What's Feature
Feature
merupakan salah satu jenis tulisan jurnalistik yang mempunyai bahasa tidak
sekaku seperti straight news. Bahasa yang digunakan oleh feature
mengalir, dan sistem penulisannya walaupun bahasanya tidak kaku, namun masih
mengikuti aturan penulisan berita. Secara umum feature biasa disebut dengan
berita kisah. Feature menuturkan berita dengan bahasa yang lembut dan tidak
terikat oleh aturan-aturan yang ada dalam penulisan berita, seperti aturan staright
news. Jika dalam straight news, penulisan di model dengan sistem
piramida terbalik, dimana bagian penting berada di atas, dan semakin bawah
merupakan bagian-bagian yang kurang penting dan semakin mengerucut. Tapi pada
model penulisan feature tidak terkekakang oleh aturan ini. Penulisan feature
tidak harus menggunakan model piramida terbalik. Bisa juga penulisan feature
menggunakan model kronologis. Dimana seorang penulis membuat tulisan sesuai
dengan urutan waktu. Penulis membuat mulai dari awal kisah kejadian hingga
akhir kejadian. Walau model penulisan yang kronologis ini mirip dengan cerita,
tapi feature tidak lepas dari kaidah berita jurnalistik. Feature tetap ditulis
dengan aturan jurnalis. Berita yang ditulis harus sesuai fakta dan seorang
jurnalis harus tetap melakukan crosscheck dan verifikasi sebelum
menuangkan beritanya dalam bentuk tulisan.
Pada penulisan feature, jurnalis membuat
berita dari sudut pandang yang berbeda. Dan feature ini mempunyai satu nilai tersendiri
sehingga feature mampu masuk ke dalam emosi pembaca. Feature mengandung human
interest. Nilai ini ada pada feature sehingga membedakan feature dengan
tulisan jurnalis yang lain. Human interst yang menjadi point of views
dari tulisan feature ini, mengantarkan sebuah tulisan feature mampu menyentuh
hati pembaca. Bahasa yang digunakan pun juga tidak menggunakan bahasa yang
kaku, pemilihan kata juga dilakukan dengan pemiliha yang tepat. Selain itu
feature juga tidak terikat dengan waktu. Seorang wartawan menulis straight
news, berita yang ditulis harus benar-benar berita up to date.
Berbeda dengan penulis feature. Penulis feature menulis berita apapun tanpa
keteriatan waktu. Penulis bebas mau menulis berita dari sejak zaman kapan pun.
Asalkan penulis bisa mengolah tulisannya sehingga tidak terkesan kaku. Misal
saja, tulisan tentang Situ Bagendit. Tulisan ini mengulas tentang sejarah, peristiwa
yang pernah terjadi, kondisi situ, dan andil masyarakat tentang Situ Bagendit
saat ini. Hal ini jelas sekali bahwa
Situ Bagendit bukanlah berita yang up to date. Tapi saat Situ Bagendit
menjadi sebuat tulisan feature, maka Situ Bagendit ini bisa menjadi sebuah
berita. Dimana unsur-unsur dalam penulisan yang membuat berita menarik dan
tidak terkesan jadul harus terpenuhi. Misalkan saja, penulis mengambil angel
dari masalah terkait euforia pengunjung ke Situ dan alasan pengunjung kesana yang
masih belum banyak diketahui media. Wartawan disini sekaligus melakukan
penggalian data, crosscheck dan verifikasi juga. Jadi, tulisan feature
ini murni memang benar-benar tulisan model jurnalistik. Semua yang diberitakan
adalah fakta. Hanya saja bahasa yang digunakan tidak sekaku model piramida
terbalik, terdapat unsur human intertesnya. Ada unsur subjektifitas
dalam penulisan yang terkait dengan sudut pandang, bukan masalah opini. Dan
yang penting juga ada kreatifitas wartawan dalam mengkombinasikan sudut pandang
berdasarkan riset-riset dan data yang telah ditemukan.
Unsur
human interst yang ada dalam feature disini, merupakan segala sesuatu
yang menimbulkan minat, perhatian dan kepentingan masyarakat. Human interst
bisa terkait dengan sesuatu atau terkait dengan kehidupan seseorang, bisa
mengenai kehidupan sehari-hari yang tidak biasa, aneh dan unik sehingga banyak
diminati pembaca. Human interst selain menjadi daya tekan dari feature
juga sekaligus menjadi salah satu jenis feature. Jenis jenis feature ada
banyak, seperti feature sejarah, feature perjalanan, feature tokoh, feature
keahlian, feature ilmiah, dan feature berita. Karena penekannya feature pada
human interst saja, akhirnya banyak yang mengiri bahwa feature hanya sekelumit
tentang human interst. Padahal feature sendiri ada banyak macamnya.
Feature, menjadi salah satu bagian dari karya jurnalistik yang khas. feature
dapat dianalogikan dengan cerita pendek (cerpen) untuk karya jurnalistik (cerpenjur),
yaitu suatu corak bertutur yang menggunakan narasi, penuh kata berbungan-bunga
dan ungkapan yang mendayu-dayu. Namun demikian, ungkapannkata tidak boleh
berlebihan. Cerpenjur bukanlah karya fiksi, tidak memuat ilusi pengarangnya,
melainkan bercerita mengenai sesuatu yang konkret dan nyata. (tan)
0 komentar:
Posting Komentar