Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

2/19/2017

Tagged Under:

Manfaat Menuntut Ilmu

By: Catatan Tania P On: 08.33
  • Share The Gag
  • Assalamu'alaikum Wr.  Wb.
    Bagaimana kabar pembaca blog saya?  Semoga kabar para blogger baik yaa...
    Alhamdulillah penulis juga baik.  Semoga suatu saat kita bisa dipertemukan di dunia nyata (bagi yang belum pernah tahu saya hehe)
    Kali ini yang akan aku pos mengenai "Manfaat mempelajari Suatu Ilmu"
    Ilmu merupakan cahaya.  Al ilmu nurrun.  Sesungguhnya ilmu akan mampu menerangi kehidupan seseorang jika ilmu itu benar-benar dimanfaatkan dengan baik.  Selain itu bagaimana  proses ilmu itu didapat juga harus diperhatikan.  Karena pada akhirnya nanti akan ada efeknya untuk kehidupan kita.
    Sebenarnya ilmu itu apa ya?  Terus bendanya dengan pengetahuan itu apa?  Hmmm penulis juga bingung siihhh hehehe
    Yapz,  ngomongin masalah ilmu sekarang kita check arti keduanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)  ya...
    Ilmu adalah pengetahuan yang disusun sistematis dengan metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu pada bidang pengetahuan.  Sedangkan pengetahuan adalah wawasan dalam segala bentuk hal. Dari sini cukup jelas tentang perbedaan keduanya.  Intinya kalau ilmu itu bersyarat dan pengetahuan itu tidak bersyarat. Tahap pertama yang diperoleh manusia adalah pengetahuan baru setelah itu akan mampu masuk ke ranah yang lebih luas yaitu ilmu.
    Menengok kisah dari penulis yaa hehe.  Dulu waktu penulis masih kelas empat sekolah dasar,  penulis mempelajari tentang materi IPA dan tepat pada materi tata Surya.  Penulis ingat betul bagaimana saat itu penulis susah payah menghafal nama-nama planet beserta karakteristiknya dan sekaligus benda-benda langit lainnya.  Termasuk pada satu pembahasan tentang rasi Bintang.  Saat itu penulis bergemang sendiri "Kenapa mempelajari ini.  Gunanya apa?  Toh aku juga tidak bisa tahu secara langsung.  Pengen ke Bosca tapi juga jauh mustahil". Hehe itu tadi gumanan anak SD yaa..  Kalau sekarang penulis bukan SD lagi. Walau seperti itu penulis tetap mempelajarinya dan penulis masih belum mengerti manfaat apa yang akan penulis dapatkan nanti.  Nah,  pada saat inilah yang penulis dapatnya disebut pengetahuan (hal ini bagi yang menerima).  Tapi sebenarnya hal yang penulis dapatkan itu adalah ilmu bagi mereka yang sudah benar-benar membuktikannya. 
    Tahun berganti tahun.  Umur juga sudah mulai dewasa ya.  Hmmm penulis perkirakan sepuluh tahun setelah itu. Apa yang terjadi???
    Yang terjadi penulis sudah tua.  Hahaha bukan yaaaa...
    Sepuluh tahun setelah itu,  penulis menemukan lagi hal serupa seperti apa yang penulis alami di kelas empat SD.  Saat penulis berada di sebuah kapal laut, di luar kapal  dan kebetulan langit malam itu cukup terang dan banyak bintang tapi udara laut sungguh dingin. Malam di laut sungguh berbeda daripada malam di daratan.  Sangat pekat dan me menakutkan. Saat itu penulis berada di bagian atas kapal,  tepat di bawah sang nahkoda.  Saat itu penulis mengamati langit sekitar.  Dan apa yang penulis dapatkan?  Rasi Bintang?  Betul.
