Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

10/08/2015

Tagged Under:

KNOWLEDGE

By: Catatan Tania P On: 02.53
  • Share The Gag


  • Bagaimanakah Perkembangan Study Islam

    Kuliah MSI pada rabu (07/10) hanya berlangsung selama satu jam. Karena kuliah pada hari ini jamnya dimajukan dikarenakan kelas KPI akan mengadakan persiapan untuk malam inagurasi mahasiswa baru. Walau berlangsung cukup singkat, namun setidaknya ada ilmu yang didapatkan. Kami melanjutkan materi minggu lalu yang masih belum tuntas tentang studi islam di barat. Studi islam di Barat dilakukan tak hanya di satu universitas saja. Contoh saja ada enam universitas yang mengkaji tentang islam. Yaitu universitas Ledein, universitas Khatolik Nijmegen,  Universitas Amsterdam, Universitas Grognigen dan Universitas Utrech. Dan program studi islam ada di fakultas sastra, teologi, sosial dan hukum. Pada mulanya kajian islam di Belanda sebelum 1950 masih mengarah ke islamnya orang Indonesia. Tapi setelah tahhun itu, Belanda lebih mengarah ke Timur Tengah.
    Kajian islam di Barat dipengaruhi oleh tiga pendekatan sebagai berikut :
    1.      Pendekatan filologis. Pendekatan ini merupakan interprestasi islam dalam gagasan dan konsep-konsep teks klasik
    2.      Pendekatan ilmiah. Pendekatan ini lebih berarah pada aturan-aturan sistematis
    3.      Fenomenologi interpretatif. Yang dimaksud disini islam merupakan suatu simbol yang sarat dengan makna
    Dari beberapa penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa belajar islam itu tak hanya terfokus pada satu negara timur tengah. Sesungghuhnya islam juga dikembangkan dan dikaji di Eropa. Bahkan banyak para intelek islam dari Eropa walaupun mereka tak memeluk islam tapi paham benar tentang ajaran islam. Intinnya jangan terlalu fanatik kepada satu negara yang mayoritas pendudukknya bukan islam. Justru disanalah kalian akan memahami bagaimana agama islam itu sebenarnya. Hakikat dari agama islam sendiri akan ditemukan disana. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Harun Nasution yang kuliah di Kanada, bahwa Beliau merasa lebih mendapatkan ilmu di Kanada tenang islam daripada di Mesir.





    Study Islam di Timur Tengah

    Di timur tengah ada beberapa universitas yang mengkaji tentang islam. Yaitu universitas Taheran di Iran. Kajian islam dilakukan di fakultas agama( kulliyat ilahiyat), ada juga universitas Imam Sadiq di Iran yang juga mengkaji seputar islam dan ilmu umum. Marshal Hudgson mengatakan dalam bukunya bahwa pemikiran islam itu ada islam, islamicate, islamidon, yakni kebudayaan islam setelah berinteraksi dengan berbagai budaya dari negeri-negeri yang kemudian disebut sebagai negara muslim.
    Di Universitas Damaskus, Syiria, studi islam ada di fakultas syariah. Di Aigarch Universitas India, Studi islam ada di dua fakultas, yaitu difakultas ushuludin yang mempelajari islam sebagai doktrin dan fakultas humaniora yang mempelajari islam dari segi sejarahnya. Di Malaysia ada Islam Internasional. Kajian islam disini berada pada fakultas ilmu kewahyuan dan ilmu kemanusiaan. Di Mesir ada Al Azhar sebelum 1950, sistem kajian disini sama dengan yang ada di IAIN. Tapi setelah itu lebih berkembang lagi hingga muncul berbagai program studi umum lainnya.  Di Al Suyut, Zarkasi dan Tahta studi islam dilakukan di fakultas ushuludin.


    Study Islam di Indonesia

    Perkembangan studi islam di Indonesia dimulai sejak islam datang kali pertama di Indonesia. Awalnya dimulai di pesantren lalu madrasah dan perguruan tinggi. Pemikiran islam modern berawal dari pemikiran islam di Timur Tengah Asia Selatan. Pada masa modern islam pasca kemerdekaan tersendat karena masalah politik. Islam baru berkembang setelah pidato Nur Cholish Madjid yang berjudul “ Islam Yes, Partai No”. Pada saat ini para pemikir islam banyak dipengaruhi oleh para pemikir barat.
    Sejarah pertamanya di Indonesia, studi islam bernama Dirasah Islamiyah. Dirasah islamiyah ini ada 3. Dirasah islamiyah I membahas tentang fiqih dan ushul fiqih. Dirasah islamiyah II membahas tentang tafsir hadist dan ilmu hadist, dan dirasah islamiyah III membahas tentang sejarah dan peradapan islam. Pada 1988 ditetapkan di IAIN tentang kurikulum  Metodologi Studi Islam (MSI). Lalu pada 1994 nama Metodologi Studi Islam direvisi menjadi Pengantar Studi Islam (PSI).
    Mukti Ali mendorong perlunya islam dikaji secara interdisipliner. Beliau meminta secara tegas pada rektor IAIN seluruh Indonesia bagaimana caranya agar islam dapat dipahami. Beliau Mengumpulkan rektor seluruh Indonesia untuk membahas persoalan ini.
    Gejala baru dalam studi islam yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pendekatan yang beragam itu dilakukan, bagaimana pengendalian dalam tradisi islam yang menimbulkan pemahaman plural polyhonic understand dan sekaligus sebagai center of exallent bagi pendidikan dan penelitian islam.
    Menurut Zuhri studi islam kontemporer berangkat dari narasi besar. Pertama studi islam tradisional yang bersumber dari islam dan yang kedua studi islam non tradisional yang bersumber dari para intelek islam. Studi islam hanya akan eksis di masa depan jika studi islam tidak dimasukkan sebagai bentuk perumusan  ideologi diskursif, tetapi sebagai studi islam yang benar-benar berangkat dari persoalan sosial masyarakat pada umumnya. Pengembangan studi islam di Indonesia masih terganggu oleh godaan ekonomi dan ideologi. (tan)

    0 komentar:

    Posting Komentar