Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

2/06/2016

story

By: Catatan Tania P On: 15.38
  • Share The Gag

  • Ibu, Aku Benci Ayah....!!!!!
    Oleh Tania Pramayuani

    Seorang gadis perempuan datang menemui ayahnya. Saat itu ayahnya sedang duduk di serambi depan rumahnya. Dia baru saja menyudahi percakapannya dengan salah satu tetangga. SI anak gadis datang dengan raut muka marah. Dia menganggat kerah lengan bajunya. Ayahnya kaget melihat ekspresi wajah anak gadis tersebut. Si gadis mendekat pada ayahnya dan dia berkata “Apakah ini yang Ayah kerjakan setiap hari? Hanya bercakap-cakap dengan tetangga. Lihat ibu sedang bersusah payah mencoba untuk mencari penghasilan tambahan”. Sang ayah kemudian menjawab “Jangan sok-sok an kamu menasehati ayah. Anak baru kemarin sore sudah berani sama orang tua ya”. Kemudian ayahnya pergi meninggalkan serambi. Anak gadis itu hanya terdiam. Dia terus mengamati langkah ayahnya dari belakang. Dia tak sadar hingga air matanya pun jatuh. Matanya merah. Dia melihat ayahnya pergi ke belakang. Tatapan matanya penuh dengan kebencian.
    Setelah kejadian tersebut, si gadis berniat mengatakan apa yang telah ayahnya lakukan kepadanya kepada ibunya. Dia mengambil sepedanya dan sesegera mungkin dia menuju tempat kerja ibunya. Ibunya bekerja di sebuah tempat cucian baju. 
    Sesampainya di sana, si gadis itu menempatkan sepedanya di dekat dinding. Dia terpaksa menggunakan dinding sebagai sandaran sepedanya, karena sepedanya tidak ada standartnya. Saat tiba di pintu masuk tempat ibunya bekerja, betapa terkejutnya si gadis. Dia melihat ayahnya sedang memarahi ibunya. Dia membentak-bentak si ibu dan si gadis juga melihat ibunya sedang menangis saat itu juga. Si gadis langsung berlari menghampiri ibunya. “Ayah... Hentikan!!!”. Ayahnya kaget mendengar suara anaknya. Dia menoleh. Dan ibunya pun menatap ke arah anak gadisnya itu. Anak gadis itu pun datang memeluk ibunya. Dia mencoba menenangkan hati ibunya. “Apa yang kamu lakukan disini. Bukannya seharusnya kamu sekolah. Lihatlah kelakuan anakmu sekarang ini” kata ayahnya sambil melihat ke arah ibunya. Mata ayahnya sangar. Penuh dengan amarah. Si gadis sampai tak berani menatap mata ayahnya. Padahal dia sangat ingin sekali membela ibunya. Dia tidak terima ibunya diperlakukan seperti itu. Bahkan orang yanng memperlakukan seperti itu adalah ayahnya sendiri. Dia akhirnya memberanikan diri menatap ayahnya dan berkata “Sudah cukup yang ayah lakukan selama ini. Ayah tak pernah kerja dan selalu menyusahkan ibu. Setiap hari ayah hanya nongkrong. Pengangguran. Apakah ayah tak malu pada keluarga ayah. Dan barusan juga aku melihat ayah telah membentak dan mencaci ibu. Dia itu istri ayah. Apa ayah lupa”
    "Andin, jangan diterusin lagi” potong ibunya.
    "Lihatlah yang ayah lakukan pada ibu. Ibu masih terima kah sebagai istrinya. Aku yang sebagai anaknya saja malu punya ayah seperti itu”
    “Andin !!!”. Ibunya membentak dan tatapannya berubah menjadi tatapan marah. Sementara ayahnya hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan oleh anaknya. Si gadis malah menambahai “Lihatlah apa yang dilakukan ibu. Walaupun ayah telah menyusahkannya, dia tetap membela ayah. Tidak sadarkah apa yang telah ayah perbuat. Ibu adalah wanita hebat”Ibunya hanya menunduk sambil menangis. Dia tersungkur. Si gadis kembali menatap mata ayahnya dengan tatapan penuh kebencian. “Kau itu anak seperti apa yang berani kepada orang tua. Apa yang kamu tahu tentang ayah. Ayah lebih mengenal diri ayah sendiri dari pada orang lain. Tutup saja mulutmu dan urusi saja sekolahmu”. 
