Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

12/10/2015

NEWS

By: Catatan Tania P On: 19.55
  • Share The Gag
  • Mahasiswa Membeludak, Tempo Pelayanan Pembukaan Rekening Diperpanjang





    Tulungagung-Sejak Senin kemarin(7/12) sampai hari ini, Jum’at(11/12), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung disibukkan dengan kegiatan mahasiswa baru berkaitan dengan prosedural pengambilan Kartu Mahasiswa. Kartu ini diperuntukkan bagi para mahasiswa baru angkatan 2015. Dalam proses pengambilan Kartu Mahasiswa kali ini, berbeda dari tahun kemarin. Pasalnya, dalam syarat pengambilan kartu mahasiswa baru angkatan 2015 ini, diwajibkan untuk membuka rekening terlebih dulu. Tahun kemarin, tidak ada syarat khusus untuk pengambilan kartu mahasiswa. Hanya mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bidikmisi yang diwajibkan untuk membuka rekening. Selain itu, fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) juga diberikan langsung pada saat pembukaan rekening. Proses pengurusan ATM ini, sepenuhnya diurusi oleh pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI). Mobil keliling BRI, sejak hari Senin (7/12) ada di depan Kantor Unit Pelayanan Bahasa (UPB) IAIN Tulungagung. Ada dua teller yang bertugas di dalam mobil BRI. Salah satu teller BRI, mengatakan bahwa program ATM bagi mahasiswa baru sengaja diwajibkan dan digunakan sebagai syarat pengambilan Kartu Mahasiswa. Kedepannya, dengan adanya ATM, akan mempermudah proses administrasi antara mahasiswa dengan pihak kampus. “ATM ini khusus untuK kampus yang berkaitan dengan masalah pembayaran atau hal apapun. Pemilik juga memiliki kebebasan untuk mengelola ATM tersebut” jelasnya.. Semua mahasiswa baru yang berjumlah lebih dari tiga ribu mahasiswa, selama empat hari berdesak-desakan mengantri untuk mendaftar rekening. Pelayanan sempat terhenti, karena pada Rabu(9/12) kemarin, diselenggarakan pemilihan kepala daerah dan hari itu dijadikan sebagai hari libur nasional. Pelayanan pada Rabu ditiadakan dan mulai kembali pada Kamis(10/12). Prosedur dalam membuka buku rekening, kali pertama adalah mengambil nomor antrian. Setiap hari nomor antrian mencapai lebih dari dua ratus. Kemudian setelah itu menyerahkan kartu perpustakaan sementara sebagai bukti dan membayar seratus ribu rupiah untuk membuka rekening. Pengumuman awal mengenai waktu pengambilan Kartu Mahasiswa di buka mulai tanggal tujuh sampai tanggal sepuluh Desember. Kendati jangka waktunya telah ditentukan, jumlah mahasiswa yang membludak tiap hari menyebabkab jangka terakhir pelayanan pembukaan buku rekening sekaligus pengambilan Kartu Mahasiswa diperpanjang hingga Senin(13/12). Choirul, salah satu mahasiswa yang mengantri mengambil nomor antrian hari ini, menjelaskan bahwa banyak mahasiswa yang tidak mendapapatkan nomor antrian dan akan dilayani pada hari Senin. (tan)

    SHARE

    By: Catatan Tania P On: 19.49
  • Share The Gag
  • Antara Maqam dan Panjang Umur 


