Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

10/08/2015

Tagged Under:

Amazed

By: Catatan Tania P On: 03.04
  • Share The Gag


  • AMAZED


    Semua orang tak melihat kelebihannya, mereka membicarakan dan menyanjung kawan sebelahnya. Memang benar bajunya kumal, rambunya saat kali pertama aku tahu  tak tertata rapi. Tapi saat itu pula aku sudah kagum padanya. Dia adalah sosok yang menurutku penuh dengan misteri saat itu. persepsi awal saat tahu tentang dirinya, aku perpikir bahwa dia bukanlah seorang mahasiswa. Dari caranya berbicara, caranya berjalan dan apalagi caranya berpenampilan sudah berbeda dibanding dengan mahasiswa lainnya yang terlihat rapi dan berstyle. Dia terlihat dewasa. Perawakan yang tak begitu tinggi dan tak begitu gemuk, membuatnya terlihat sama seperti mahasiswa yang lain. Tapi pemikirannya itu yang sungguh super sekali apalagi saat aku tahu ternyata dia juga seorang penulis, kekagumanku pun bertambah. Aku merasa ingin dibimbing, aku ingin sepertinya. Pintar berbica di muka umum, lihai mengolah kata, tulisan yang berbobot dan kebersahajaannya dalam bersosialisasi dan perpenampilan itulah menjadi nilai plus dimataku. Seolah tak ada yang tahu kalau dia itu berpotensi. Baru-baru ini saja setelah lebih dari satu bulan menjadi mahasiswa, banyak para maba yang tahu tentang dirinya dan pemikiran supernya. Banyak para mahasiswa yang kagum dengannya, apalagi aku yang telah mengetahui sedikit tentangnya semakin bertambah kekegumanku padanya.
    Tak disangka pula setiap ada forum yang aku ikuti, dia juga ada disitu. Aku tak menyangka jika akan sering bertemu dengannya. Tapi jika pertemuan itu aku harapkan, maka peluang bertemunya adalah nol. Jika tak diharapkan dan tak direncakanan maka frekuensi bertemu akan semakin sering. Setiap forum yang aku ikuti bersamanya, dia selalu yang jadi centrel of point. Entah darimana pengetahuan seluas itu dia dapatkan, dan cara penyampaiannya yang efektif membuatku semakin termotivasi ingin sepertinya, saling kenal dan berdiskusi dengannya. Tapi masalahnya adalah satu, pada diriku sendiri. Aku masih tertutup dan kurang sosialisasi. Apalagi dengan orang intelek sepertinya. Rasa minder selalu datang bersamaan dengan rasa keingintahuan. Satu kesempatan telah aku lewatkan adalah pada saat  forum diskusi dengannya, aku tak tanya sesuatu yang aku belum pahami. Padahal situasinya saat itu sedang mendukung. Dia dulu juga sudah mencoba membuka pembicaraan denganku. Tapi entah kenapa aku masih canggung jika perbicara dengannya. Aku takut padahal sangat ingin. Aku berharap Tuhan segera memberikan kesempatn padaku untuk berdiskusi dengannya lagi. Aku ingin tahu lebih lanjut tentangnya dan saling berbagi dengannya. Tapi aku sering tak melihatnya datang ke kampus, aku berfikir bahwa dia itu sibuk. Waktunya baginya seperti sesuatu yang sangat penting. Saat selesai acara diskusi ada acara refhresing dia juga tak ikut, dari situ aku tahu bahwa menejemen waktunya sangat baik. Disamping aktif di organisasi dia juga aktif di manapun. Aku tak tahu sampai sebatas mana kekagumanku ini, tapi yang aku tau kekagumanku ini tiap hari tiap bertambah entah jika suatu saat nanti akan jadi kata yang berbeda aku juga tidak tahu.

    0 komentar:

    Posting Komentar