Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

10/08/2015

Tagged Under:

Niat

By: Catatan Tania P On: 02.59
  • Share The Gag


  • Niat Adalah Hakikat Segalanya

    Saat semuanya seolah hilang dan hanya banyang semu yang tereflesi dalam kacamataku, dirimu lenyap. Saat semuanya terlihat nyata dan sangat dekat denganku, dirimu ada. Apakah hakikat dari semua ini?. Penantian yang lama yang tak berujung membuat seorang merasa lelah akan waktu yang tak pernah berpihak padanya. Tapi mungkinkah waktu dapat disalahkan. Waktu itu diam, tapi manusialah yang bergerak. Saat yang terjadi tak sesuai dengan apa yang dikehandakinya, hatinya akan merasa tak nyaman. Pikirannya akan berusaha untuk mencari sebuah pemecahan masalah. Tapi berhakkah manusia itu berkendak?. Bukankah segala sesuatu yang ada itu berdasarkan kehendak Allah SWT. Jawabannya adalah iya. Segal sesuatu yang ada itu adalah berdasarkan ketentuan Allah dan semua itu sudah tertulis dalam Lauhul Mahfudz. Tapi sesuatu itu dapat dirubah dengan doa. Kekuatan doa itu sangat besar. Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba-hambanya. Jika doa itu tak terkabulkan sekarang maka doa itu akan terkabulkan nanti. Yang penting adalah berdoa dulu, masalah dikabulkan atau tidaknya itu adalah urusan Allah SWT.
    Semua yang terlihat begitu indah dan menyenangkan kadang menipu. Seperti dunia ini yang hakikatnya juga menipu. Menipu yang bagaimana? Menipu bagi mereka yang tak dengan sadar melakukan segala sesuatu dan hanya asal-asalan saja. Taukah kalian bahwa segala sesuatu yang dilakukan dengan niat itu akan jauh lebih nyaman dan tenang daripada melakukan sesuatu yang hannya asal-asalan. Apa-apa yang didapatkan manunsia itu adalah sesuai dengan niatnya. Jika niatnya baik maka akan dapat sebuah kebaikan juga dan jika niatnya jelek, maka akan dapat sebuah kejelekan juga.
    Bagaimana cara menyikapi sesuatu yang dianggap susah untuk dikendalikan itu. apalagi masalahnya adalah seputar niat. Jika kita berbicara Konteks niat akan jauh dari kata sempurna saat kita membahas tentang penyelesainnya. Kenapa? Kerena niat itu sifatnya relatif dan hanya masing-masing individu yang dapat menentukan niatnya sendiri. Saat ada pengarahan tentang cara bagaimana menata niat yang benar, akankah pelatihan itu sukses jika niat sudah benar. Lantas bagaimana parameter pengukuran niat yang benar itu? tidak bisa diukur, hanya hati yang dapat mengukur tingkat niat seseorang itu. sebelum melangkah ke jalan yang lebih spesifik lagi, cobalah untuk mengidentifikasi bagaimana niat yang ada dalam hatimu sekarang ini? Apakah sudah benar atau belum coba dianalisis. Sesuatu yang datang walau kadang tak menyenangkan, terasa sesak di dada dan apa-apa yang datang walau itu menyenangkan dan terasa terbang ke udara hakikatnya adalah pemberian. Semua itu akan terasa tak bersekat saat niat yang kita miliki itu benar. Dan diri dapat membedakan mana antar hal yang prlu dan hal yang tak perlu.(tan)

    0 komentar:

    Posting Komentar