     Maqam manusia menurut ilmu tarikat itu berbeda-beda. Mulai dari syariat, tariqot, hakikat,dan maqrifat. Manusia biasa yang mengerti segala sesuatu dan mengamalkan apa yang dimengerti itu masuk dalam kategori syariat. Tariqot tingkatannya lebih tinggi lagi daripada dengan syariat. Maqam paling tinggi adalah maqom ma’rifat. Sebelum sampai pada maqom ma’rifat, tahap-tahap maqom sebelumnya harus dilalui. Tapi bagi seorang yang dikhususkan bisa langsung pada maqam ma’rifat. Maqom ini adalah maqomnya para waliyullah. Mereka adalah orang-orang yang istimewa. Kekasih Allah. Tidak sembarang orang bisa menjadi waliyuAllah. Mereka mempunyai tempat tersendiri di hati manusia yang lain. Disini buka berarti mereka di sembah oleh manusia. Yang wajib disembah hanya Allah SWT. Walaupun para waliyullah itu sudah tidak ada di dunia ini, namun jasa-jasanya masih terasa hingga saat ini. Bahkan sampai saat ini pun terasa bahwa mereka masih ada berbaur dengan kita di dunia. Seperti apa yang dikatakan oleh Gus Dur “Orang yang baik itu adalah saat kelahiran semua orang tertawa bahagia, dan saat kematian semua orang menangis”. Ustadah dari penulis pernah dhawuh ( berbicara) pada penulis, bahwa orang yang dikatakan panjang umur itu bukan berarti umurnya panjang. Sampai beratus-ratus tahun. Yang dinamakan panjang umur itu orang yang umurnya barokah. Barokah disini maksudnya saat orang tersebut sudah tidak di dunia ini, rasanya orang tersebut masih ada di dunia dan apa pun yang pernah dilakukan masih membekas di hati manusia. Jadi, bukan sekerdar panjang umur diartikan sebagai jumlah umurnya ditambah, melainkan jumlah kebaikan yang kita lakukan dan efek ke belakangnya lagi yang akan di tambah.Selagi masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri, sesegera mungkin mengupload kebaikan dan mendelete semua keburukan . Walaupun sulit, tapi harus dibiasakan. Sesuatu yang sulit di rubah, jika dipaksa, maka akan terbiasa juga.Hubungan antara maqam dengan makna panjang umur adalah saling berkesinambungan. semakin tinggi maqam seseorang, makan kebermanfaatan orang itu bagi orang lain akan semakin banyak pula. tanpa perlu dipelajari lagi makna dari panjang umur, mereka yang sudah berada pada maqam tertentu akan mampu memahaminya dan memperolehnya. Selain itu maqam itu apa hanya di artikan hanya sebagai tingkatan-tingkatan dalam tarikat saja? Pengertian maqam secara luas, idak hanya melulu pada maqam yang disebutkan di atas. Maqam dalam ilmu tasawuf berkaitan dengan zuhud, wara’, sabar, syukur dan mahabbah. Ada banyak maqam dalam tasawuf. Dalam postingan berikutnya akan dibahas lebih lanjut mengenai maqam-maqam dalam tasawuf tersebut.(Tan)

    12/08/2015

    NEWS

    By: Catatan Tania P On: 22.54
  • Share The Gag



  • Tulungagung Gelar Ngrowo Culture Festival

    Ramai pengunjung stan Kecamatan Boyolangu(tan)


    Tulungagung-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Tulungagung yang ke 810, pemerintah daerah Tulungagung mengadakan Ngrowo Culture Festival (NCF). Acara tersebut diadakan pada Sabtu(5/12) dan Minggu(6/12) kemarin, di alun-alun Tulungagung. Acara yang melibatkan seluruh kecamatan yang ada di Tulungagung mengangkat tema pengenalan budaya lokal dan potensi Tulungagung di masing-masing kecamatan. Acara berlangsung dua hari dan mulai dibuka pada Sabtu pukul 19.00 wib.
    Stan yang terlibat dalam NCF tidak hanya berasal dari kecamatan yang ada di Tulungagung, melainkan beberapa komunitas yang ada di Tulungagung, seperti Komunitas Motor, Batu akik dan jarum pentul ikut meramaikan NCF. Para pedagang yang berasal dari luar kota pun juga turut memeriahkan NCF. Salah satu penjual boneka yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa acara kali ini merupakan acara yang sangat bagus dan harus diadakan setiap tahun. “Saya asli orang Pasuruan. Memang tujuan utama saya disini berdagang, tapi selain itu saya juga ingin mengenal Tulungagung itu seperti apa” ujarnya.
    Stan yang menjadi perhatian pertama pada NCF adalah stan dari Kecamatan Boyolongu. Stan tersebut menampilkan budaya dan potensi dari Kecamatan Boyolangu. Stan yang tidak pernah sepi pengunjung itu bertema tarian khas Tulungagung, yaitu Jaranan. Ada banyak properti jaranan yang dijual di stan.  Ada juga miniatur dari bambu, asli karya Desa Tanjungsari. Desa wajak lor, juga turut andil dalam stan ini, yaitu mengenalkan potensi desanya dengan produksi cobeknya. Mulai dari tahap awal pembuatan cobek sampai pada proses jadinya. Penyajian stan juga dikemas dengan nuansa kebudayaan yang kental. Pria asal Kaliwungu, salah satu panitia di Stan Kecamatan Boyolangu, menjelaskan bahwa stan Kecamatan Boyolangu memang menyajikan hal yang berbeda. Tidak hanya cara pengemasan dekorasi yang dibuat kental dengan nuansa budayanya, melainkan semua panitia dalam stan Kecamatan Boyolangu diwajibkan mengenakan pakaian tradisional. “Pakaian yang saya pakai adalah pakaian tari jaranan. Dan pakaian wanitan yang dikenakan panitia adalah pakaian sinden” tuturnya.
    Linda, salah satu warga Tulungagung yang datang menyaksikan NCF mengungkapkan kekagumannya pada acara ini. Dia mengaku sangat senang dengan acara NCF. “Walaupun acara pertunjukan budaya Tulungagung baru dimulai pukul tujuh malam, dan saya tidak dapat melihatnya, tapi saya sangat senang bisa melihat stan dari masing-masing kecamatan dan komunitas di Tulungagung. Saya berharap tahun depan dapat melihat lagi” katanya. (tan)