    Ayah kemudian pergi meninggalkan si gadis dan ibunya. Anak gadis itu berteriak-teriak mengatakan bahwa ayahnya adalah seorang laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Tapi sang ayah tidak menggubris. Si gadis tambah emosi lagi dia melihat di wajah ayahnya tidak ada sedikitpun rasa penyesalan. Si gadis benar-benar benci kepada ayahnya. Sekali lagi si ibu terus meredakan emosi anak gadisnya. Dulu, anak gadisnya itu masih kecil dan belum terlalu mempermasalahkan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Setalah dia menginjak usia remaja, mulai banyak hal-hal yang ditentang oleh peri kecil ibunya itu. Ibunya terdiam. Dia melamun. Kemudian dia mengantarkan putrinya pulang. 
    Di sepanjang perjalanan, ibunya hanya melamun. Sampai apapun yang dikatakan oleh anaknya, ibunya tidak tahu.“Ibu kenapa. Apa ibu berpikir tentang Ayah?Ibunya hanya tersenyum. Dia tidak menjawab pernyataan anaknya. Sekali lagi dia hanya mengulum senyum.Setelah cukup lama mereka berdua hanya diam sepanjang perjalanan pulang, si ibu berhenti tiba-tiba. Si gadis keget dan bertanya ada apa. Dia melihat wajah ibunya begitu serius.
    “Kenapa bu?”
    "Ada yang perlu kamu tahu, Nak”
    Suasana berubah menegang. Si gadis menatap wajah ibunya. Ibunya mendekat dan memegang tangan anaknya kemudian berkata“Kamu jangan membenci ayahmu ya”Si gadis kaget. Kenapa ibunya bisa berkata demikian. Dia membantah itu mustahil jika sampai dia tidak membenci ayahnya yang pengangguran dan tak pernah mampu mencukupi kebutuhan keluarganya apalagi dengan wataknya yang kasar. Si gadis bersikeras bahwa ayahnya itu tidak pernah menyayanginya.
    “Ayahmu sangat menyayangimu”
    "Sayang? Apakah membentak setiap hari dan selalu berkata kasar itu yang dikatakan sebagai rasa sayang?”
    “Ibu harus mengatakan ini padamu”
    "Iya katakan saja, pasti tentang kejelekan ayah dan ibu menyesal elah menikah dengan ayah”
    "Tutup mulutmu!!”
    "Ibu keterlaluan !!”Si gadis marah. Dia melepaskan tangannya yang digenggam oleh ibunya. Dia pergi begitu saja. Dia meningalkan ibunya. Si ibu berteriak dari belakangnya“Ayahmu bekerja setiap hari”Si gadis langsung berhenti. Dia menoleh ke arah ibunya. Ibunya mendekatinya
    “Ayahmu bekerja setiap hari. Bahkan usahanya lebih giat dari apa yang kamu lihat”
    "Apa yang ibu katakan. Jangan bercanda”
    “Ibu jujur”
    'Tiap hari aku selalu melihat ayah di rumah”
    "Memang ayahmu selalu di rumah tiap kamu ada di rumah, hal itu karena dia ingin selalu melihat anak gadisnya”
    “Cukup ibu!!!”
    “Dengarkan ibu. Ayahmu sangat menyayangimu melebihi nyawanya sendiri. Tidakkah kamu ingat waktu kamu masih TK, kamu selalu diejek oleh temanmu karena sepatu dan tasmu jelek. Uang sakumu hanya sedikit. Siapa yang pertama kali menangis. Ayahmu. Dia tidak tega melihat anaknya diperlakukan seperti itu”
    "Lalu kalau memang ayah bekerja, pekerjaan apa yang meliburkan karyawannya setiap hari?”
    Ibunya mendesah. Dia mencoba mengendalikan air matanya yang hampis saja jatuh. Dia kembali memegang tangan anak gadisnya itu.
