Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

9/17/2015

Tagged Under:

KNOWLEDGE

By: Catatan Tania P On: 21.00
  • Share The Gag
  • Dilema Empat Kata

    Kuliah ke tiga hari ini, Rabu (16/09) adalah seputar pengertian antara metode dan metodologi. Sebenarnya masih ada dua kata yang akan dijelaskan dalam tulisan ini, yaitu pendekatan dan teknik. Jika diurutkan urutannya adalah seperi ini :


     METODOLOGI---TEKNIK : A.PENDEKATAN=AKTIF
                                                     B. METODE=PASIF


    Dari urutan tersebut dapat dilihat bahwa metodologi menempati urutan yang pertama. Selanjutnya diurutan yang kedua ada kata teknik yang kemudian bercabang menjadi dua kata lagi. Bagaimana sebenarnya kita akan memulainya. Nah berikut akan sedikit kita coba memori kuliah tadi pagi ( karena saya ngetiknya malam hari hhh). Pertama yang harus dilakukan sebelum memahami bagan tersebut adalah mengartikan satu persatu. Pendekatan adalah cara untuk memperlakukan sesuatu dan dalam artian ini pendekatan itu sifatnya aktif. Metode adalah cara untuk mengerjakan sesuatu dan disini metode mempunyai sifat pasif. Yang dimaksud antara kedua kata tersebut aktif dan pasif adalah dari perlakuan objeknya. Sedangkan teknik adalah suatu cara atau dapat dikatakan sebagai strategi. Metodologi sendiri tak serta merta berasal daru satu kata. Metodologi berasal dari tiga kata. Meta yang berarti menuju, melalui, mengikuti. Hetodos yang berarti jalan atau cara dan logos yang artinya studi atau teori tentang. Ketiga kata tersebut digabung menjadi satu menjadi metodologi yang bermakna ilmu yang membicarakan cara atau jalan dalam penelitian atau disebut juga science of methods. Metodologi  bersifat teoitis. Sedangkan metode bersifat praktik.
    Dalam suatu kasus penelitia, misal di penelitian tentang budaya daerah Tulungagung yang berkaitan dengan Bulan Muharram. Dalam penelitian ini, kita akan menggunakan suatu pendekatan ataupun metode. Nah bagaimana cara membedakan antara pendekata dan metode?. Dalam suatu tahap penelitian yang dibutuhkan adalah obsrvasi, wawancara dan dokumentasi. Nah pada saat wawancara tentang budaya kepada narasumber, saat narasumber itu dengan kesukarelaan menjelaskan semua pertanyaan yang kita ajukan, bahkan yang tidak kita ajukan pun di jelaskan, hal ini dapat berarti bahwa kita sedang melakukan sebuah pendekatan. Sebaliknya saat kita interview pada narasumber dan narasumber tersebut hanya menjawab seputar pertanyaan yang kita ajukan tanpa adanya penjelasan selain dari pertanyaan kita, hal ini dapat dikatakan bahwa kita sedang melakukan metode. Pendekata dan metode keduanya merupakan teknik. Teknik tersebut bersifat praktik. Sedangkan metodologi hanya ilmu yang membahas tentang teknik itu dan sifatnya teoritis. Metodologi tak mengandung perdebatan, menerima dengan konsisiten dan diaplikasikan jika seseorang telah menemukan sebuah metode.
    Lantas bagaimana peranan dari metodologi tersebut?
    Coba kita tengok sejarah bagaimana peradaban bangsa Eropa. Bangsa Eropa dulu iernah mengalami stagnasi yang cukup lama. Siapa yang akan mengira jika bangsa yang sekarang mayoritas merupakan negara maju dulu pernah mengalami stagnasi dalam pemikiran, kebudayaan  dan peradaban. Padahal di Eropa terkenal dengan para filsufnya. Apakah mereka tak cukup cerdas? Bukan itu permasalahannya. Masalah yang menyebabkan hal itu adalah metode yang digunakan. Seiring dengan perkembangnya zaman yang dinamis akan ada inovasi dalam sebuah metode. Dan metode itu pun juga akan terus berubah menyesuaikan zamannya. Mukti Ali menyatakan secaea tegas bahwa maju mundurnya adalah metode penelitian, bukan berdasarkan seberapa geniusnya Anda. Tapi seberapa besar Anda dapat menemukan metode yang benar. Intinya metode dan metodologi harus dikuasai dan dikembangkan. (tan)

    Tujuan Studi Islam


    Kita mempelajari studi islam tentunya ada tujuannya. Tujuan mempelajari studi islam kurang lebih ada empat. Pertama adalah untuk mempelajari hakikat agama islam. Ada tiga pokok hakikat islam itu yaitu aqidah, muamalah dan ibadah. Bagaimana sikap yang akan diterapkan dalam mengkaji hal tersebut. Kedua adalah mempelajari sumber dasar ajaran agama. Agama bersumber tak hanya pada satu dasar. Disini kita akan membahas lebih lanjut tentang sumber ajaran islam. Ketiga adalah pokok agama yang asli dan benar dan keempat adalah mempelajari prinsip-prinsip dan nilai dasar agama islam.(tan)

    0 komentar:

    Posting Komentar