    MY CERPEN

    By: Catatan Tania P On: 22.48
  • Share The Gag



  • Alunan Dawai Gitar
    Oleh Tania Pramayuani

    Menyapa langit yang biru dan berteman dengan kicauan burung di pagi hari menjadi hal yang kusuka. Di bawah rindangnya pohon beringin depan rumahku, selalu kusempatkan untuk menikmati suasana pagi hari. Walau kadang hujan bertengkar denganku dan mengusir diriku dari tempat favoritku, aku tetap membangkang dengan prinsipku. Bagiku tempat itu adalah milikku. Akulah ratu di tempat itu. Tapi semua yang telah kukuasai itu mulai melemah saat kedatangan sosok pria bergitar yang setiap Minggu datang di bawah pohon rindang itu sambil bernyanyi bersama burung pipit. Kesal diriku melihat hal itu. Sesekali aku pernah mendatanginya dan berniat untuk mengusirnya. Namun saat wajahnya mendongak dan menatapku, niatan itu hilang. Aku takut, dia sangat garang. Hal yang tak aku kira, jika aku sampai berurusan dengan pria itu. Aku pun memutuskan untuk mengalah walau hanya sehari dalam seminggu. Aku tidak ingin berurusan dengan orang yang menakutkan itu.
    “Salsa cepat pulang” panggil ibuku.
    Aku segera pulang dari tempat favoritku. Ibu menyuruhku agar aku mengantarkan pesanan nasi ke warung-warung. Seperti biasa aku mulai mengayuh sepedahku dan mengantarkan nasi pada warung-warung. Sebelum kuliah dimulai, aku tak melewatkan tugas yang diberikan ibuku. Semua teman sekelasku hafal dengan rutinitasku ini. Teman yang cukup menjengkelkan memberi julukan padaku gadis nasi. Biarlah itu bukan urusanku. Aku tidak mempermasalahkan hal itu.
    “Buk, ini nasinya. Uangnya akan saya ambil nanti setelah saya pulang kuliah” kataku.
    “Iya, nanti jika masih sisa bagaimana” tanya Ibu yang punya warung
    “Tidak apa-apa Bu, nanti sisanya akan saya ambil. Semoga nanti habis semua” jawabku dengan senyum dan kemudian aku berpamitan pergi.
    Warung ke warung sudah aku datangi. Aku sudah menitipkan nasi yang diamanahkan ibuku padaku. Setelah tugas itu selesai, aku segera siap-siap untuk kuliah. Jam kuliah kali ini dumulai pukul delapan pagi hingga nanti sore pukul empat. Aku menyiapkan semua hal yang perlu aku bawa saat kuliah, utamanya makalah. Hari ini aku presentasi. Dan kebetulan sekali kelasku digabung dengan kelas sebelah. Otomatis aku harus siap materi dan mental, karena bukan cuma teman-teman sekelasku sendiri yang aku hadapi, tapi teman-teman dari kelas lain.
    Sesampainya di kampus, aku menghampiri teman-temanku dan menyapanya. Mereka semua sedang membicarakan seseorang. Aku ikut-ikutan mendengarkan apa yang dibicarakan teman-temanku. Kata yang dapat aku dengar adalah asisten dosen. Yah, kata itu. Sepertinya temanku sedang membicarakan tentang topik itu. Aku menyela di tengah pembicaraan mereka.
    “Siapa asisten dosen yang kalian bicarakan”
    Wajah temanku terlihat tak senang aku menyela pembicaraan, namun itu haya sandiwara mereka. Rini salah satu temanku menjawab “Dia adalah orang yang keren, pintar dan multitalent”
    “Nanti kita akan diajar olehnya” tambah Anisa.
    “Memangnya dosen kita kemana, kok jadi asisten dosen yang masuk. Ini pertama kalinya Bapak Amri tidak datang” tanyaku.
    Mereka semua mengangguk dan mengatakan bahwa ini juga pertama kalinya asisten dosen baru itu mulai mengajar.
    Pembicaraan belum selesai, ketua kelas kami sudah mengkode bahwa kami harus segera masuk kelas. Dosen sudah datang. Aku sangat penasaran dengan asisten dosen baru yang isunya sangat keren. Saat dia mulai melangkahkan kakinya, aku langsung memperhatikannya. Mulai dari kaki sampai kepala tak ada yang aku lewatkan. Memang benar dia sangat rapi dan terlihat intelek. Aku tak memungkiri hal itu. Dia bernama Reza. Tapi aku merasa bahwa aku pernah melihat wajahnya. Wajahnya sangat familiar denganku. Aku penasaran dengan hal itu. Aku perhatikan gayanya mengajar. Bernada. Ya, itulah penilaianku terhadapnya. Seperti alunan gitar caranya berbicara. Sesekali aku tertawa melihatnya. Tapi aku kagum dengan caranya mengajar. Caranya mengatur mahasiswanya juga sangat pas. Sebenarnya dia layak jika menjadi dosen, tak hanya sekedar asisten dosen. Keahliannya yang mumpuni itu sudah menjadi modalnya untuk berkarir.
    Setelah perkuliahan selesai, aku langsung mengambil uang nasi di warung-warung. Di salah satu warung yang aku datangi, aku bertemu dengan asisten dosen yang baru tadi pagi mengajarku. Aku hanya mengulum senyum sebagai tanda bahwa aku menyapanya. Dia juga membalas senyumanku itu. Setelah keperluanku selesai, aku pulang. Dan asisten dosen itu masih di warung itu. Dia sedang membicarakan sesuatu dengan pemilik warung. Sebenarnya aku penasaran dengan yang mereka bicarakan. Tapi segera kutampik rasa penasaranku itu.