    "Ayahmu bekerja sebagai pemulung, tukang kayu dan apapun pekerjaanya akan dilakukan asalkan pada waku kamu pulang ke rumah dia sudah harus ada di rumah dan melihatmu. Dan kamu harus tahu lagi, tiap malam ayahmu ikut para nelayan mencari ikan dan pulang sebelum subuh. Coba kamu lihat tangan ayahmu begitu kasar sampai dia pun tak sanggup mengusap anak gadisnya yang sudah tumbuh cantik ini”
    Anak gadis itu hanya termenung. Dia berada diantara keadaan percaya dan tidak percaya. Dia bertanya pada ibunya apa alasan ayahnya berbuat seperti itu tanpa memberitahukannya dan malah selalu kasar padanya.
    "Ayahmu berbuat seperti itu agar kamu tidak malu dengan teman-temanmu. Dan saat temanmu main ke rumah, setidaknya masih ada ayahmu yang dapat menyambut temanmu. Dia tidak mau anaknya dikatakan sebagai anak kurang kasih sayang yang tiap hari ditinggal kerja orang tua”.
    Ibunya diam dan berdehem.. 
    “Dan alasan ayahmu berkata kasar dan tak pernah berkata lembut padamu itu karena dia tidak ingin terlihat lemah di mata putrinya. Dia ingin anaknya tumbuh sebagai anak yang bermental kuat walaupun seorang perempuan. Ayahmu sangat lembut perasaannya. Usai memarahimu, dia selalu menyesal dan menangis. Apa yang terjadi hari ini adalah kesalahan ibu, ibu berniat menceritakan yang sebenarnya padamu, tapi ayahmu melarang ibu. Ibu bersikeras, akhirnya ayahmu memarahi ibu. Apa yang terjadi hari ini adalah salah ibu”.
    Andin masih belum percaya. Tapi dia juga tak sadar bahwa ketika ibunya bercerita, air matanya menetes terus. 
    “Andin ingin membuktikannya sekarang”
    Andin berlari meninggalkan ibunya. Ternyata andin pergi ke rumah. Dia diam-diam masuk dari pintu belakang. Dia sangat kaget, dia melihat ayahnya sedang menunduk di dekat ruang tamu. Andin datang diam-diam dan dia memegang pundak ayahnya. Betapa terkejutnya saat ayahnya menoleh ke arahnya. Ayahnya menangis. Ayahnya segera menyeka air matanya. Andin memeluk ayahnya. Dia meminta maaf atas apa yang dikatakan pada ayahnya, dia sangat menyesal. Ayahnya adalah ayah terbaik baginya. Ayahnya adalah pahlawannya.
     “Andin bangga menjadi anak ayah. Maaf telah salah paham selama ini” 
    Ayahnya hanya tersenyum. Tangisan di wajahnya kini berubah menjadi sebuah tangis kebahagian. Dan pada saat itulah kali pertama ayahnya memegang rambut anaknya sejak anak gadisnya TK dan Andin melihat juga tangan ayahnya. Tangan ayahnya penuh dengan goresan-goresan dan sangat tebal. Dia menyadari bahwa selama ini dia salah. Apa yang orang tua lakukan adalah untuk kebaikan anaknya. Jadi, sebelum berkata, berpikirah terlebih dahulu adalah hal yang terbaik. Orang yang selama ini paling dibenci Andin ternyata adalah orang yang sangat menyayangi Andin. 
    Kadang, kasih sayang seorang ayah itu tidak nampak dan bahkan seolah tidak ada. Tapi walau kasih itu tak nampak, kasih itu tulus, mengalir dan keras. Orang yang pertama kali menderita saat anaknya dalam bahaya adalah ayahnya, dia akan berpikir bahwa dia gagal menjadi seorang ayah dan tak mampu melindungi keluarganya. Bersikap keras dan tegas adalah salah satu pilihan caranya untuk melindungi keluarganya. Jadi, jangan pernah salah sangka atas sikap ayah selama ini. Kasih sayang menyatu dalam ketegasan sifatnya. Itulah yang membedakan antara ayah dan ibu. Selagi orang tua masih bersama kita, jangan pernah menyiakan kasih sayangnya.

