Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

Setiap hari adalah pelajaran dan ilmu

اهلا وسهلا

"Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani dan badai hati. inilah badai dalam menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat" Ahmad Fuadi

4/15/2017

Tagged Under:

STORY

By: Catatan Tania P On: 02.29
  • Share The Gag
  • Warna Sosialisasi Jurusan


    Sabtu, tepatnya tanggal 15 April 2015, sebagian mahasiswa KPI (Komunikasi Penyiaran Islam) sosialisasi jurusan beserta lomba menulis yang akan diadakan pada tanggal 25 April nanti kepada siswa-siswi SMA/MA/SMK se Tulungagung. Lomba menulis cerpen ini nantinya akan diadakan sebelum acara inti, yaitu dua  hari sebelum Bedah Film dan Talkshow Asma Nadia. hal ini dimaksudkan untuk memotivasi para generasi muda agar tidak takut menulis sekaligus mengenalkan kepada mereka bahwa menulis itu menyenangkan dan menulis merupakan bagian dari hidup.
    Sebelumnya, surat perijinan sosialisasi sudah diantar ke sekolah yang bersangkutan dua hari sebelum hari-H. Dan hari ini merupakan jadwal mengantar surat perijinan sosialisasi di SMA/MA. Memang jika dibilang telat, memang benar. Tapi daripada tidak sama sekali khan lebih baik mencoba. Hehe. Oh iya, bloggers, maaf ya, dalam postigan penulis ini, santai saja ya sifatnya. Begitu juga dengan bahasanya. penulis juga pakai yang santai. Okay siip.
    Acara sosialisasi dan pengantar perijinan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, tapi yaa seperti yang kita kira kalau kita punya budaya jam karet. Akhirnya mulainya jam sembilan. Setelah itu, kami dibagi menjadi beberapa tim, penulis kebagian yang sosialisasi dan beberapa teman penulis yang lain kebagian mengantar surat perizinan di SMA/MA se-Tulungagung. Penulis pun juga molor datangnya, hehe makhlum sibuk di rumah.
    Sasaran yang penulis tuju adalah SMK 2 Muhamadiyah, SMK Islam Al Khoiriyah dan SMAN Kalidawir. Pada sekolah yang pertama ini semuanya lancar. Alhamdulillah walau menunggu cukup lama tapi akhirnya tetap tepat sasaran juga dan penulis beserta teman penulis, Regita dapat menyampaikan secara langsung maksud kedatangan kami ke sekolah tersebut kepada siswanya.
    Kami pulang dari SMK 2 Muhammadiyah kurang lebih sekitara pukul 10.30, karena selain ngobrol bareng siswanya, ternyata beberapa guru juga tertarik untuk face to face dengan kami, akhirnya waktu kami jadi molor. Tapi tidak apa-apa yang penting sama-sama berbagi. Kemudian kami melanjutkan ke SMK Islam Al Khoiriyah, disana tim sosialisasi dibagi dua, penulis kebagian di lantai atas, dan dua orang teman penulis kebagian di lantai bawah. Respon mereka cukup baik bahkan ada yang sampai memvidio sekaligus mencuri-curi foto penulis. Hehe iya sih penulis dan teman-teman penulis pura-pura sok tidak tau dan tetap ngomong gitu.
    Setelah itu penulis bersama tiga orang teman penulis meluncur menuju SMAN Kalidawir. Semua orang yang berangkat kesana sama-sama tidak ada yang tau persis letaknya. Akhirnya kami mengandalkan bantuan GPS. Awalnya penulis kira lokasi yang kami tuju dekat, ternyata lokasinya lumayan jauh. Dan kami prediksi siswa SMA pulang jam tiga, sehingga kami berpikir akan cukup waktu untuk kesana.
    Satu jam lebih kami berjalan tetap tidak sampai juga. Semakin lama, jalur yang ditunjukkan oleh GPS menuju ke arah dataran tinggi. Ya walaupun begitu tetap penulis ikuti. Sampailah pada tanjakan yang cukup tinggi dengan tikungan kimiringan kurang lebih 55 derajat. Saat itu bukan penulis yang kebagian meyetir, penulis bagian mencari lokasi di GPS. Awalnya penulis kira, teman penulis, Regita tau tanpa penulis beritahu kalau sekolah yang dituju itu sebelah kiri jalan, dan memang dari jauh sudah kelihatan. Tapi pas sampai di depan sekolah, Regita malah menambah gasnya dan terus naik sampai lima ratus meter dari lokasi sekolah. Penulis tidak berani memberitahu kalau sudah melewati sekolah yang dituju, masalahnya, medannya tidak memungkinkan untuk menengok atau berbicara walau sedikitpun jika belum terbiasa di jalan seperti itu, akhirnya setelah jalan lumayan tak menanjak lagi, penulis memberi tahu bahwa sekolah yang kita tuju ada di bawah sana. Spontan, kami semua heran sekaligus tertawa karena telah melewati lokasi. Anehnya, dua orang teman penulis juga, Laili dan Yaya juga ikut-ikutan salah. Dan akhirnya si Regita dan Laili turun naik motor, sementara penulis dan Yaya turun jalan kaki.
    Perjalanan menuju lokasi telah berakhir dan sampai pada tahap kita mengantarkan undangan ke sekolah. Setalah lumayan lama kita istirahat, penulis dan regita masuk ke kantor kepala sekolah. Dan hal yang membuat kami cukup kecewa adalah, setengah jam lagi seluruh siswanya akan pulang. Seketika rasa letih itu semakin bertambah karena jauh-jauh datang ternyata kami tidak bisa menemui siswanya. Akhirnya sosialisasi ditunda pada hari senin lusa. Ya walaupun demikian, panorama indah sekitar membuat kami semua cukup bahagia. Dimana lagi da kapan lagi ini semua dapat kami lakukan dan alami jika tidak saat ini. Pelajaran bermanfaat dari perjalan penulis dan teman-teman penulis kali ini adalah bahwa segala sesuatu kadang tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan walaupun kita telah mengaturnya baik-baik. Hanya Allah lah pemilik segala keputusan dan ketetapan. Dan kita sebagai makhluknya hanya berusaha. Tetap semangat untuk berdakwah di jalan manapun yang kita bisa. seperti halnya pelangi, dalam dakwah selalu ada warna tersendiri begitu pula dengan cerita hari ini, entah cerita-cerita mana lagi yang akan penulis posting dan semoga dapat memberi manfaat postinga penulis.

    0 komentar:

    Posting Komentar