    Keesokan harinya aku menjalani rutinitasku di pagi hari. Hari ini aku sangat kecewa, karena pria yang aku benci sudah menguasai tempatku. Aku berjalan mondar-mandir di depannya. Itu adalah isyaratku padanya untuk mengusirnya. Tapi dia tidak peka. Dia malah menghentikan gitarnya. Dan meletakan gitarnya. Anenya, dia memanggil namaku. Aku langsung berhenti berjalan mondar-mandir. Aku menoleh. Dia ternyata malah menunduk. Aku berfikir bahwa aku salah mendengar jika dia memanggil namaku.
    “Salsa”
    Sekali lagi aku dengar namaku dipanggil. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mananyakan hal itu pada pria yang telah menguasai tempatku
    “Apakah Anda memanggil nama saya” tanyaku dengan nada tinggi
    “Iya” jawabnya singkat.
    “Kok Anda mengenal saya?”
    Pria itu hanya diam dan mengambil gitar yang tadi diletakkannya. Aku juga ikut diam. Aku megamati apa yang akan dia lakukan. Teryata dia cuma memetik beberapa dawai senar gitarnya dan berkata “Apakah kamu lupa dengan aku”. Aku masih belum mengerti apa maksud dari pria itu. Aku mengingat-ingat wajahnya. tapi belum juga menemukan jawabannya.
    “Reza” katanya
    Aku langsung ingat dengan asisten dosen. Apakah mungkin dia benar-benar Reza. Penampilannya sangat berbeda saat di kampus dan hari biasa seperti ini. Aku memastikan kebenaran itu padanya.
    “Apakah Anda adalah asisten dosen yang kemarin masuk di kelas saya” tanyaku. Dia mengangguk. Hal yang sangat tak mungkin. Sulit dipercaya. Aku sangat tak percaya jika dia adalah asisten dosenku. Memang kemarin aku sempat mempunyai pikiran bahwa  aku pernah mengenal wajahnya. Ternyata memang benar. Aku malu dengan diriku sendiri karena telah membenci asisten dosen. Bisa-bisa aku kena batunya sendiri.
    Pembicaraan terus berlanjut. Orang yang selama ini aku takuti dan sempat aku jengkel dengannya ternyata tidak seperti yang aku pikirkan. Dia berkepribadian lembut. Aku salah besar jika menilainya hanya dari penampilannya saja. Dia bahkan manawariku untuk mangajariku bermain gitar. Aku tak mungkin menolak hal itu. Sedikit demi sedikit aku mulai bisa bermain gitar. Kali ini tidak hanya sekali saja dia duduk di bawah pohon rindang depan rumahku. Tapi sering, kami pun jadi akrab dan saling bercerita dan berbagi masalah satu sama lain.
    Satu hal yang sangat aneh terjadi pada Reza. Sudah seminggu lebih dia tidak datang di bawah pohon rindang. Aku mencari di kampus dia juga tidak terlihat. Setelah selesai pulang kampus, seperti biasa aku mengambil uang nasi. Di salah satu warung yang aku datangi, ibu pemilik warung itu memberikanku sebuah kertas kecil. Aku tak tau isinya.
    “Kamu baca saja nanti jika sudah pulang, Nak” katanya.
    “Ini dari siapa Bu” tanyaku.
    Ibu itu tak mau meberitahukan padaku. Aku pun pulang dan segera membaca kertas kecil yang diberikan oleh Ibu tadi. Perlahan-lahan aku membukanya dan isinya adalah sebuah surat. Aku langsung melihat nama pengirimnya. Ternyata surat itu dari Reza. Aku segera membacanya.
    Assalammu’alaikum
    Salsa apa kabar? Semoga kamu dalam keadaan baik saat membaca surat ini
    Salsa, maaf ya aku tidak bisa lagi mengajari kamu main gitar. Dan maaf juga jika selama ini aku telah mengambil tempat favoritmu. Aku sebenarnya tahu jika kamu sempat jengkel kepadaku. Sekali lagi aku minta maaf Salsa. Aku juga minta maaf jika aku tidak berpamitan denganmu sebelumnya. Aku mendapatkan beasiswa mendadak untuk kuliah di Sorbone Unversity. Ini sangat mendadak dan aku tidak sempat memberitahumu. Aku mencari kamu di kampus sebelum keberangkatanku, tapi kamu sudah pulang saat itu. Akhirnya aku menitipkan surat ini pada Ibuku.
    Warung yang setiap kali kamu datangi itu adalah warung ibuku. Aku sudah mengetahuimu sejak lama, sejak aku belum mempunyai kegemaran duduk di bawah pohon rindang. Mungkin kamu pernah melihatku saat kamu mengambil uang nasi. Aku tidak tahu berapa tahun aku akan di Sorbone. Tapi aku ingin mengatakan hal yang belum sempat aku katakan padamu. Aku ingin menjadikanmu sebagai pendamping hidupku. Sudah lama aku menantikan ingin mengatakan hal ini tapi belum kesampaian. Jika kamu bersedia, tunggulah aku sampai aku pulang. Aku berjanji setelah kepulanganku, aku akan mencarimu. Sebagai janjiku padamu, ambillah gitarku di rumah. Aku sengaja meninggalkannya untukmu. Jika kamu mengambilnya, itu tanda bahwa kamu bersedia. Jika tidak, maka kamu tidak bersedia. Dan seumpama kamu tidak bersedia, maka jangan putuskan hubungan kita. Setidaknya kita masih bisa bersahabat. Seringlah main dan akrab dengan ibuku. Satu lagi, aku suka dengan nasimu. Entah itu nasi buatanmu atau ibumu. Tapi aku berharap yang membuat nasi itu adalah kamu.
    Maaf dan terima kasih Salsa. Dan sampai bertemu di lain hari
    Wassalammu’alaikum

