Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

11/11/2015

Tagged Under:

Appreciate

By: Catatan Tania P On: 16.56
  • Share The Gag
  • Appreciate
    Konsep menghargai apakah sebatas retorika yang hanya dicuap-cuapkan tanpa ada tindakan? Bukankah hal ini salah. Layaknya sebuah buku, jikq buku itu tak ada covernya, buku itu tak akan indah. Hanya nilai terapannya yang ada. Sedangkan nilai murni/estetikanya itu tak ada. Sama halnya dengan konsep menghargai itu. Jika hanya beretorika, tanpa ada prakteknya sama seperti cover buku yang tanpa isi. Kegunaan buku sendiri tak berfungsi. Hanya sebatas pajangan. Tidakkah malu bagi kalian yang sukanya beretorika tanpa ada praktek??
    Menghargai itu adalah memberikan suatu tindakan kepada orang lain. Dimana orang yang diberi tindakan itu akan merasa bahwa dirinya itu dianggap ada. Hampir ada persamaan antara menghargai dan menghormati. lantas perbedaannya apa??
    Menghormati berasal dari kata hormat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah rasa hormat atau takzum. Biasanya prakteknya dalam menghormati itu cenderung kepada tindakan patuh. Berbeda dengan menghargai. Menghargai tak ada ikatan untuk patuh.
    Menghargai itu bisa ditujukan kepada semua orang. Jika diumpamakan dalam ilmu fiqih, menghargai itu hukumnya wajib. Nah, loh kok ada kata wajib. Berarti ada kemungkinan ada sunnah, haram, dll ya heuheu
    Ingat ada seorang pepatah berkata"menghargailah orang lain, maka kamu akan dihargai". Dari kata-kata tersebut menekankan bahwa ada hukum timbal balik. Di alam ini ada hukum yang disrbut "law of attraction". Maksudnya jika kita memperlakukan obyek apapun di dunia ini, maka apa yang kita terima sama dengan apa yang kita perbuat. Ada kesamaan maksud khan antara pepatah tadi dengan hukum ini. Secara tak disadari bahwa alam juga ikut andil dalam segala hal.
    Dari hal itu pantaskah jika menghargai hanya retorika saja? Malu teman. Alam juga akan membalasmu dengan retorikanya pula. Sekarang tindakan mana yang akan kamu ambil adalah terserah diri kalian sendiri. Jika penempatan sesuatu itu pas dengan porposisinya, keharmonisan akan tercapai. Begitulah dengan tindakan seseorang. Jika dia pas dalam memperlakukan orang lain/dalam ukhuwahnya maka dia pun akan mendapatkan tempat yang pas. Dimanapun tempatnya ingatlah "law of attraction".

    0 komentar:

    Posting Komentar