Kontradiksi Tengah Malam
Loyal, katamu….
Adalah suatu kamuflase belaka
Hanya ongokan bangkai yang menyeringai
Bak serigala yang haus akan mangsa
Meraung di atas denting dua belasan
Mencari mangsa dari gelagak tak bermakna
Adalah suatu kamuflase belaka
Hanya ongokan bangkai yang menyeringai
Bak serigala yang haus akan mangsa
Meraung di atas denting dua belasan
Mencari mangsa dari gelagak tak bermakna
Malam…..
Yang katanya penuh arti
Tempat nostalgia hati
Kau pikir malam dapat kau caci maki
Setelah kian lama tak sempat kau dekati
Hanya ada dalam imaji yang tak dikehendaki
Menyerupa hidup tapi mati
Yang tak pernah tersentuh, tergapai dan terusik
Tapi tenang dalam rayuan hibernasi
Menikmati dunia yang dibuatnya sendiri
Kala si bangkai dilempar di malam yang tak berjanji
Mungkin si pungguk hanya tersenyum pada bulan ini
Tak ada harapan yang terobati
Sejuta kamuflase pungguk yang belum sejati
Jika kau tau, pungguk tak pernah berusaha barang sedikit
Dia hanya tersenyum sambil mengamati
Sedang si bangkai busuk tiap hari menyeringai
Mengaku serigala yang bukan dari dirinya
Demi menatap mata si bulan ini
Tapi waktu tak pernah memihak si bangkai
Dan menganggap pungguk yang selalu bersanding dengan bulan ini
Yang katanya penuh arti
Tempat nostalgia hati
Kau pikir malam dapat kau caci maki
Setelah kian lama tak sempat kau dekati
Hanya ada dalam imaji yang tak dikehendaki
Menyerupa hidup tapi mati
Yang tak pernah tersentuh, tergapai dan terusik
Tapi tenang dalam rayuan hibernasi
Menikmati dunia yang dibuatnya sendiri
Kala si bangkai dilempar di malam yang tak berjanji
Mungkin si pungguk hanya tersenyum pada bulan ini
Tak ada harapan yang terobati
Sejuta kamuflase pungguk yang belum sejati
Jika kau tau, pungguk tak pernah berusaha barang sedikit
Dia hanya tersenyum sambil mengamati
Sedang si bangkai busuk tiap hari menyeringai
Mengaku serigala yang bukan dari dirinya
Demi menatap mata si bulan ini
Tapi waktu tak pernah memihak si bangkai
Dan menganggap pungguk yang selalu bersanding dengan bulan ini
0 komentar:
Posting Komentar