    Tangan keras itu adalah......
    Tangan yang menggendongku
    Tangan yang melindungiku
    Tangan yang penuh kasih
    Tangan untuk mencari nafkah
    Mata itu....
    Mata yang tajam dan kejam
    Mata yang penuh kewaspadaan
    Mata yang penuh kelembutan
    Perkataan itu....
    Adalah perkataan kasar
    Adalah sebuah larangan dan perintah
    Adalah sebuah petuah
    Adalah sebuah cinta
    Keringat bercucuran memerah sesuap nasi
    Ototnya mulai keluar sebagai banting tulang
    Tidurnya tak pernah nyenyak
    Ingat anak dan istriku besuk makan apa
    Sakit tak dirasa hanya demi keluarga
    Siapakah dia??
    Dia yang berjuang sekeras itu
    Bahkan kadang tak dianggap ada
    Kadang dibenci keluarga karena perangai kerasnya
    Kadang mendapat cemooh sendiri dari orang yang paling dicinta
    Tapi dia hanya diam
    Diam mendengarkan keluh keluarganya
    Dia adalah..........
    Ayah
    Pahlawan nomer satu dalam keluarga

    SHARE

    By: Catatan Tania P On: 15.00
  • Share The Gag
  • NEMU

    Tadi waktu bersih-bersih buku, tak sengaja saya nemuin sebuah draf waktu saya masih kelas satu SMP. Sesuatu bangat saat hari ini saya membacanya. Ini adalah draf tugas bahasa Jawa. Kalau tidak salah, ini adalah tugas bahasa Jawa untuk bercerita di depan kelas mengenai pengalaman yang pernah  dialami ketika SD yang memotivasi. Hehe saya enggak tahu kenapa saya memilih hal ini. Etelah saya baca, menurut saya enggak ada yang menarik. Lucu juga enggak. Adanya malah garing. Saya enggak bisa bayangin bagaimana guru bahasa jawa saya dulu menilai cerita saya. Pasti Beliau berfikir bahwa ceritaku juga tak menarik. Lebih seru ceritaku yang kejebur selokan daripada yang ini. Bener-bener kaku banget ya ternyata saya dulu cara berceritanya hehe. Nah,  sebelum saya buang draf ini, saya coba untuk tulis dulu disini dan ini dia hasilnya, cekidot.....

    Assalammu’alaikum Wr. Wb.
    Kanca-kancaku sedaya ingkang padha bagus-bagus lan podho anteng-anteng,
    Sakmeniki perlu sanget kita syukur dateng Gusti ingkang Maha Agung. Awit rahmatipun, kita sageta klebet dateng sekolah favorit. Sekolah ingkang rekaos sanget anggene mlebet. Nganti ana kakak kelas sing ora ketampo mlebet sekolah kesebut. Mula sakniki kabeh mau perlu disyukuri.
    Awit carane nyukuri rahmate Gusti kang Maha Agung iku akeh banget. Iki mung tuladha, salah sijine yaiku sekolah sing tenanan. Yen sekolah sing tenanan iku sinaune mesti ajeg lan trep lan ora mung nalika ana ulangan wae. Biasane yen sinaune pas ana ulangan, biasane sinaune mau mesti wayangan. Yen sinau wayangan, sinaune mesti nganti wengi, pungkasane malah ora mudheng, olehe munga ngantok. Kui kabeh kena dibuktine yen ora percaya, amerga kabeh mau wes nate daklakoni.
    Nalika aku isih kelas lima SD, aku sinau ora ajeg. Sinauku kerep wayangan. Kayata nalikane guruku dhawuh yen sesuk arep ulangan. Aku uwis siap. Kabeh buku lan alat tulis wis dakcepaake. Lan saktitik-titik uwes ana sing dakcicil dakwaca. Nanging aku ngawiti sinau kebengen amerga aku isih ngenaake deleng TV. Sakwisi deleng TV, sinau dakwiwiti.
    Aku awit sinau watara jam sanga bengi. Sik maca buku oleh setengah jam, mata  iki rasane uwes kaya ditutupi kain ireng. Dadine kabeh peteng ora eruh opo-opo alias keturon. Ora suwi jam setengah sewelas aku nglilir. Buku-buku lan alat tulis pada dak ringkesi lan daklebokake jero tas. Sesuke wayahe ulangan tiba tenan, nalika ulangan aku ora bisa nggarap blas. Sing daksinauni wingi bengi ora ana sing nyantol. Malah-malah nalika nggarap ulangan kui aku ngantuk. Nganti wali kelasku ngutus supaya aku enggal-enggal raup. Sakwise ulangan, banjur dicocokne. Aku ora ngira yen ulanganku salah akeh, salah telu, padahal kancaku liane akeh sing bijine satus. Saka opo sing nate daklakoni kui maeng, aku ngarep banget supaya ora dilakoni maneh dening wong liya. Lan saka cerita iki mau kena disimpulne menawa kabeh hasil sing ditampa iku awit saka usahane awakedewe kaya opo. Amerga sinaune kebengen lan wayangan, dadine ora oleh opo-opo. Yen sinau sing apik iku awite mulih sekolah lan paling wengi jam wolu. Jam semono kui sinau isih ana sing nyantol.
    Cukup semono wae opo sing isa dakcritaake. Menawa wonten kalepatane, aku ya nyuwun sepurane. Mugi-mugi manfaat.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb .

    Gimana menurut kalian, bukankah itu cerita yang garing banget ya. Hehe saya juga tak tahu dimana unsur menariknya. Ceritanya terlalu kaku dan formal kalau menurut saya. Mungkin karena masih smp jadi masih terikat oleh hal-hal yang berbau fomalitas tapi enggak apap-apa. Khan masih belajar juga. Tidak ada yang salah dalam hal belajar. Bukannya begitu ^^

    1/03/2016

    Tpoem

    By: Catatan Tania P On: 20.08
  • Share The Gag
  • Tikus
    oleh Tania Pramayuani
    Tikus gendut yang rakus
    Melahap dengan tatapan mata bengus
    Jatah singa disirgap tanpa diendus
    Karena turut nafsu bejatnya
    Apakah si tikus lupa
    Akan hakikat singa sang raja rimba
    Jasa hanya pemanis mulut
    Tak berani bertindak hanya mengikut
    Sungguh tak berhati si tikus pengecut
    Rela datang meminta tak sudi berbalas jua
    Bulunya yang kumal dan berbau sampah
    Analogi diri sesungguhnya
    Lebih mulia singa mati dengan jasanya
    Daripada tikus mati karena ulahnya

    sinopsis

    By: Catatan Tania P On: 14.48
  • Share The Gag
  • Tarian dan Budaya

    Samin adalah pemuda penyemir sepatu yang kuliah di kota. Sebagai pengembangan diri, dia mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) kesenian. Suatu hari, ada lomba tarian yang digelar di provinsi. Samin terpilih untuk mewakili kampusnya dengan menampilkan sebuah tarian tradisional dari desanya. Radit, salah satu teman Samin di UKM kesenian tidak senang dengan terpilihnya Samin. Dia menilai tarian Samin terlalu kampungan dan lebih menyukai tariannya yang modern. Dia mencari cara agar Samin tidak jadi mengikuti lomba. Pemuda kota itu, mencampurkan lem di semir sepatu Samin. Saat Samin bekerja, pelanggannya mengeluh karena sepatunya menjadi lengket dan rusak. Pelanggannya minta ganti rugi. Samin sadar bahwa sepatu itu harganya mahal dan hal ini menyebabkannya untuk mencari kerja tambahan sebagai buruh di pasar untuk mengganti rugi sepatu itu. Karena kesibukannya bertambah, Samin mengundurkan diri dari lomba. Radit pun menggantikan Samin. Seminggu sebelum lomba dimulai, Radit mengalami cidera di kaki saat latihan dam menyebabkannya tidak bisa berjalan. Samin melihat hal itu dan dia mengurut kaki Radit hingga Radit bisa berjalan. Radit terharu dan merasa bersalah. Dia mengakui kecurangannya pada Samin di depan semua teman-temannya di UKM kesenian. Ternyata Samin tidak marah, dia malah mensuport Radit untuk terus maju di lomba itu. Semua teman-teman Samin kasihan pada Samin dan membantunya untuk membayar ganti rugi. Hutang Samin pun lunas. Atas kesepakan forum, akhirnya Samin dan Raditlah yang dikirim untuk mewakili kampus. Mereka berdua saling bekerjasama memadukan tarian tradisional dengan tarian modern. Mereka menjadi sahabat. (Tania)

    Tpoem

    By: Catatan Tania P On: 14.38
  • Share The Gag
  • Keluh
    oleh Tania Pramayuani

    Pintu berdecit memilukan
    Mengena dalam kabin mata
    Angin yang menari pun enggan berhenti
    Walau cuma sedetik dijalani
    Sang mentari hanya mengintip
    Dari celah remang antara kenyataan dan kepalsuan
    Sayup irama orasi orator
    Dilema pun patokan intelek
    Padahal antara plus dan minus
    ada sama dengan di ujung mata
    Jika logika berkata sepakat
    Maka hati terpaksa terjerat
    Dalam anggan yang tiada ikat
    Satu persatu pecah
    Dalam mozaik tak berarah
    Hanya kegundahan yang tidak bercelah
    Sungguh dan sungguh
    Mulut menganga dan suara bergaung
    Menegakkan logika yang katanya,
    dari hati....
    Apakah itu sebuah kebenaran yang hakiki
    Ataukah hanya hipotesa dini
    Ah, tiada yang tahu
    Antara kebenaran logika dan hati terbuka
    Hanya diam dan merenung
    Dalam kidung malam kalut rindu
    Antara hati dan logika berkeluh
    Membela argumennya masing-masing