    Yang mengharapkamu,
      Reza

    Air mata Salsa menetes saat membaca surat itu. Air mata kebahagian sekaligus kesedihan. Dan bahagia karena selama ini Reza menaruh hati padanya, dan sedih karena Reza harus berpisah untuk sementara waktu dengannya. Dia baru sadar bahwa dia juga suka dengan Reza. Rasa itu mulai disadari saat Reza sudah tak bersamanya dan dia mulai merasa kehilangan. Sebelumnya dia memutuskan pilihanya terhadap permintaan Reza, dia sholat istiqarah, meminta petunjuk pada Allah. Dia pun menemukan jawaban kemantapan hati terhadap Reza. Dia berniat untuk mengambil gitar Reza. 
    Setahun kemudian, sebuah surat datang dari Sorbone. Surat itu dari Reza dan intinya Reza mengucapkan terima kasih karena telah percaya padanya. Reza juga berpesan agar Salsa kuliah dengan sungguh-sungguh dan mengejar mimpinya. Jadikanlah musik sebagai penghibur dikala sedih. Alunan musiknya akan menenangkanmu. Musik sebagai tanda cintanya dan sebagai obat. Salsapun membuktikan bahwa dia telah melaksanakan pesan Reza. Kini Salsa menjadi asisten dosen seperti Reza dulu. Di sela-sela penantiannya, Salsa terus berproses menjadi lebih baik.

