Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

3/29/2016

Tpoem

By: Catatan Tania P On: 08.07
  • Share The Gag
  • Kalang Kabut Malam

    Perlahan melodi mengalun pilu
    Dalam deretan angin rindu
    Pecah ruah digaungan sendu
    Menyanyi mengejek malam terburu
    Dinding hanya bersaksi
    Memaknai tanpa mengerti
    Terlontar jawaban tak pasti
    Dari bukti yang dinanti
    Terkuak hal yang tak diminati
    Mengoceh bergurau pada angin
    Dalam malam yang tak beriring awan
    Gelap remang dengan sedikit bintik kuning
    Ingin digapai beberapa saja
    Tuk terangi jawab asa
    Atas ketidakpastian respon alam

    3/22/2016

    ISLAMOPHOBIA

    By: Catatan Tania P On: 00.06
  • Share The Gag


  • Islamophobia dalam Arus Reformasi Islam
    Oleh Tania Pramayuani


    Pengaruh adanya pemberitaan pers barat yang memusuhi islam menyebabkan munculnya prespektif negatif mengenai islam. Media-media pers barat mayoritas menunjukkan sikap ketidaksukaan terhadap islam. Mulai dari beberapa tahun lalu, sempat gencar berita seputar pembakaran Al Qur’an di Amerika Serikat. Selain itu, munculnya gerakan radikalisme yang mengatasnamakan islam memperkuat fakta bahwa islam terkesan otoriter, tidak menjungjung nilai kemanusian dan layak diperangi. Hal semacam ini, kerap dimanfaatkan media pers barat untuk menyiarkan berita negatif tentang islam. Dengan mengudaranya berbagai macam berita traumatic seputar islam, memunculkan adanya rasa ketakutan mendalam mengenai islam. Konsumen berita global pun mengalami hal demikian. Gejala seperti ini akan terus mencuat dan menjadi tranding topik dunia jika akar dari fobi islam atau islamophia tidak diretas sajak dini.
    Fobi islam adalah penyakit yang ditularkan oleh kaum Kafir Quraisy. Ketakutan terhadap islam yang berakibat memusuhi atau membenci islam, dilatarbelakangi antara lain oleh ketidakmengertian mereka terhadap islam. Selain itu, karena tumbuhnya kesadaran islam merupakan potensi kuat yang akan mendominasi dunia. (Asep Syamsul M. Romli, SIP, 2003, 17). Sebuah laporan terbaru oleh CAIR dan University of California Berkeley  menemukan bahwa Islamofobia di AS meningkat. Survei di Amerika Serikat juga mengungkapkan bahwa mayoritas orang Amerika tahu sedikit tentang Islam  dan  43 persen orang Amerika merasa setidaknya sedikit berprasangka terhadap Muslim. Timbulnya rasa kekhawatiran yang berlebih, menyebabkan banyak media pers barat yang semakin menggencarkan penayangan berita islamophobia. Dari berita Koran online, REPUBLIKA.CO.ID-SEATTLE, baru-baru ini, seorang anggota parlemen Republik Missouri menggambarkan Islam sebagai suatu penyakit, Seperti polio. Sementara yang lain, menyebut Islam sebagai penjajah dari lingkungan Amerika. Doktrin yang dilansir oleh media tersebut menggambarkan tingkat kebencian terhadap islam telah mendarah daging.
    Wajah islam terkesan menakutkan, di samping karena banyak umantnya yang tidak melaksanakan islam secara baik dan benar, juga terutama akibat keberhasilan propaganda kaum Salibis-Zionis lewat jaringan media massa yang mampu mereka kuasai. Populernya istilah Radikalisme, militan, bahkan teroris bom islam yang digencarkan oleh pers barat membentuk terciptanya citra islam sebagai hantu yang harus disingkirkan.

