Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

10/22/2015

Tagged Under:

NEWS

By: Catatan Tania P On: 02.36
  • Share The Gag
  • Selenggarakan Festival Menulis, Masyarkat Kurang Apresiasi


    Tulungagung- Sabtu (10/10) di Universitas Tulungagung diselenggarakan Festival Bonorowo Menulis (FBM) oleh Sanggar Kepenulisan Pena Ananda. Acara kali pertama dibuka pada Jum’at ( 09/10) sampai Minggu (11/10). Festival yang melibatkan beberapa komunitas literasi di Jawa ini diikuti oleh dua belas stan. Masing-masing stan menampilkan persembahan yang berbeda. Tak hanya diikuti oleh komunitas literasi, komunitas selain literasi pun diperbolehkan mengikuti stan FBM. Acara dimulai pada 08.00 wib-17.00. Nikita, salah satu relawan dalam FBM menuturkan bahwa tujuan utama dalam penyelenggaraan FBM adalah menumbuhkan semangat literasi di masyarakat, khususnya masyarakat Tulungagung.
    Salah satu stan dalam festival ini  adalah stan dari Api Bandung. Sesuai dengan namanya, komunitas literasi ini berasal dari Bandung. Galih, mahasiswa semester lima dari Bandung yang mempresentasikan stannya mengungkapkan perasaan kecewanya karena kurangnya minat baca masyarkat Tulungagung. Pasalnya sejak hari pertama pembukaan sampai dengan hari kedua, FBM masih sepi. “Jika festival seperti ini diadakan di Bandung, tentu akan sangat ramai. Pengunjung  berdesak-desakkan ditiap-tiap stan. Bahkan sampai antusiasnya, stan pun dapat disewakan saat festival” jelas Galih. Salah satu pengunjung, Marvica, mahasiswa IAIN Tulungagung pun juga menyatakan keheranannya akan festival yang sepi.
    Kendati FBM tak seramai festival literasi di Bandung, festival ini merupakan sebuah aprisiasi besar terhadap  leterasi dan merupakan kemajuan besar di Tulungagung. Hal senada juga diungkapkan oleh Leli Mei, selah satu pendiri komunitas Api Bandung. Leli Mei menjelaskan bahwa hal seperti ini perlu dihargai dan kota lain patut meniru kegiatan ini. “ Literasi itu tak hanya selalu dengan menulis, dalam literasi harus ada kemasannya. Misalnya pengaplikasian literasi dalam sebuah lagu. Nantinya tak hanya buku yang dihasilkan, pengetahuan dan sastra pun juga merupakan produk literasi” jlentreh Leli Mei, yang pada hari ini, Sabtu (10/10) pada 13.00 wib akan bermonolog tentang Inggit istri Soekarno. Beliau juga menyarankan seharusnya dalam FBM ada suatu human interestnya, misal mengundang sebuah band kondang. Tentu masyarkat akan berbondong-bondong datang ke FBM. Walaupun niat awal adalah menyaksikan band kondang tersebut, setidaknya mereka akan tahu bagaimana FBM itu dan apa yang dipresentasikan masing-masing stan. Minat literasi akan tumbuh berproses dari hal ini.
    Tempat komunitas Api Bandung berkumpul adalah di Musium Confersi Asia Bandung. Model dalam kajian yang ada di Musium Confersi Asia-Afrika Bandung ini adalah model tadarus. Anggota tak membatasi usia. Mereka membaca buku bergantian, kemudian akan ada pembahasan tentang buku yang baru dibaca. Setelah itu, akan ada pengaplikasian dalam bentuk lagu. Salah satu hasil karya komintas Api Bandung adalah sebuah buku karya Adew Habsta. Sedangkan model kajian literasi di Sanggar Kepenulisan Pena Ananda yang ada di Desa Bangoan, Tulungagung adalah latihan kepenulisan yang diadakan setiap Sabtu. Sebenarnya ada kelas kursus menulis juga. “ Kalau yang kursus menulis itu harus membuat grup dulu. Masing-masing grup terdiri dari lima orang. Dan ada biaya tambahan juga. Tapi untuk latihan kepenulisan tiap Sabtu itu gratis” ungkap Nikita, salah satu putri dari pendiri Kepenulisan Sanggar Ananda. Di  kajian literasi Tulungagung pun juga menghasilkan beberapa buku yang berupa antalogi puisi dan cerpen dari para anggotanya. (tan)



    0 komentar:

    Posting Komentar