    Tpoem

    By: Catatan Tania P On: 08.56
  • Share The Gag
  • Flu
    oleh Tania Pramayuani

    Integrasi antara rasio dan hati
    Luput dari keniscahyaan semata
    Haluan membumbung seolah tak sirna
    Air muka berkeluh meretas harapan
    Menitih liku asa bintang
    Mampat sudah renda imagi
    Untuk harapan yang pernah dinanti
    Sepahit maja, seasin garam
    Telak jawaban pun berasas logika
    Obat tak mampu mengobati
    Flu tetaplah virus flu
    Anugrah dari pencipta hidup

    1/02/2016

    Artikel

    By: Catatan Tania P On: 04.03
  • Share The Gag
  • Menumbuhkan Kesadaran Masyarakat terhadap Eksistensi  Budaya Lokal

    oleh Tania Pramayuani



    Aset lokal merupakan kekayaan yang dimiliki suatu daerah yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi daerah tersebut. Aset sendiri memiliki hubungan yang signifikan terhadap perkembangan suatu daerah. Jika aset yang ada dalam suatu daerah dapat dikembangkan, maka aset tersebut mendatangkan keuntungan yang cukup besar dan sekaligus memperkenalkan daerah  dalam ranah yang lebih luas. Jika pada awalnya nama daerah tersebut hanya terdengar dalam lingkup provinsi, maka peluang untuk terdengar sampai ranah nasional maupun internasional semakin besar. Namun jika aset daerah hanya dibiarkan, tanpa ada tindakan pengembangan, maka tidak akan ada perbedaan antara daerah yang berpotensi dan daerah yang tidak berpotensi. Alih-alih jika sudah diketahui oleh pihak mancanegara, aset tersebut bisa dikembangkangkan oleh pihak mancanegara. Kemungkinan, mereka berdalih akan mengadakan sebuah kerjasama yang sifatnya progresif antar kedua belah pihak, padahal dibalik dalih lembut tersebut ada motif tersendiri yang ingin merongrong aset daerah yang bersangkutan. Jika hal ini sampai terealisasikan, maka keberhasilan sesungguhnya hanya dimiliki oleh pihak yang mengajak kerjasama.
    Dunia mengenal mancanegara (baca:subyek kerjasama internasional) telah memproduksi sesuatu yang super, padahal barang yang diproduksi itu tidak murni Sumber Daya Alam (SDA) sendiri. Hal ini perlu disinyalir apa motif kerjasama yang dilakukan. Memang tidak semua kerjasama itu bersifat negatif, tapi seperti yang telah terjadi di Indonesia, mayoritas tidak sesuai dengan harapan (baca:kerjasama bidang perindustrian dan pertambangan). Agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, diperlukan suatu proses berfikir yang membedakan manusia dengan makhluk lain dalam mencari solve problem. Ali Makshum dalam bukunya “Pengantar Filsafat” menyebutkan bahwa pemahaman kognisi (pengetahuan), afeksi (perasaan), konasi (kehendak) dan aksi (tindakan) atau sering disebut daya cipta, rasa, karsa dan karya mampu mencipta, mengelola dan mengubah lingkungan sekitarnya ke arah yang lebih baik. Utamanya daerah yang dekat dengan kita, kota kelahiran.
    Aset Daerah dalam Bidang Industri
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI) industri diartikan sebagai suatu kegiatan memproses atau mengelolah barang menggunakan sarana atau peralatan (mesin). Hal ini menunjukkan apapun bentuk prosesnya asal ada sarana dalam proses pembuatannya dapat dikatakan sebagai suatu proses perindustrian. Dalam modul Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) disebutkan ada dua jenis perindustrian. Pertama, perindustrian skala kecil. Perindustrian kecil memiliki ciri-ciri yaitu: alat-alat yang digunakan masih tradisional, tenaga kerja sedikit, area yang digunakan tidak begitu luas, dan proses pendistribusiannya masih bersifat lokal. Kedua, perindustrian skala besar. Ciri-ciri perindustrian skala besar yaitu :alat-alat yang digunakan sudah modern, tenaga kerja sudah banyak, area yang digunakan sudah luas dan pendistribusiannya sudah mencapai nasional bahkan internasional.