    Keterpojokkan Islam, Minoritas Muslim
    Di tengah masyarakat yang mayoritas penduduknya non muslim, islam jelas terpojok dalam hal kuantitasnya. Seperti di Amerika, islam sangat terpojok dan bahkan untuk memperoleh pengakuan akan islam itu sendiri cukup sulit. Muslim disana, kerap dimusuhi oleh non muslim hingga pada saat pemilu tahun 2010, Salah satu capres partai Republik sebelum undur diri, Peter King, dalam sebuah orasi yang dipublikasi secara luas mengingatkan AS akan bahaya radikalisasi Muslim negeri itu. Realitas yang demikian akan semakin memojokkan islam di negera yang minoritas muslim. Berbeda dengan negara yang mayoritas muslim, Indonesia, yang eksistensi Islam sangat dijunjung tinggi. Kendati muncul beberapa radikalisasi yang hendak merongrong bangsa multireligion ini, islam di Indonesia masih dapat dikontrol.
    Keterpojokan islam yang melanda negeri minoritas islam, menimbulkan adanya manipulasi untuk memunculkan sebuah pemberitaaan yang menyebabkan islam kian dimusuhi dan semakin terpojokkan jika di negara itu tidak ada pengakuan de jure islam. Kadang, walaupun ada hukum tertulis pun mengenai keberadaan islam di negara minoritas muslim, tidak luput golongan yang tidak suka dengan islam akan membuat oposisi terhadap islam. Media massa Barat dan agen-agennya gencar melakukan Ghazwul Fikri Wa Ghazwuts Tsaqofi yakni mensosialisaskan nilai-nilai, pemikiran dan budaya mereka ke dunia islam, agar pola pikir dan gaya hidup umat islam cenderunng lebih berkiblat ke Barat daripada taat pada aturan islam (Asep Syamsul M. Romli, SIP, 2003, 15). Akibat dari adanya hal tersebut, kaum yang minoritas, islam, akan merasa tertekan dan akan terjadi akulturasi kultural. Pada akhirnya, paham sakularisme, hedonisme dan materialisme mewabah di kalangan masyarakat islam. Diiringi juga dengan perubahan style yang mengacu ke barat-baratan.
    Penyebaran pemahaman tersebut, tak jauh dari pengaruh media barat. Dewasa ini, media barat banyak menguasai kantor-kantor pemberitaan terkemuka di dunia (news agency), surat kabar (press) dan jaringan TV/Radio, percetakan, penerbitan (publishing) dan penyaluran (distribution) (Dr Daud Rasyid, M.A., 1998, 222-223). Orang-orang Yahudi juga menguasai perfileman dan jaringan TV internasional. Jika semua informasi dan penyebaran pemahaman dikuasai oleh orang yang tidak suka dengan islam, kemungkinan besar manipulasi berita yang memojokkan islam kian menguat dan umat islam sendiri dengan kuantitas yang tidak cukup akan mengalami kesulitan membela haknya. Pada akhirnya akan ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, islam akan terpojokkan dan paham kebarat-baratan akan menjadi identitasnya. Kedua, islam akan hancur di tengah genjatan yang dilakukan oleh kaum Salibis-Zionis.