    12/02/2015

    SHARE

    By: Catatan Tania P On: 23.09
  • Share The Gag


  • Dialektika Alam Bawah Sadar dengan Buku Harian


    Buku harian atau yang akrab disebut dengan diary merupakan hal yang tidak asing lagi bagi setiap orang. Diary sendiri adalah kata dari bahasa inggris. Menurut wikimedia.comdiary adalah catatan kejadian yang kita alami sehari-hari. Setiap hari kita menulis apa yang kita alami. Menurut Bambang Prakuso dalam bukunya yang berjudul “Raih Impianmu dengan Catatan Harian”, Fungsi buku harian adalah sebagai kenangan masa-masa yang pernah kita alami. Bisa juga sebagai moment sejarah kehidupan kita. Apapun yang telah kita alami, baik itu merupakan hal yang sedih ataupun bahagia dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis buku harian. 
    Buku harian mempunyai implikasi dengan alam bawah sadar. Saat seseorang menulis buku harian, sebenarnya orang tersebut sedang berkomunikasi dengan alam bawah sadarnya. Alam bawah sadar manusia kadang juga harus dipancing untuk mengaktifkannya. Kenapa kadang ada orang yang setelah menulis buku harian dan setelah menulis buku harian rasanya merasa lega, seolah ada seseorang yang telah membantunya mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Padahal orang tersebut hanya menulis apa yang dirasakannya dalam buku harian. Ini semua berkaitan dengan alam bawah sadar manusia. Saat seseorang menulis buku harian, terjadi dialektika antara diri kita dengan alam bawah sadar. Cara kita membuka dialog dengan alam bawah sadar itu berbeda-beda setiap orang. Misal, ada orang yang memperlakukan buku hariannya sebagai temannya. Anne Frank adalah salah satu orang yang terkenal karena buku hariannya. Dia menyebut buku hariannya sebagai temannya. Dia menamai buku hariannya. Dia meneulis apapun yang terjadi dalam hidupnya dalam buku hariannya itu. Dia memberi nama buku hariannya dengan nama Kitty. Saat kali pertama menulis kata pada buku hariannya, kata pertama yang ditulis supaya alam bawah sadar kita terbuka adalah buku harian tidak sekedar buku, melainkan mengimajinasikan sebagai seorang teman atau apapun yang kit rasa sangat kita sayangi. Kata yang dapat digunakan untuk menyapa temannya itu. Misalnya, 
    Dear Kitty...... 
    Hai kitty apa kabar?
    Aku dalam kondisi baik kitty, kamu apa kabar?
    Kata tersebut sering digunakan saat pertama menulis buku harian. Kata-kata yang seolah menganggap buku harian adalah teman kita itu adalah kunci untuk membuka alam bawah sadar kita dan mulai berkomunikasi dengan alam bawah sadar. Lantas dimana proses dialektika itu terjadi? Proses itu terjadi saat kita menulis sesuatu di buku harian kemudian kita mengajukan sebuah pertanyaan lalu kita menjawab prtanyaan itu sendiri. Contoh tulisan dalam buku harian yang merupakan dialog dengan alam bawah sadar :
    Kamu tahu tidak hari ini adalah hari yang membahagiakan bagiku?
    Hari apakah itu?
    Hari saat aku bertemu dengan orang yang paling berarti dalam hidupku. Rasa sedihku seolah hilang kala aku bercakap-cakap dengannya. Aku sangat senang Kitty
    Implikasi alam bawah sadar dengan diri kita sendiri dapat dianalogkan bak gunung es, walaupun gunung itu menjulang tinggi di permukaan, tapi di dasar laut itu masih ada gunung es yang lebih tinggi dan jauh menancap lebih kuat daripada gunung es yang terlihat dari permukaan. Hal ini telah menjelaskan kepada kita bahwa alam bawah sadar itu sangat berpengaruh terhadap hidup kita. Jika dalam persen, prosentase urgensi alam bawah sadar lebih tinggi daripada prosentase alam sadar. Oleh karena itu, dalam berkomunikasi dengan buku harian, harus dengan kata-kata yang positif. Hindari menulis buku harian dengan kata-kata negatif. Jika menggunakan kata negatif, kemungkinan besar alam bawah sadar akan tersugesti ke pikiran negatif itu dan berdampak negatif juga bagi kita.
    Apa yang kita pikirkan, semesta akan menagkapnya dan akan mengembalikan kepada diri kita sendiri. Di semesta ini ada yang dinamakan dengan hukum daya tarik atau yang biasa disebut dengan Law Of  Attraction (LOA). Prinsip dari LOA adalh
    1. Everything draws to it self that which is like itself
    2. Whatever you hold in your mind, your body moves toward
    So, you are what you thimh, be carefull with  your wish, if you think you can, you can do anything if you have faith (raih impian dengan catatan harian, bambang prakoso, 2011, 21)
    Dari kedua prinsip yang telah penulis kutib tersebut menjelaskan bahwa kita harus berhati-hati dengan apa yang kita fikirkan. Apapun yang kita fikirkan akan kembali kepada diri kita sendiri. Saat penulis masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, penulis ingat salah satu kata dari guru penulis “ Kamu sekarang adalah apa yang kamu fikirkan semenit sebelumnya”. Arti dari kara tersebut yaitu apa yang kita lakukan sekarang adalah apa yang telah fikiran kita fikirkan. Kata-kata guru penulis ini mempunyai arti yang sama dengan prinsip LOA.
    Beberapa manfaat dari menulis buku harian sebagai berikut :
    1. Sebagai terapi diri
    Yang dimaksud dengan terapi diri adalah terapa yang kita lakukan sendiri dan untuk kita sendiri. Misal, saat kita sedang sedih atau banyak masalah, maka saat kita membagikan apa yang kita rasakan pada buku harian, maka perasaan kita akan terasa nyaman.
    2. Sebagai gerbang ke dunia penulisan dan penerbitan
    Jika kamu ingin menjadi penulis, mulailah dulu dari langkah sederhana untuk menulis buku harian. Tidak usah difikirkan bagaimana tulisan kita itu. Tulisannya berbobot atau tidak itu urusan belakangan. Yanng terpenting adalah terus menulis. Saat kita tekun menulis, kita akan sadar bahwa dari waktu ke waktu kemampuan kita untuk mengungkapkan gagasan akan bekembang juga.
    3. Dapat menjaga rahasia dengan baik
    Mau tidak mau harus diakui bahwa buku harian itu tidak pernah membongkar rahasia seseorang kecuali jika ada orang yang mengetahui buku harian itu. Diary itu sifatnya adalah privasi. Jika memungkinkan gunakan buku harian yang ada kata sandinya atau ada pengamannya agar setiap orang dapat tidak dapat membacanya. Kalau tidak begittu, maka buku harian dapat ditulis dengan kata sandi. Dimana yang megerti hanya pembaca saja. Selain itu status sosisal juga akan membedakan tentang apa yang ditulis dalam buku harian.(tania)