    Kendati ada dua pembagian jenis industri, tidak menutup kemungkinan ada kesamaan dalam kedua jenis industri tersebut. Setiap industri yang berdiri di suatu daerah, akan membawa dampak besar bagi masyarakat sekitar daerah industri. Hal nyata yang langsung dirasakan adalah terserapnya banyak tenaga kerja. Jumlah pengangguran berkurang, sehingga mengurangi social problem di masyarakat. Tulungagung terkenal sebagai kota marmer yang tepatnya di Kecamatan Besole. Hal ini membawa dampak positif bagi daerah Tulungagung. Tidak hanya masyarakat Besole yang diuntungkan dengan terserapnya banyak tenaga kerja, melainkan keseluruhan warga Tulungagung. Masyarakat Tulungagung merasa bangga terhadap daerahnya dan semakin berkeinginan untuk menjaga aset yang sangat penting ini.
    Aset Kepariwisataan
    Setiap daerah memiliki potensi wisata yang berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri. Bahkan ada daerah yang mempunyai ciri endemis. Semakin banyak wisata yang ada di suatu daerah maka semakin berwarna pula daerah tersebut. Berwarna dalam hal kekhasannya. Ada nilai tersendiri yang dimiliki daerah itu. Daerah tersebut akan terkenal dan banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke tempat wisata. Hal ini akan menambah pemasukan ekonomi. Tidak hanya kalangan pemerintah yang senang, melainkan masyarakat juga ikut senang menikmati hasilnya. Pada akhirnya hasil tersebut akan dikembalikan lagi untuk kepentingan warga. Warga yang ada di sekitar daerah wisata dapat menemukan lapangan kerja baru. Tentu dengan adanya central public seperti tempat wisata, akan muncul kekreatifan masyarakat untuk berkarya dan menghasilkan uang. Misal, warga yang tinggal di dekat Pantai Popoh banyak yang menjual berbagai kerajinan tangan dari kerang, menjual berbagai makanan ringan dan beberapa nelayan juga cukup diuntungkan dengan hal ini.
    Tempat wisata di Tulungagung tidak hanya Pantai Popoh, ada banyak pantai seperti Pantai Sanggar, Pantai Coro, Pantai Sine, Pantai Dlodo, Pantai Sidem, dan masih banyak pantai lain yang ada di Tulungagung yang merupakat aset dalam bidang pariwisata. Tulungagung merupakan kabupaten yang ada di daerah Selatan, dekat dengan Laut Jawa. Jadi, tidak heran jika ada banyak pantai di Kabupaten Tulungagung. Jika bagian Selatan Tulungagung kondang dengan pantainya, maka di daerah Barat Tulungagung kondang dengan wisata alamnya. Tulungagung bagian Barat merupakan daerah pegunungan dan ada wisata berupa air terjun segawe serta air terjun Lawean.
    Beralih ke wisata sejarah. Tulungagung juga merupakan salah satu daerah yang kaya akan wisata sejarahnya, seperti Candi Dadi yang ada puncak gunung, Candi Sanggrahan bertempat di Desa Sanggrahan, Candi Penampihan, Candi Gayatri dan beberapa tugu yang di temukan juga di dekat lokasi situs Candi Sanggrahan. Selain hal tersebut, keberadaan musium sejarah juga melengkapi kajian sejarah di Tulungagung. Pada 2012, salah satu tim Karya Ilmiah Remaja MAN Tulungagung 1 menemukan beberapa fosil. Fosil tersebut berupa fosil tumbuhan dan beberapa fosil hewan laut seperti kerang, siput dan kayu. Penemuan tersebut sekaligus sebagai bukti bahwa Tulungagung bagian selatan (kecamatan Tanggunggunung) dulunya adalah laut, seiring dengan perkembangan masa, laut tersebut turun sehingga daratan naik seperti konsep dalam ilmu geologi. Ada interprestasi bahwa Tulungagung bagian selatan dulunya adalah kjokermondeger (baca:tempat tinggal manusia purba) pada zaman prasejarah.
    Aset kepariwisaatan yang mencangkup wisata pantai dan  sejarah menarik untuk dikembangkan dan dapat digunakan sebagai kajian sumber ilmu pengetahuan juga. Hal ini sepatutnya dijaga dan dilestarikan supaya tidak ada pihak lain yang mengklaim aset kepariwisataan Tulungagung.
    Aset Budaya