    Islamophobia Tidak Butuh Obat
    Islamophobia yang tumbuh di kalangan masyarakat minoritas muslim, bukanlah suatu penyakit yang perlu diobati. Islamophia muncul dilatarbelakangi karena adanya ketakutan yang berlebihan terhadap islam. Hal itu ditengarai karena masih kurangnya pengetahuan seputar islam. Mereka yang mengalami islamophobia menganggap islam adalah agama yang radikal dan identik dengan teroris. Padahal itu semua tidak lain hanyalah propaganda kaum Yahudi yang tidak ingin islam mendominasi dunia dan menyebarkan isu-isu mengenai kekejaman islam. Hal yang cukup urgen dan patut disayangkan yakni penguasaan media pers barat dikuasai oleh kaum Yahudi, sehingga berita dan pemahaman dapat dibentuk sesukanya. Implikasinya berdampak pada media di seluruh dunia. Termasuk bisa menjangkit pula ke media di Indonesia dan pada ujungnya akan muncul paham kebarat-baratan di negeri yang mayoritas muslim.
    Karena bukan suatu penyakit seperti flu yang disebabkan oleh virus atau Tubercolecis yang disebakan oleh bakteri, maka islamophobia merupakan sebuah rasa ketakutan yang berlebihan dan cara mengatasinya bukan dengan sebuah obat, melainkan dengan sebuah paradigma pola pikir terhadap ontologi islam sendiri. Nilai religius islam bukan sebagai pemecah perdamaian dunia, melainkan sebagai perdamaian dunia. Islam melarang adanya pembunuhan, seperti yang tarmaktub dalam firmanNya yang artinya Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu, “Janganlah kamu menumpahkan darahmu (pembunuhan orang), dan mengusir dirimu (saudara sebangsamu) dari kampung halamanmu” kemudian kamu berikrar dan bersaksi (QS Al Baqarah:84). Dari ayat di atas jelas bahwa islam tidak mungkin melakukan pembunuhan terhadap jiwa, apalagi dianggap sebagai teroris yang sifatnya radikal dan rasis.
    Islamophobia kali pertama muncul dan berkembang dari media, maka solusi awal yang dilakukan adalah pengendalian media itu sendiri. Sebagai seorang pengkonsumsi berita, selayaknya berita yang ada tidak langsung diterima begitu saja, melainkan diklarifikasi dulu. Selain itu, hal paling urgen adalah mengenai dasar keimanan itu sendiri. Fondasi islam harus kuat dengan berpatokan pada prinsip islam menghargai sesama manusia dan tidak mencampurkan antara urusan agama dan sosial. Sedangkan bagi seorang jurnalistik, maka diperlukan strategi yang sesuai dalam penyampaian berita supaya hegemoni pers barat tidak menjalar pada nalar jurnalistik Indonesia. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyampaian berita untuk menyikapi islamopobhia sebagai berikut :
    1.      Sebagai pendidik, yaitu melaksanakan fungsi edukasi dan menyiarkan berita islami yang benar.
    2.      Sebagai pelurus informasi, ada tiga hal yang perlu diluruskan muslim. Pertama, informasi tentang ajaran umat islam. Kedua, tentang karya dan prestasi umat islam. Ketiga, mampu melakukan investigasi tentang kondisi umat islam di berbagai penjuru dunia.
    3.      Sebagai pembaharuan, penyebar paham pembaharuan akan pemahaman dan pengalaman ajaran islam (reformisme islam)
    4.      Sebagai pemersatu, mampu menjadi jembatan untuk menyatukan umat islam. Jurnalis harus membuang jauh-jauh sikap sektarian secara ideal maupun komersial tidaklah menguntungkan ( Jalaludin Rakhmad dalam Rusji Hamka& Rafiq 1998)
    Itulah beberapa alternatif cara yag dapat dilakuakan untuk mencegah penyebaran islamophobia. Dengan demikian, umat islam harus bangkit menghadapi tantang islam di era reformasi baik sebagai seorang pengkonsumsi berita maupun sebagai pencari berita.

