai sifat pasif. Yang dimaksud antara kedua kata tersebut aktif dan pasif adalah dari perlakuan objeknya. Sedangkan teknik adalah suatu cara atau dapat dikatakan sebagai strategi. Metodologi sendiri tak serta merta berasal daru satu kata. Metodologi berasal dari tiga kata. Meta yang berarti menuju, melalui, mengikuti. Hetodos yang berarti jalan atau cara dan logos yang artinya studi atau teori tentang. Ketiga kata tersebut digabung menjadi satu menjadi metodologi yang bermakna ilmu yang membicarakan cara atau jalan dalam penelitian atau disebut juga science of methods. Metodologi  bersifat teoitis. Sedangkan metode bersifat praktik.
    Dalam suatu kasus penelitia, misal di penelitian tentang budaya daerah Tulungagung yang berkaitan dengan Bulan Muharram. Dalam penelitian ini, kita akan menggunakan suatu pendekatan ataupun metode. Nah bagaimana cara membedakan antara pendekata dan metode?. Dalam suatu tahap penelitian yang dibutuhkan adalah obsrvasi, wawancara dan dokumentasi. Nah pada saat wawancara tentang budaya kepada narasumber, saat narasumber itu dengan kesukarelaan menjelaskan semua pertanyaan yang kita ajukan, bahkan yang tidak kita ajukan pun di jelaskan, hal ini dapat berarti bahwa kita sedang melakukan sebuah pendekatan. Sebaliknya saat kita interview pada narasumber dan narasumber tersebut hanya menjawab seputar pertanyaan yang kita ajukan tanpa adanya penjelasan selain dari pertanyaan kita, hal ini dapat dikatakan bahwa kita sedang melakukan metode. Pendekata dan metode keduanya merupakan teknik. Teknik tersebut bersifat praktik. Sedangkan metodologi hanya ilmu yang membahas tentang teknik itu dan sifatnya teoritis. Metodologi tak mengandung perdebatan, menerima dengan konsisiten dan diaplikasikan jika seseorang telah menemukan sebuah metode.
    Lantas bagaimana peranan dari metodologi tersebut?
    Coba kita tengok sejarah bagaimana peradaban bangsa Eropa. Bangsa Eropa dulu iernah mengalami stagnasi yang cukup lama. Siapa yang akan mengira jika bangsa yang sekarang mayoritas merupakan negara maju dulu pernah mengalami stagnasi dalam pemikiran, kebudayaan  dan peradaban. Padahal di Eropa terkenal dengan para filsufnya. Apakah mereka tak cukup cerdas? Bukan itu permasalahannya. Masalah yang menyebabkan hal itu adalah metode yang digunakan. Seiring dengan perkembangnya zaman yang dinamis akan ada inovasi dalam sebuah metode. Dan metode itu pun juga akan terus berubah menyesuaikan zamannya. Mukti Ali menyatakan secaea tegas bahwa maju mundurnya adalah metode penelitian, bukan berdasarkan seberapa geniusnya Anda. Tapi seberapa besar Anda dapat menemukan metode yang benar. Intinya metode dan metodologi harus dikuasai dan dikembangkan. (tan)

    Tujuan Studi Islam


    Kita mempelajari studi islam tentunya ada tujuannya. Tujuan mempelajari studi islam kurang lebih ada empat. Pertama adalah untuk mempelajari hakikat agama islam. Ada tiga pokok hakikat islam itu yaitu aqidah, muamalah dan ibadah. Bagaimana sikap yang akan diterapkan dalam mengkaji hal tersebut. Kedua adalah mempelajari sumber dasar ajaran agama. Agama bersumber tak hanya pada satu dasar. Disini kita akan membahas lebih lanjut tentang sumber ajaran islam. Ketiga adalah pokok agama yang asli dan benar dan keempat adalah mempelajari prinsip-prinsip dan nilai dasar agama islam.(tan)

