Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

10/08/2015

Tagged Under:

Filsafat

By: Catatan Tania P On: 02.54
  • Share The Gag


  • Hal Baru yang Menyenangkan

    Filsafat itu tak ada rasanya. Adanya hanya ingin tau dan selalu penuh dengan pertanyaan.
    Filsafat itu menyenangkan. Penuh dengan tantangan dan penuh dengan pemikiran
    Filsafat itu rasional, segala sesuatu berdasarkan rasio
    Filsafat itu membingungkan tapi juga sekaligus menghipnotis bagi para kaum yang salah memahami filsafat
    Filsafat itu induk, induk dari  segala jenis ilmu
    Filsafat itu ada dalam islam

    Nah dari beberapa kalimat yang dituliskan di atas, kira-kira apa yang dapat pembaca tangkap? Mungkinkah hanya dengan membeca beberapa kalimat di atas pembaca akan merasa puas dan telah memahami filsafat?.
    Jawabannya adalah tergantung bagaimana diri pembaca. Penulis tak dapat memaksakan pembaca itu sependapat dengan kata-kata penulis. Penulis sendiri juga masih awam dengan filsafat. Apalagi bagi maba yang masih dua kali mendapat materi seputar filsafat. Rasanya masih kurang pengetahuan ini jika diajak untuk membahas masalah filsafat. Penulis tak berani. Penulis hanya menyampaikan apa yang ditangkap oleh penulis dari penjabaran-penjabaran kemarin yang sempat penulis dengar dan pahami.
    Sedikit bercerita tentang pengalaman penulis saat kali pertama menerima mata kuliah filsafat. Kali pertama penulis merasa sangat aneh dengan mata kuliah ini, apalagi di bangku SMA tak ada yang namanya pelajaran filsafat. Semua yang dipaparkan oleh dosen semuanya seperti sesuatu yang berlawanan dengan logika penulis. Rasa bingung semakin mencuak saat pembahasan semakin mengarah kepada masalah aqidah. Apalagi pada saat bersinggungan dengan islam. Saat itu, semua yang disampaikan seolah bertentangan. Apalagi sebelumnya penulis juga belum sempat membaca buku seputar filsafat. Penulis hanya diam. Tak berani bertanya. Karena dalam benak penulis berpikir ada maksud tersendiri dalam penyampaian materi yang seperti itu. Banyak diantara teman-teman sekelas yang membatah teori-teori yang disampaikan oleh dosen. Mereka juga merasa kebingungan dengan mata kuliah ini. Muncul berbagai pertanyaan mendasar dari teman-teman “ siapa aku ini dan kenapa aku hidup di dunia ini, bagaimana dunia ini tercipta”. Rasanya masih sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut jika dijawab sesuai dengan teori filsafat. Jika sebelumnya mungkin mudah menjawab pertanyaan seperti itu. Namun jawaban seorang filsuf akan jauh berbeda dan beraneka ragaman. Tergantung pemikirannya sendiri, nah inilah yang disebut dengan berfilsafat. Filsafat sendiri merupakan suatu proses berpikir yang sesuai dengan logika. Filsafat berasal dari dua kata. Philo dan shopia. Philo beratyi cinta dan shopia berarti kebijkasannan. Disini yang dimaksud filsafat adalah cinta akan kebijaksanaan, kebijaksanaan. Kebijaksanaan yang bagaimana dan cinta yang bagaimna? Hal ini yang akan dijawab oleg seorang filsuf. Saat sebuah pengetahuan empiris tak dapat memecahkan suatu masalah, maka logikalah yang akan bermain.
    Membahas masalah filsafat tak cukup hanya dua atau sepuluh jam, seorang filsafat saja merumuskan sebuah teori kebenaran sampai berjuta-jata tahun. Mungkinkah kita hanya merumuskan teori kebenaran hanya berjam-jam? Rasanya tak mungkin. Saat kemarin (04/10) mahasiswa KPI ( Komunikasi Penyiaran Islam) berdiskusi masalah filsafat bersama dengan kakak tingkat dari jurusan filsafat agama, tak menemukan sebuah solusi. Diskusi masih belum selesai dan kami yang backgroundnya tak paham akan filsaftat, mayoritas diam daan hanya mengamati apa yang disampaikan oleh kakak tingkat kami. Ini adalah sebuah proses yang masih perlu dilanjutkan supaya tak hanya anak filsafat saja yang mengerti tentang filsafat itu. kesan yang kami dapat saat itu adalah rasa ingin tau yang semakin besar seteleh diadakannya forum keliling dengan anak filsafat. Dari sinilah, sedikit cakrawala baru dibuka. Dan dari sini dapat penulis pahami bahwa tak serta merta pemahaman itu diperoleh dalam kelas, dalam forum-forum diskusi ekstra kelas juga sangat membantu dalam hal menambah pengetahuan. (tan)

    0 komentar:

    Posting Komentar