    2/06/2016

    story

    By: Catatan Tania P On: 15.38
  • Share The Gag

  • Ibu, Aku Benci Ayah....!!!!!
    Oleh Tania Pramayuani

    Seorang gadis perempuan datang menemui ayahnya. Saat itu ayahnya sedang duduk di serambi depan rumahnya. Dia baru saja menyudahi percakapannya dengan salah satu tetangga. SI anak gadis datang dengan raut muka marah. Dia menganggat kerah lengan bajunya. Ayahnya kaget melihat ekspresi wajah anak gadis tersebut. Si gadis mendekat pada ayahnya dan dia berkata “Apakah ini yang Ayah kerjakan setiap hari? Hanya bercakap-cakap dengan tetangga. Lihat ibu sedang bersusah payah mencoba untuk mencari penghasilan tambahan”. Sang ayah kemudian menjawab “Jangan sok-sok an kamu menasehati ayah. Anak baru kemarin sore sudah berani sama orang tua ya”. Kemudian ayahnya pergi meninggalkan serambi. Anak gadis itu hanya terdiam. Dia terus mengamati langkah ayahnya dari belakang. Dia tak sadar hingga air matanya pun jatuh. Matanya merah. Dia melihat ayahnya pergi ke belakang. Tatapan matanya penuh dengan kebencian.
    Setelah kejadian tersebut, si gadis berniat mengatakan apa yang telah ayahnya lakukan kepadanya kepada ibunya. Dia mengambil sepedanya dan sesegera mungkin dia menuju tempat kerja ibunya. Ibunya bekerja di sebuah tempat cucian baju. 
    Sesampainya di sana, si gadis itu menempatkan sepedanya di dekat dinding. Dia terpaksa menggunakan dinding sebagai sandaran sepedanya, karena sepedanya tidak ada standartnya. Saat tiba di pintu masuk tempat ibunya bekerja, betapa terkejutnya si gadis. Dia melihat ayahnya sedang memarahi ibunya. Dia membentak-bentak si ibu dan si gadis juga melihat ibunya sedang menangis saat itu juga. Si gadis langsung berlari menghampiri ibunya. “Ayah... Hentikan!!!”. Ayahnya kaget mendengar suara anaknya. Dia menoleh. Dan ibunya pun menatap ke arah anak gadisnya itu. Anak gadis itu pun datang memeluk ibunya. Dia mencoba menenangkan hati ibunya. “Apa yang kamu lakukan disini. Bukannya seharusnya kamu sekolah. Lihatlah kelakuan anakmu sekarang ini” kata ayahnya sambil melihat ke arah ibunya. Mata ayahnya sangar. Penuh dengan amarah. Si gadis sampai tak berani menatap mata ayahnya. Padahal dia sangat ingin sekali membela ibunya. Dia tidak terima ibunya diperlakukan seperti itu. Bahkan orang yanng memperlakukan seperti itu adalah ayahnya sendiri. Dia akhirnya memberanikan diri menatap ayahnya dan berkata “Sudah cukup yang ayah lakukan selama ini. Ayah tak pernah kerja dan selalu menyusahkan ibu. Setiap hari ayah hanya nongkrong. Pengangguran. Apakah ayah tak malu pada keluarga ayah. Dan barusan juga aku melihat ayah telah membentak dan mencaci ibu. Dia itu istri ayah. Apa ayah lupa”
    "Andin, jangan diterusin lagi” potong ibunya.
    "Lihatlah yang ayah lakukan pada ibu. Ibu masih terima kah sebagai istrinya. Aku yang sebagai anaknya saja malu punya ayah seperti itu”
    “Andin !!!”. Ibunya membentak dan tatapannya berubah menjadi tatapan marah. Sementara ayahnya hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan oleh anaknya. Si gadis malah menambahai “Lihatlah apa yang dilakukan ibu. Walaupun ayah telah menyusahkannya, dia tetap membela ayah. Tidak sadarkah apa yang telah ayah perbuat. Ibu adalah wanita hebat”Ibunya hanya menunduk sambil menangis. Dia tersungkur. Si gadis kembali menatap mata ayahnya dengan tatapan penuh kebencian. “Kau itu anak seperti apa yang berani kepada orang tua. Apa yang kamu tahu tentang ayah. Ayah lebih mengenal diri ayah sendiri dari pada orang lain. Tutup saja mulutmu dan urusi saja sekolahmu”. 