    9/13/2015

    KNOWLEDGE 2

    By: Catatan Tania P On: 14.19
  • Share The Gag


  • Pengertian dan Obyek Studi Islam

    Pertemuan kedua pada Rabu, 9 September membahas tentang pengertian dan obyek studi islam. Perkuliahan dimulai dengan presentasi dari beberapa mahasiswa, kemudian sesi tanya jawab dan terakhir adalah review dari dosen pengampu mata kuliah, Bapak Ainun Naim. Pada sesi pertama, mahasiswa yang presentasi adalah Fathul Jannah dan Melisa, pada sesi kedua adalah Dewi dan Saiful Bahri. Makhlum, karena merupakan kuliah perdana dalam presentasi keduanya sedikit canggung dan masih perlu penyesuaian. Para audian pun juga masih pasif, sepertinya masih perlu penyesuaian tentang lingkungan perkuliahan yang jauh berbeda dibanding dengan masa SMA dulu.
    Pembahasan pertama adalah berkaitan dengan Studi Islam. Studi islam dapat ditinjau dari beberapa bahasa. Dalam Bahasa Inggris Studi Islam disebut dengan Islamic StudiesDalam Bahasa Arab disebut Dirasat Al Islamiyah. Studi Islam berasal dari dua kata. Studi dan Islam Menurut Lester Crow dan Alice Crow studi merupakan usaha yang dilakukan dengan disengaja untuk mendapatkan keterangan, pemahaman dan ketrampilan. Sedangkan menurut Moh. Hatta studi merupakan mengerti tentang kedudukan suatu masalah, mencari pengertahuan sebab akibatnya sesuai jurusannya dan dengan metode tertentu. Islam sendiri berasal dari kata aslama yang berarti patuh dan berserah diri orang yang atuh dan berserah diri disebut muslim. Sedangkan menurut istilah islam merupakan wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah yang berupa undang-undang dan sebagai petunjuk untuk mencapai kedamaian.
    Moh. Nurhakim mengkategorikan Studi Islam dalam tiga bagian,yaitu  (1) penelitian terhadap agama sebagai subjek;(2)sebagai materi islam;(3) Institusi kajian Islam. Sedangkan menurut Jacques Waardenburq membagi tiga ketegori juga dalam studi islam, yaitu (1) merupakan kajian normatif agama. Kajian ini yang dimaksud adalah kajian islam yang mengkaji di Al Qur’an dan As Sunnah ; (2) kajian non normatif agama islam. Kajian non normatif bukan berarti tidak mempelajari islam. Yang dimaksudkan non normatif ini adalah mengkaji hal-hal yang mendukung tentang kajian normatif. Misal mengkaji bahasa Arab. Bahasa arab bukanlah kajian normatif, tapi Bahasa Arab digunakan dalam Al Qur’an dan As Sunnah ; (3) kajian non normatif kultur dan masyarakat muslim. Hal yang dimaksudkan adalah budaya antara masyarakat muslim di daerah timur tengah dan di Indonesia, perkembangan tentang cara-cara berpakaian muslim dari waktu ke waktu, dll.
    Pada pembahasan yang kudua yang dibahas seputar obyek kajian Studi Islam. Menurut Taufik Abdullah terdapat kegamangan dalam obyek studi islam. Kegamanan itu meliputi dua hal, yaitu kefamanan mencari kebenaran dan kegamangan memahami kebenaran secara empiris. Misal ada kasus potong tangan bagi pencuri di Indonesia. Jelas jika kita orang muslim, tentu kita akan membenarkan hal tersebut. Karena hal itu sesuai dengan syariat islam. Tapi dari segi empiris kita akan menolak, akan ada asumsi yang beraneka ragam jika hukum poyong tangan diterapkan di Indonesia yang bacgroundnya bukan negara muslim yang murni. Agama Islam di Indonesia lahir dari kultur masyarakat yang lebih populernya dikenal dengan nama Islam Nusantara.
    Taufik Abdullah mengkategorikan obyek kajian studi islam menjadi tiga bagian, yaitu doktrin, dinamika dan strukyure masyarakat, dan sikap masyarakat. Nurhakim membagi obyek studi islam menjadi tiga juga yaitu islam merupakan doktrin Tuhan yang sudah final, merupakan budaya dari kreasi masyarakat dan merupakan interaksi sosial. Kedua pengertian dari para pakar memiliki makna yang sama hanya berbea dalam hal penulisan kalimatnya.
    M. Amin Abdullah berpendapat ada tiga obyek studi islam, yaitu keyakinan yang diinterpretasikan, teori-teori ilmu dan telaah kritis. M. Atho’ Mudzhar berpendapat bahwa obyek studi islam merupakan ajaran agama seperti kalam, fiqih, tasawuh. Selain itu fenomena islami yang dikaji ada lima hal. Yaitu sumber agama, sikap masyarakat, ritus-ritus, alat-alat peribadatan dan organisasi. 
    Intinya dalam mempelajari Studi Islam, mau tidak mau kita harus berkecimpung memahami tentang islam. Mulai mengkaji dari substansi agama dan kemudian setelah mengkaji mampu mengaplikasikannya dalam dunia riil. Segala sesuatu yang hanya dipelajari setangah-setengah tidak akan membuah hasil maksimal. Pelajarilah segala sesuatu dengan totalitas agar memperolah manfaat yang maksimal. Jika manfaat itu tak nampak saat ini, bkan berarti tak ada manfaat yang datang. Kadang manfaat itu akan datang saat kita membutuhkannnya nanti. (tan)