    KNOWLEDGE

    By: Catatan Tania P On: 23.02
  • Share The Gag


  • Pendekatan Sosiologi dalam Mengkaji Agama

    Pendekatan selanjutnya yang akan dibahas adalah pendekatan sosiologi. Pendekatan sosiologi adalah pendekatan yang berkaitan dengan hal-hal sosial atau yang berhubungan dengan orang lain. Sosiologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari kehidupan manusia dalam tata kehidupan bersama. Pusat perhatiannya adalah kehidupan kelompok dan tingkah laku sosial. Pendekatan sosiologi berasumsi bahwa gejala agama dapat dimengerti dengan gejala sosial. Kategori sosiologis dalam mengkaji agama yaitu :
    1. Stratifikasi sosial
    2. Kategori biososial
    3. Pola organisasi sosial
    4. Proses sosial
    Sebelum menlangkah pada pembahasan yang lebih lanjut ada perbedaan antara mengakaji secra luas dan secara partikular. Mengkaji secara partikular bukan menggunakan pendekatan sosiologi, melainkan menggunakan antropologi. Antropologi mengkaji unsur-unsur sosial dari masyarakat, apapun yang berkaitan dengan sosial dari elemen-elemen penyusunnya. Berbeda dengan pendekatan sosiologi. Pendekatan sosiologi mengkaji keseluruhan soisal masyarakat. Contoh sederhana dari pendekatan sosiologi adalah perbedaan sosial di desa dan perkotaan. Di desa, lebih bersifat komunalisme, yaitu saling mengenal. Dan jika ada sesuatu hal yang berbeda di pedesaan, makan hal itu akan jadi pusat perhatian. Berbeda dengan di kota, sifat perkotaan lebih individualisme. Hal apapun yang berbeda tidak akan jadi permasalahan.
    Beberapa teori sosial sebagai pendekatan sosiologi adalah :
    1. Fungsionalisme struktural
    Teori fungsionalisme struktural dikembangkan pada abad 20-an oleh para sosiolog dan antropolog. Sampai pada tahun 1960-an teori ini masih dianggap sebagai teori yang dominan dalam sosiologi. Ilmuan dalam teori ini adalah Kingsley Davis. Davis menyatakan bahwa pengujian atas peran dan fungsi yang dijalankan oleh sebuah institusi atau perilaku tertentu dalam masyarakat dapat dilakukan melalui analisis fungsional. Teori ini memandang bahwa masyarakat adalah sistem dinamis yang terdiri dari subsistem yang saling berhubungan. Titik tekannya adalah ketaraturan. Konsep utama adalah fungsi, disfungsi, fungsi laten, fungsi manifest dan keseimbangan.
    2. Tindakan
    Dalam sosiologi ada dua konsep dasar, yaitu konsep tindakan sosial dan konsep tentang penafsiran dan pemahaman, yang menyangkut metode untuk menerangkan konsep tindakan sosial. Weber menerangkan ada lima ciri pokok dalam sosiologi terkait dengan tindakan yaitu:
    A. Tindakan manusia
    B. Tindakan nyata yang bersifat membantu
    C. Tindakan yang meliputi pengaruh positif dari suatu situasi
    D. Tindakan diarahkan pada seorang atau individu
    E. Memperhatikan orang lain dan terarah
    Dalam tindakan sosial, Weber menganjurkan untuk menggunakan interprestasi atau verstehen.
    3. Teori Konflik
    Teori konflik lahir karena ada relasi tumpang tindih antara negara Barat dan negara islam. Sesuai pandangan ini, dunia islam mengalami kemiskinan akibat kapitalis di dunia Barat. Teori konflik memiliki beberapa asumsi, antara lain :
    1. Manusia mempunyai kepentingan dan berusaha untuk memenuhinya