    Ayah kemudian pergi meninggalkan si gadis dan ibunya. Anak gadis itu berteriak-teriak mengatakan bahwa ayahnya adalah seorang laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Tapi sang ayah tidak menggubris. Si gadis tambah emosi lagi dia melihat di wajah ayahnya tidak ada sedikitpun rasa penyesalan. Si gadis benar-benar benci kepada ayahnya. Sekali lagi si ibu terus meredakan emosi anak gadisnya. Dulu, anak gadisnya itu masih kecil dan belum terlalu mempermasalahkan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Setalah dia menginjak usia remaja, mulai banyak hal-hal yang ditentang oleh peri kecil ibunya itu. Ibunya terdiam. Dia melamun. Kemudian dia mengantarkan putrinya pulang. 
    Di sepanjang perjalanan, ibunya hanya melamun. Sampai apapun yang dikatakan oleh anaknya, ibunya tidak tahu.“Ibu kenapa. Apa ibu berpikir tentang Ayah?Ibunya hanya tersenyum. Dia tidak menjawab pernyataan anaknya. Sekali lagi dia hanya mengulum senyum.Setelah cukup lama mereka berdua hanya diam sepanjang perjalanan pulang, si ibu berhenti tiba-tiba. Si gadis keget dan bertanya ada apa. Dia melihat wajah ibunya begitu serius.
    “Kenapa bu?”
    "Ada yang perlu kamu tahu, Nak”
    Suasana berubah menegang. Si gadis menatap wajah ibunya. Ibunya mendekat dan memegang tangan anaknya kemudian berkata“Kamu jangan membenci ayahmu ya”Si gadis kaget. Kenapa ibunya bisa berkata demikian. Dia membantah itu mustahil jika sampai dia tidak membenci ayahnya yang pengangguran dan tak pernah mampu mencukupi kebutuhan keluarganya apalagi dengan wataknya yang kasar. Si gadis bersikeras bahwa ayahnya itu tidak pernah menyayanginya.
    “Ayahmu sangat menyayangimu”
    "Sayang? Apakah membentak setiap hari dan selalu berkata kasar itu yang dikatakan sebagai rasa sayang?”
    “Ibu harus mengatakan ini padamu”
    "Iya katakan saja, pasti tentang kejelekan ayah dan ibu menyesal elah menikah dengan ayah”
    "Tutup mulutmu!!”
    "Ibu keterlaluan !!”Si gadis marah. Dia melepaskan tangannya yang digenggam oleh ibunya. Dia pergi begitu saja. Dia meningalkan ibunya. Si ibu berteriak dari belakangnya“Ayahmu bekerja setiap hari”Si gadis langsung berhenti. Dia menoleh ke arah ibunya. Ibunya mendekatinya
    “Ayahmu bekerja setiap hari. Bahkan usahanya lebih giat dari apa yang kamu lihat”
    "Apa yang ibu katakan. Jangan bercanda”
    “Ibu jujur”
    'Tiap hari aku selalu melihat ayah di rumah”
    "Memang ayahmu selalu di rumah tiap kamu ada di rumah, hal itu karena dia ingin selalu melihat anak gadisnya”
    “Cukup ibu!!!”
    “Dengarkan ibu. Ayahmu sangat menyayangimu melebihi nyawanya sendiri. Tidakkah kamu ingat waktu kamu masih TK, kamu selalu diejek oleh temanmu karena sepatu dan tasmu jelek. Uang sakumu hanya sedikit. Siapa yang pertama kali menangis. Ayahmu. Dia tidak tega melihat anaknya diperlakukan seperti itu”
    "Lalu kalau memang ayah bekerja, pekerjaan apa yang meliburkan karyawannya setiap hari?”
    Ibunya mendesah. Dia mencoba mengendalikan air matanya yang hampis saja jatuh. Dia kembali memegang tangan anak gadisnya itu.