    9/03/2015

    KNOWLEDGE

    By: Catatan Tania P On: 21.00
  • Share The Gag


  • Metodologi Studi Islam Tumbuhkan Kecintaan terhadap Islam

    Metodologi Studi Islam merupakan mata kuliah wajib pengantar mahasiswa di IAIN Tulungagung, khususnya bagi para mahasiswa baru. Dengan diselenggarakannya mata kuliah tersebut, para mahasiswa diharap dapat berfikir kritis tentang islam. Berpikir tentang bagaimana cara menyikapi islam yang semakin beraneka ragam di kancah dunia ini. Mata kuliah yang mengajarkan tentang metode islam di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) diampu oleh Bapak ‘Ainun Naim.
    Islam berkembang dimulai dari unsur yang paling kecil, yaitu budaya. Tentunya budaya islam antara Daerah Timur tengah dan budaya islam di daerah Asia Tenggara akan jauh berbeda. Kendati demikian, islam tetap agama satu yang mengesakan Allah SWT. Walaupun budaya islam berkembang berbeda di masing-masing daerah, bukan berarti islam itu merupakan agama yang ekstrim. Mayoritas banyak kalangan yang menganggap bahwa islam merupakan agama yang penuh dengan konflik, agama keras, agama yang berat dan agama yang berbeda cara penyajiannya di dunia ini. Manusia tak dapat menafikkan segala sesuatu hanya dalam penglihatannya semata, namun kacamata ilmu pengetahuan sangat diperlukan untuk menghadapi dan mengkaji berbagai persoalan tentang islam yang ada sekarang ini. Sebagai seorang yang dapat dikatakan beruntung(mahasiswa), karena dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tentu hal-hal yang bersifat seperti kasus di atas dapat dianalisis dan dipecahkan kasusnya dengan aqol, aqol tersebut adalah Ilmu. Ilmu yang akan digunakan salah satunya adalah “Metodologi Studi Islam (MSI)”
    Dalam MSI, akan dikaji bagaimana cara memahami agama islam secara metodologi. Metode yang digunakan diharap dapat mengkokohkan tingkat keimanan, karena iman seseorang sifatnya fluktuatif, kadang pasang dan kadang surut (Al Imanu yazidu wa yanqushu). Selain itu diharap pula dapat menumbuhkan kecintaan terhadap agama islam dan menjadikan agama islam menjadi agama yang lebih baik.(tan)