    Sesuai pengertian pada KBBI, Budaya adalah sesuatu hasil cipta rasa dan karsa manusia. Dengan adanya budaya, suatu daerah akan merasa mempunyai identitas sendiri. Budaya sebagai sesuatu yang tidak dapat dibeli. Dengan adanya budaya, suatu daerah akan berwarna. Nilai-nilai kemasyarakatan akan tetap terjaga dengan adanya budaya itu. Budaya menyatukan masyarakat, tidak memandang derajat, agama dan status sosial. Asalkan teguh pada budaya setempat, maka nilai-nilai kemanusian akan tertanam. Biasanya hal demikian masih kental di daerah pedesaan. Sehingga tidak heran jika daerah pedesaan masih kental sifat-sifat kemasyarakatannya.
    Budaya di daerah Tulungagung yang terkenal adalah upacara manten kucing, tradisi ulur-ulur, larung sesaji, dan beberapa kesenian seperti jaranan senterewe, reog kendang, kentrung, dan batik merupakan salah satu ciri khas Kabupaten Tulungagung. Selain kondang akan wisatanya, Tulungagung juga kondang dengan budaya lokalnya. Budaya daerah tersebut mempunyai peran besar dalam membangun masyarakat Tulungagung sendiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa suatu daerah lahir  karena adanya budaya. Misal, salah satu nama perempatan di Tulungagung dikenal dengan nama perempatan BTA yang merupakan singkatan dari Batik Tulungagung. Sebelum penamaan perempatan tersebut, cukup banyak pengrajin batik di Tulungagung dan kini hanya beberapa yang masih bertahan, yaitu Batik yang ada di Kecamatan Kauman dan Kecamatan Kedungwaru. Miris, dulu hal yang dibangga-banggakan, seiring dengan adanya pergeseran dan perkembangan zaman, kini semakin punah. Jika tetap didiamkan seperti ini, ada indikasi budaya-budaya yang membangun Tulungagung akan hilang.
    Urgensi Pengenalan Aset Daerah
    Aset daerah akan memperkaya dan membentuk suatu identitas sendiri bagi daerah itu. Aset industri, kepariwisataan dan budaya masing-masing mempunyai implikasi yang hampir sama terhadap masyarakat. Secara keseluruhan aset-aset tersebut dapat menciptakan keuntungan diantara banyak pihak. Masyarakat akan menemukan pekerjaan, sehingga mengurangi beban sosial pemeritah, menumbuhkan rasa gotong-royong dan semangat kemasyarakatan yang kental dikalangan masyarakat. Rasa persatuan dan kesatuan akan tumbuh juga seiring dengan rasa menjaga aset daerah tersebut. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak  sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan apa yang ada di daerah, utamanya di daerah tempat kelahiran. Sebelum mempelajari dan menengok kepada daerah lain, tengoklah sendiri bagaimana daaerahmu. Seseorang tidak mungkin dikenal jika orang tersebut belum mengenal dirinya sendiri. Sama halnya dengan kasus ini, Tulungagung tidak akan maju sampai kancah internasional jika masyarakatnya belum mengenal tentang Tulungagung itu sendiri.
    Banyaknya aset budaya yang ada di masing-masing daerah memberikan suatu ciri khas dan nama tersendiri bagi daerahnya. Namun jika hal itu sampai diklaim oleh pihak lain, daerah yang bersangkutan akan menyesal. Penyesalan selalu datang di akhir peristiwa dan setelah menyesal itulah baru disadari bahwa sangat penting untuk menjaga apapun yang ada di daerahnya dengan serius. Menjaga bukan berarti mengikat, tapi menjaga adalah memberikan perhatian khusus pada hal yang bersangkutan.
    Menjaga itu penting tapi lebih urgen lagi adalah bagaimana menumbuhkan semangat kecintaan terhadap budaya lokal itu sendiri. Adanya pengetahuan, pemahaman dan kajian literasi seputar kebudayaan akan membukakan cakrawala tentang kesadaran menjaga budaya lokal. Aktif dalam mengikuti rangkaian kegiatan kebudayaan tanpa adanya asumsi negatif merupakan pengaplikasian dalam kesadaran akan pentingnya budaya lokal. Go Internasional merupakan salah satu eksistensi budaya lokal dalam ranah yang lebih luas.