    "Ayahmu bekerja sebagai pemulung, tukang kayu dan apapun pekerjaanya akan dilakukan asalkan pada waku kamu pulang ke rumah dia sudah harus ada di rumah dan melihatmu. Dan kamu harus tahu lagi, tiap malam ayahmu ikut para nelayan mencari ikan dan pulang sebelum subuh. Coba kamu lihat tangan ayahmu begitu kasar sampai dia pun tak sanggup mengusap anak gadisnya yang sudah tumbuh cantik ini”
    Anak gadis itu hanya termenung. Dia berada diantara keadaan percaya dan tidak percaya. Dia bertanya pada ibunya apa alasan ayahnya berbuat seperti itu tanpa memberitahukannya dan malah selalu kasar padanya.
    "Ayahmu berbuat seperti itu agar kamu tidak malu dengan teman-temanmu. Dan saat temanmu main ke rumah, setidaknya masih ada ayahmu yang dapat menyambut temanmu. Dia tidak mau anaknya dikatakan sebagai anak kurang kasih sayang yang tiap hari ditinggal kerja orang tua”.
    Ibunya diam dan berdehem.. 
    “Dan alasan ayahmu berkata kasar dan tak pernah berkata lembut padamu itu karena dia tidak ingin terlihat lemah di mata putrinya. Dia ingin anaknya tumbuh sebagai anak yang bermental kuat walaupun seorang perempuan. Ayahmu sangat lembut perasaannya. Usai memarahimu, dia selalu menyesal dan menangis. Apa yang terjadi hari ini adalah kesalahan ibu, ibu berniat menceritakan yang sebenarnya padamu, tapi ayahmu melarang ibu. Ibu bersikeras, akhirnya ayahmu memarahi ibu. Apa yang terjadi hari ini adalah salah ibu”.
    Andin masih belum percaya. Tapi dia juga tak sadar bahwa ketika ibunya bercerita, air matanya menetes terus. 
    “Andin ingin membuktikannya sekarang”
    Andin berlari meninggalkan ibunya. Ternyata andin pergi ke rumah. Dia diam-diam masuk dari pintu belakang. Dia sangat kaget, dia melihat ayahnya sedang menunduk di dekat ruang tamu. Andin datang diam-diam dan dia memegang pundak ayahnya. Betapa terkejutnya saat ayahnya menoleh ke arahnya. Ayahnya menangis. Ayahnya segera menyeka air matanya. Andin memeluk ayahnya. Dia meminta maaf atas apa yang dikatakan pada ayahnya, dia sangat menyesal. Ayahnya adalah ayah terbaik baginya. Ayahnya adalah pahlawannya.
     “Andin bangga menjadi anak ayah. Maaf telah salah paham selama ini” 
    Ayahnya hanya tersenyum. Tangisan di wajahnya kini berubah menjadi sebuah tangis kebahagian. Dan pada saat itulah kali pertama ayahnya memegang rambut anaknya sejak anak gadisnya TK dan Andin melihat juga tangan ayahnya. Tangan ayahnya penuh dengan goresan-goresan dan sangat tebal. Dia menyadari bahwa selama ini dia salah. Apa yang orang tua lakukan adalah untuk kebaikan anaknya. Jadi, sebelum berkata, berpikirah terlebih dahulu adalah hal yang terbaik. Orang yang selama ini paling dibenci Andin ternyata adalah orang yang sangat menyayangi Andin. 
    Kadang, kasih sayang seorang ayah itu tidak nampak dan bahkan seolah tidak ada. Tapi walau kasih itu tak nampak, kasih itu tulus, mengalir dan keras. Orang yang pertama kali menderita saat anaknya dalam bahaya adalah ayahnya, dia akan berpikir bahwa dia gagal menjadi seorang ayah dan tak mampu melindungi keluarganya. Bersikap keras dan tegas adalah salah satu pilihan caranya untuk melindungi keluarganya. Jadi, jangan pernah salah sangka atas sikap ayah selama ini. Kasih sayang menyatu dalam ketegasan sifatnya. Itulah yang membedakan antara ayah dan ibu. Selagi orang tua masih bersama kita, jangan pernah menyiakan kasih sayangnya.

