Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

10/08/2015

Tagged Under:

Qolbun

By: Catatan Tania P On: 02.58
  • Share The Gag


  • Hati Wanita

    Apakah kalian tahu bagaimana hati seorang wanita itu? tahukah kalian bahwa hati wanita lebih lembut daripada sebuah sutra. Jika sutra masih berserat, maka hati wanita itu tak berserat. Lalu apakah hati seorang laki-laki itu tidak lembut? Bukan seperti itu cara berfikirnya. Wanita itu lebih sensitif jika dibandingkan dengan laki-laki. Sepintar-pintarnya wanita, masih lebih pintar seorang laki-laki. Wanita memiliki tingkat kesensitifaan dan emosional yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan laki-laki. Sedangkan laki-laki memiliki tingkat logika yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan wanita. Maka dari itu, jangan sekali kalinya kalian menyakiti kaum hawa. Coba bagi kaum adam apa yang kalian rasakan jika kalian menyakiti ibu kalian. Bukankah ibu kalian itu juga seorang wanita. Seorang wanita pantas untuk dihargai dan diakui keberadaannya. Tanpa wanita, tak ada orang yang lahir. Wanita juga ibu.
    Saat pertama kali seorang wanita mengenal laki-laki yang dia suka, dia akan merasa salah tingkah saat bertemu dengannya. Malu ingin menjauh, malu jika berdekatan dengannya. Apalagi kenal saja juga masih sebatas forum kemarin, yang baru saja sekali diikutinya. Sulit dianalisis apakah wanita itu benar-benar jatuh cinta pada seseorang hanya dengan sekali kenal saja. Karena jawabannya adalah relatif, jika memang jodoh mungkin sekali kenal bisa langsung cinta dan melaksanakan sunnahtullah. Tapi jika belum berjodoh mungkin akan berkali-kali merasa chrush dengan orang lain dan berkali kali pula akan merasa bosan dengan itu. ini yang dikatakan bahwa pandangan yang digunakan saat melihat kali pertama adalah nafsu. Nafsu kadang mengendalikan kita, tapi ingat jangan sampai kita dikendalikan oleh nafsu. Memang menurut penjelasan pak Kyai saya dulu nafsu wanita itu lebih besar jika dibandingkan nafsu pria, tapi ingat walaupun begitu, para hawa juga harus berusaha untuk mengendalikan nafsu itu.
    Kadang pandangan dan kedekatan yang dilakukan oleh para kaum adam pada kaum hawa hanyalah sebuah simbolis pertemanan biasa. Tapi apakah kaum adam mengerti bahwa penafsiran kaum hawa itu beda-beda. Karena kodratnya emosional wanita itu lebih besar, maka mereka akan menganggap bahwa mereka benar-benar serius kepadanya. Mereka mencintainya. Kedekatan dan ta’arufan semakin berlanjut. Bagi kaum adam membicarakan masalah pernikahan adalah hal yang biasa tapi bagi kaum hawa yang mendengarnya akan dianggap sebuah keseriusan. Apa-apa yang ditangkap oleh kaum hawa akan dimasukkan ke dalam hati, baru ke logika. Itulah sebabnya kenapa hati wanita itu lembut. Sekedar untuk introkspeksi diri, jangan mendekati wanita dan membicarakan masalah future bersamanya jika niatnya hanya untuk mempermainkan perasaannya saja. Memang kadang mereka tak mau dipersalahkan karena menurut mereka mereka tak ada niat untuk mempermainkan, mereka hanya beragument untuk meminta pendapat. Tapi apakah kalian tahu bahwa hati wanita kadang sudah banjir dengan air mata atas penuturan-penuturan itu. cobalah mengerti sedikit saja. Jangan dekati jika hanya untuk kesangsian, jika mendekat langsung saja kepada niat awalnya dan coba jelaskan baik-baik. Mungkin kaum hawa akan mengerti. Dan ingat juga, bahwa kaum hawa itu lembut. Jadi jelaskan dengan penuh kelembutan. Mereka cinta kedewasaan. Jadi bersikaplah dewasa. (tan)

    0 komentar:

    Posting Komentar