Antara Maqam dan Panjang Umur
Maqam manusia menurut ilmu tarikat itu berbeda-beda. Mulai dari syariat, tariqot, hakikat,dan maqrifat. Manusia biasa yang mengerti segala sesuatu dan mengamalkan apa yang dimengerti itu masuk dalam kategori syariat. Tariqot tingkatannya lebih tinggi lagi daripada dengan syariat. Maqam paling tinggi adalah maqom ma’rifat. Sebelum sampai pada maqom ma’rifat, tahap-tahap maqom sebelumnya harus dilalui. Tapi bagi seorang yang dikhususkan bisa langsung pada maqam ma’rifat. Maqom ini adalah maqomnya para waliyullah. Mereka adalah orang-orang yang istimewa. Kekasih Allah. Tidak sembarang orang bisa menjadi waliyuAllah. Mereka mempunyai tempat tersendiri di hati manusia yang lain. Disini buka berarti mereka di sembah oleh manusia. Yang wajib disembah hanya Allah SWT. Walaupun para waliyullah itu sudah tidak ada di dunia ini, namun jasa-jasanya masih terasa hingga saat ini. Bahkan sampai saat ini pun terasa bahwa mereka masih ada berbaur dengan kita di dunia. Seperti apa yang dikatakan oleh Gus Dur “Orang yang baik itu adalah saat kelahiran semua orang tertawa bahagia, dan saat kematian semua orang menangis”.
Ustadah dari penulis pernah dhawuh ( berbicara) pada penulis, bahwa orang yang dikatakan panjang umur itu bukan berarti umurnya panjang. Sampai beratus-ratus tahun. Yang dinamakan panjang umur itu orang yang umurnya barokah. Barokah disini maksudnya saat orang tersebut sudah tidak di dunia ini, rasanya orang tersebut masih ada di dunia dan apa pun yang pernah dilakukan masih membekas di hati manusia. Jadi, bukan sekerdar panjang umur diartikan sebagai jumlah umurnya ditambah, melainkan jumlah kebaikan yang kita lakukan dan efek ke belakangnya lagi yang akan di tambah.Selagi masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri, sesegera mungkin mengupload kebaikan dan mendelete semua keburukan . Walaupun sulit, tapi harus dibiasakan. Sesuatu yang sulit di rubah, jika dipaksa, maka akan terbiasa juga.Hubungan antara maqam dengan makna panjang umur adalah saling berkesinambungan. semakin tinggi maqam seseorang, makan kebermanfaatan orang itu bagi orang lain akan semakin banyak pula. tanpa perlu dipelajari lagi makna dari panjang umur, mereka yang sudah berada pada maqam tertentu akan mampu memahaminya dan memperolehnya.
Selain itu maqam itu apa hanya di artikan hanya sebagai tingkatan-tingkatan dalam tarikat saja? Pengertian maqam secara luas, idak hanya melulu pada maqam yang disebutkan di atas. Maqam dalam ilmu tasawuf berkaitan dengan zuhud, wara’, sabar, syukur dan mahabbah. Ada banyak maqam dalam tasawuf. Dalam postingan berikutnya akan dibahas lebih lanjut mengenai maqam-maqam dalam tasawuf tersebut.(Tan)
0 komentar:
Posting Komentar