AMAZED
Semua
orang tak melihat kelebihannya, mereka membicarakan dan menyanjung kawan
sebelahnya. Memang benar bajunya kumal, rambunya saat kali pertama aku
tahu tak tertata rapi. Tapi saat itu
pula aku sudah kagum padanya. Dia adalah sosok yang menurutku penuh dengan
misteri saat itu. persepsi awal saat tahu tentang dirinya, aku perpikir bahwa
dia bukanlah seorang mahasiswa. Dari caranya berbicara, caranya berjalan dan
apalagi caranya berpenampilan sudah berbeda dibanding dengan mahasiswa lainnya
yang terlihat rapi dan berstyle. Dia terlihat dewasa. Perawakan yang tak
begitu tinggi dan tak begitu gemuk, membuatnya terlihat sama seperti mahasiswa
yang lain. Tapi pemikirannya itu yang sungguh super sekali apalagi saat aku
tahu ternyata dia juga seorang penulis, kekagumanku pun bertambah. Aku merasa
ingin dibimbing, aku ingin sepertinya. Pintar berbica di muka umum, lihai
mengolah kata, tulisan yang berbobot dan kebersahajaannya dalam bersosialisasi
dan perpenampilan itulah menjadi nilai plus dimataku. Seolah tak ada yang tahu
kalau dia itu berpotensi. Baru-baru ini saja setelah lebih dari satu bulan
menjadi mahasiswa, banyak para maba yang tahu tentang dirinya dan pemikiran
supernya. Banyak para mahasiswa yang kagum dengannya, apalagi aku yang telah mengetahui
sedikit tentangnya semakin bertambah kekegumanku padanya.
Tak
disangka pula setiap ada forum yang aku ikuti, dia juga ada disitu. Aku tak
menyangka jika akan sering bertemu dengannya. Tapi jika pertemuan itu aku
harapkan, maka peluang bertemunya adalah nol. Jika tak diharapkan dan tak
direncakanan maka frekuensi bertemu akan semakin sering. Setiap forum yang aku
ikuti bersamanya, dia selalu yang jadi centrel of point. Entah darimana
pengetahuan seluas itu dia dapatkan, dan cara penyampaiannya yang efektif
membuatku semakin termotivasi ingin sepertinya, saling kenal dan berdiskusi
dengannya. Tapi masalahnya adalah satu, pada diriku sendiri. Aku masih tertutup
dan kurang sosialisasi. Apalagi dengan orang intelek sepertinya. Rasa minder
selalu datang bersamaan dengan rasa keingintahuan. Satu kesempatan telah aku
lewatkan adalah pada saat forum diskusi
dengannya, aku tak tanya sesuatu yang aku belum pahami. Padahal situasinya saat
itu sedang mendukung. Dia dulu juga sudah mencoba membuka pembicaraan denganku.
Tapi entah kenapa aku masih canggung jika perbicara dengannya. Aku takut
padahal sangat ingin. Aku berharap Tuhan segera memberikan kesempatn padaku
untuk berdiskusi dengannya lagi. Aku ingin tahu lebih lanjut tentangnya dan
saling berbagi dengannya. Tapi aku sering tak melihatnya datang ke kampus, aku
berfikir bahwa dia itu sibuk. Waktunya baginya seperti sesuatu yang sangat
penting. Saat selesai acara diskusi ada acara refhresing dia juga tak ikut,
dari situ aku tahu bahwa menejemen waktunya sangat baik. Disamping aktif di
organisasi dia juga aktif di manapun. Aku tak tahu sampai sebatas mana
kekagumanku ini, tapi yang aku tau kekagumanku ini tiap hari tiap bertambah
entah jika suatu saat nanti akan jadi kata yang berbeda aku juga tidak tahu.

0 komentar:
Posting Komentar