    Ya,  saat itu penulis melihat gugusan rasi bintang secara langsung dan Subhanallah ini merupakan kebesaran Allah dan merupakan hal yang menakjupkan.  Ciptaan Allah sungguh Indah. Saat itu penulis langsung teringat pelajaran kelas empat SD tentang rasi bintang tadi.  Kemudian penulis mencoba mengingat tentang bentuk rasi bintang yang penulis lihat.  Dan yang penulis lihat saat itu adalah rasi Bintang biduk dan rasi ini menunjukkan arah Utara.  Dari sini penulis menyadari berarti ini manfaat yang penulis dapat saat belajar dulu. Saat penulis bingung tidak tahu arah,  rasi bintang yang menjadi penunjuknya.  Mungkin jika penulis tidak mempelajarinya dulu,  penulis tidak akan tahu namanya dan arahnya. Inilah yang dinamakan manfaat dari mempelajari suatu ilmu.  Dan saat hal itu benar terjadi kedua kalinya,  tentu kita akan menyikapi dengan berbeda saat kita memperolehnya dulu dan sekarang.  Kenapa berbeda?  Inilah yang dinamakan hukum alam.  Dan alam akan menerjemahkan segala sesuatu sesuai dengan indrawi kita.  Hal ini sesuai dengan teori Hume,  salah satu tokoh filsafat empiris.
    Barusan kita ngomongin tentang empiris ya,  dan hal ini mendekat dengan syarat ilmu.  Dimana syarat dari suatu ilmu itu adalah mempunyai metode dan dapat dibuktikan.  Dan salah satu pembuktiannya yaitu dengan pembuktian empirik tersebut.  Nah,  dari sini yang penulis dapatkan bukan hanya pengetahuan dan ilmu,  melainkan keduanya.  Sehingga saat itu juga prosesnya menjadi ilmu pengetahuan(berikut tahapannya:)
    1. pengetahuan (saat masih SD)
    2. ilmu ( saat melihat langsung dan menyamakan dengan teori yang pernah didapat)
    3. ilmu pengetahuan ( saat sudah menjadi teori dan sudah benar-benar dipercayai)
    Ilmu pengetahuan itu menerangi kehidupan.  Dan manfaat dari kita mempelajarinya tentu ada.  Jika pada saat itu kita belum mengetahui manfaatnya,  percayalah bahwa suatu saat nanti akan kita temukan manfaatnya.  Hal itu akan datang dua kali dalam hidup kita bahkan akan lebih.  Dan saat hal itu datang pada kita,  kita akan menerimanya dan merespon dengan cara yang berbeda.  Pada intinya satu hal,  carilah suatu pengetahuan dan ilmu itu sebanyak-banyaknya dan jangan lupa ikhlas dan istiqomah dalam mencarinya.  Karena jika kita ikhlas,  hati akan bersih dan NurIlahi mampu masuk dalam hati kita dan memberikan cahaya pada fiqul kita.  InsyaAllah. Dan manfaat terbesar dari ilmu pengetahuan itu adalah menjadikan kita sebagai sebaik-baiknya manusia yang bermanfaat bagi orang lain.  Seperti peribahasa yang mengatakan bahwa padi semakin berisi semakin merunduk.  Begitupun dengan manusia yang semakin berilmu akan semakin tawadlu'. Dan ilmu itu juga identik dengan buku.  Maka, cintailah buku dan jadikan sahabat sebagi pengisi hari-hari luang untuk menambah pengetahuan.
    Okay blogger,  bagaimana sudah cukup puas atau masih kurang lagi curhatan penulis hehe.  Jika dirasa masih ada teori yang belum sesuai dan ada kesalahan dalam pemahaman penulis,  penulis juga minta dibetulkan.  Kita semua berbagi dan belajar :-)
    Okay cukup sekian ya sahabat blogger,  sampai bertemu di tulisan curhatan penulis lainnya hehe
    Wassalamu'alaikum Wr. wb.

    0 komentar:

    Posting Komentar