    2. Kekuasaan mendapatkan penekanan sebagai pusat hubungan sosial
    3. Ideologi dan nilai berasal dari kelompok berbeda dan digunakan untuk mengejar kepentingan sendiri.
    Menurut Turner, teori konflik berakar pada pemikiran Karl Marx dan Marx WeberKarl Marx mengajukan beberapa proposisi :
    1. Semakin distribusi pendapatan tidak merata, semakin besar konflik kepentingan antara kelompok atas dan kelompok bawah
    2. Semakin sadarnya kelompok bawah akan kepentingannya, semakin keras mereka mempertanyakan kepentingan mereka
    3. Semakin besar kesadaran mereka akan interaksi, maka semakin keras pertanyaan mereka tentang keabsahan sistem pendapatan
    4. Semakin kuat ideologi kelompok bawah, maka semakin besar kecenderungan terjadinya polarisasi sistem yang ada
    5. Semakin luas polarisasi, semakin keras konflik yang terjadi
    6. Semakin keras konflik yang ada, semakin besar perubahan struktural
    Randal Colliris menggunakan teori konflik untuk menganalisis perkembangan masyarakat. Dia berasumsi bahwa dalam usaha memiliki kekayaan, kekuasaan dan prestise, rakyat tidak mau kalah secara sukarela. Konflik terjadi akibat perebutan hal tersebut. Yang paling mengerikan adalah konflik dalam bentuk kekerasan fisik.
    4. Teori Perubahan Sosial
    Menurut Rafik Karsidi, perubahan sosial dapat terjadi pada berbagai tingkatan kehidupan manusia. Ruang gerak perubahan berlapis-lapis, dimulai dari kelompok terkecil atau dari individu, keluarga hingga tingkat dunia. Robert Lauwer mengatakan bahwa tingkat analisis perubahan sosial terkecil adalah individu, interaksi, organisasi, institusi, komunitas, masyarakat, kebudayaan, peradaban pada tingkat dunia. Ditinjau dari proses terjadinya ada perubahan sosial yang direncanakan dan perubahan sosial yang tidak direncanakan. Perubahan sosial yang direncanakan adalah perubahan yang disengaja dan dipersiapkan dengan menetapkan tujuan yang akan dicapai, menetapkan sasaran, melaksanakan program kegiatan dan melaksanakan perubahan sosial. Perubahan sosial yang tidak direncanakan terjadi dengan sendirinya sebagai akibat dari interaksi antar individu dalam sistem sosial dalam suatu masyarakat tertentu.
    Berdasarkan jangka waktu terjadinya ada perubahan jangka pendek dan ada perubahan jangka panjang. Berdasarkan tingkat terjadi, ada perubahan tingkat mikro (individu), intermediat (kolompok) dan tingkat makro (masyarakat). Zaltman dan Duncan mengklasifikasikan perubahan sosial menjadi 6 tipe, yaitu :
    1. Perubahan yang terjadi pada individu
    2. Perubahan yang berlangsung jangka panjang
    3. Perubahan kelompok pada waktu singkat
    4. Perubahan dalam kelompok dalam waktu yang lama
    5. Perubahan yang terjadi secara mikro dalam waktu singkat
    6. Perubahan yang terjadi secara makro dalam waktu lama
    Cara menganalisis perubahan sosial ada dua yaitu secara internal dan eksternal atau yang umum dikenal dengan “SWOT” (Streght, Weakness, Opportunity, Threatment). Kekuatan dan kelemahan adalah cara menganalisi secara internal. Sedangkan kesempatan dan ancaman adalah cara menganalisis perubahan sosial secara eksternal. Sekarang pertanyaannya adalah, apakah kita sudah mampu menganalisi gejala sosial disekitar kita sebelum kita menggunakan pendekatan sosial untuk menganilis agama? (tan)