    Tangan keras itu adalah......
    Tangan yang menggendongku
    Tangan yang melindungiku
    Tangan yang penuh kasih
    Tangan untuk mencari nafkah
    Mata itu....
    Mata yang tajam dan kejam
    Mata yang penuh kewaspadaan
    Mata yang penuh kelembutan
    Perkataan itu....
    Adalah perkataan kasar
    Adalah sebuah larangan dan perintah
    Adalah sebuah petuah
    Adalah sebuah cinta
    Keringat bercucuran memerah sesuap nasi
    Ototnya mulai keluar sebagai banting tulang
    Tidurnya tak pernah nyenyak
    Ingat anak dan istriku besuk makan apa
    Sakit tak dirasa hanya demi keluarga
    Siapakah dia??
    Dia yang berjuang sekeras itu
    Bahkan kadang tak dianggap ada
    Kadang dibenci keluarga karena perangai kerasnya
    Kadang mendapat cemooh sendiri dari orang yang paling dicinta
    Tapi dia hanya diam
    Diam mendengarkan keluh keluarganya
    Dia adalah..........
    Ayah
    Pahlawan nomer satu dalam keluarga

    SHARE

    By: Catatan Tania P On: 15.00
  • Share The Gag
  • NEMU

    Tadi waktu bersih-bersih buku, tak sengaja saya nemuin sebuah draf waktu saya masih kelas satu SMP. Sesuatu bangat saat hari ini saya membacanya. Ini adalah draf tugas bahasa Jawa. Kalau tidak salah, ini adalah tugas bahasa Jawa untuk bercerita di depan kelas mengenai pengalaman yang pernah  dialami ketika SD yang memotivasi. Hehe saya enggak tahu kenapa saya memilih hal ini. Etelah saya baca, menurut saya enggak ada yang menarik. Lucu juga enggak. Adanya malah garing. Saya enggak bisa bayangin bagaimana guru bahasa jawa saya dulu menilai cerita saya. Pasti Beliau berfikir bahwa ceritaku juga tak menarik. Lebih seru ceritaku yang kejebur selokan daripada yang ini. Bener-bener kaku banget ya ternyata saya dulu cara berceritanya hehe. Nah,  sebelum saya buang draf ini, saya coba untuk tulis dulu disini dan ini dia hasilnya, cekidot.....

    Assalammu’alaikum Wr. Wb.
    Kanca-kancaku sedaya ingkang padha bagus-bagus lan podho anteng-anteng,
    Sakmeniki perlu sanget kita syukur dateng Gusti ingkang Maha Agung. Awit rahmatipun, kita sageta klebet dateng sekolah favorit. Sekolah ingkang rekaos sanget anggene mlebet. Nganti ana kakak kelas sing ora ketampo mlebet sekolah kesebut. Mula sakniki kabeh mau perlu disyukuri.
    Awit carane nyukuri rahmate Gusti kang Maha Agung iku akeh banget. Iki mung tuladha, salah sijine yaiku sekolah sing tenanan. Yen sekolah sing tenanan iku sinaune mesti ajeg lan trep lan ora mung nalika ana ulangan wae. Biasane yen sinaune pas ana ulangan, biasane sinaune mau mesti wayangan. Yen sinau wayangan, sinaune mesti nganti wengi, pungkasane malah ora mudheng, olehe munga ngantok. Kui kabeh kena dibuktine yen ora percaya, amerga kabeh mau wes nate daklakoni.
    Nalika aku isih kelas lima SD, aku sinau ora ajeg. Sinauku kerep wayangan. Kayata nalikane guruku dhawuh yen sesuk arep ulangan. Aku uwis siap. Kabeh buku lan alat tulis wis dakcepaake. Lan saktitik-titik uwes ana sing dakcicil dakwaca. Nanging aku ngawiti sinau kebengen amerga aku isih ngenaake deleng TV. Sakwisi deleng TV, sinau dakwiwiti.
    Aku awit sinau watara jam sanga bengi. Sik maca buku oleh setengah jam, mata  iki rasane uwes kaya ditutupi kain ireng. Dadine kabeh peteng ora eruh opo-opo alias keturon. Ora suwi jam setengah sewelas aku nglilir. Buku-buku lan alat tulis pada dak ringkesi lan daklebokake jero tas. Sesuke wayahe ulangan tiba tenan, nalika ulangan aku ora bisa nggarap blas. Sing daksinauni wingi bengi ora ana sing nyantol. Malah-malah nalika nggarap ulangan kui aku ngantuk. Nganti wali kelasku ngutus supaya aku enggal-enggal raup. Sakwise ulangan, banjur dicocokne. Aku ora ngira yen ulanganku salah akeh, salah telu, padahal kancaku liane akeh sing bijine satus. Saka opo sing nate daklakoni kui maeng, aku ngarep banget supaya ora dilakoni maneh dening wong liya. Lan saka cerita iki mau kena disimpulne menawa kabeh hasil sing ditampa iku awit saka usahane awakedewe kaya opo. Amerga sinaune kebengen lan wayangan, dadine ora oleh opo-opo. Yen sinau sing apik iku awite mulih sekolah lan paling wengi jam wolu. Jam semono kui sinau isih ana sing nyantol.
    Cukup semono wae opo sing isa dakcritaake. Menawa wonten kalepatane, aku ya nyuwun sepurane. Mugi-mugi manfaat.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb .

    Gimana menurut kalian, bukankah itu cerita yang garing banget ya. Hehe saya juga tak tahu dimana unsur menariknya. Ceritanya terlalu kaku dan formal kalau menurut saya. Mungkin karena masih smp jadi masih terikat oleh hal-hal yang berbau fomalitas tapi enggak apap-apa. Khan masih belajar juga. Tidak ada yang salah dalam hal belajar. Bukannya begitu ^^

    1/03/2016

    Tpoem

    By: Catatan Tania P On: 20.08
  • Share The Gag
  • Tikus
    oleh Tania Pramayuani
    Tikus gendut yang rakus
    Melahap dengan tatapan mata bengus
    Jatah singa disirgap tanpa diendus
    Karena turut nafsu bejatnya
    Apakah si tikus lupa
    Akan hakikat singa sang raja rimba
    Jasa hanya pemanis mulut
    Tak berani bertindak hanya mengikut
    Sungguh tak berhati si tikus pengecut
    Rela datang meminta tak sudi berbalas jua
    Bulunya yang kumal dan berbau sampah
    Analogi diri sesungguhnya
    Lebih mulia singa mati dengan jasanya
    Daripada tikus mati karena ulahnya

    sinopsis

    By: Catatan Tania P On: 14.48
  • Share The Gag
  • Tarian dan Budaya

    Samin adalah pemuda penyemir sepatu yang kuliah di kota. Sebagai pengembangan diri, dia mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) kesenian. Suatu hari, ada lomba tarian yang digelar di provinsi. Samin terpilih untuk mewakili kampusnya dengan menampilkan sebuah tarian tradisional dari desanya. Radit, salah satu teman Samin di UKM kesenian tidak senang dengan terpilihnya Samin. Dia menilai tarian Samin terlalu kampungan dan lebih menyukai tariannya yang modern. Dia mencari cara agar Samin tidak jadi mengikuti lomba. Pemuda kota itu, mencampurkan lem di semir sepatu Samin. Saat Samin bekerja, pelanggannya mengeluh karena sepatunya menjadi lengket dan rusak. Pelanggannya minta ganti rugi. Samin sadar bahwa sepatu itu harganya mahal dan hal ini menyebabkannya untuk mencari kerja tambahan sebagai buruh di pasar untuk mengganti rugi sepatu itu. Karena kesibukannya bertambah, Samin mengundurkan diri dari lomba. Radit pun menggantikan Samin. Seminggu sebelum lomba dimulai, Radit mengalami cidera di kaki saat latihan dam menyebabkannya tidak bisa berjalan. Samin melihat hal itu dan dia mengurut kaki Radit hingga Radit bisa berjalan. Radit terharu dan merasa bersalah. Dia mengakui kecurangannya pada Samin di depan semua teman-temannya di UKM kesenian. Ternyata Samin tidak marah, dia malah mensuport Radit untuk terus maju di lomba itu. Semua teman-teman Samin kasihan pada Samin dan membantunya untuk membayar ganti rugi. Hutang Samin pun lunas. Atas kesepakan forum, akhirnya Samin dan Raditlah yang dikirim untuk mewakili kampus. Mereka berdua saling bekerjasama memadukan tarian tradisional dengan tarian modern. Mereka menjadi sahabat. (Tania)

    Tpoem

    By: Catatan Tania P On: 14.38
  • Share The Gag
  • Keluh
    oleh Tania Pramayuani

    Pintu berdecit memilukan
    Mengena dalam kabin mata
    Angin yang menari pun enggan berhenti
    Walau cuma sedetik dijalani
    Sang mentari hanya mengintip
    Dari celah remang antara kenyataan dan kepalsuan
    Sayup irama orasi orator
    Dilema pun patokan intelek
    Padahal antara plus dan minus
    ada sama dengan di ujung mata
    Jika logika berkata sepakat
    Maka hati terpaksa terjerat
    Dalam anggan yang tiada ikat
    Satu persatu pecah
    Dalam mozaik tak berarah
    Hanya kegundahan yang tidak bercelah
    Sungguh dan sungguh
    Mulut menganga dan suara bergaung
    Menegakkan logika yang katanya,
    dari hati....
    Apakah itu sebuah kebenaran yang hakiki
    Ataukah hanya hipotesa dini
    Ah, tiada yang tahu
    Antara kebenaran logika dan hati terbuka
    Hanya diam dan merenung
    Dalam kidung malam kalut rindu
    Antara hati dan logika berkeluh
    Membela argumennya masing-masing