Warna Sosialisasi Jurusan
Sabtu, tepatnya tanggal
15 April 2015, sebagian mahasiswa KPI (Komunikasi Penyiaran Islam) sosialisasi
jurusan beserta lomba menulis yang akan diadakan pada tanggal 25 April nanti
kepada siswa-siswi SMA/MA/SMK se Tulungagung. Lomba menulis cerpen ini nantinya
akan diadakan sebelum acara inti, yaitu dua hari sebelum Bedah Film dan
Talkshow Asma Nadia. hal ini dimaksudkan untuk memotivasi para generasi muda
agar tidak takut menulis sekaligus mengenalkan kepada mereka bahwa menulis itu
menyenangkan dan menulis merupakan bagian dari hidup.
Sebelumnya, surat
perijinan sosialisasi sudah diantar ke sekolah yang bersangkutan dua hari
sebelum hari-H. Dan hari ini merupakan jadwal mengantar surat perijinan
sosialisasi di SMA/MA. Memang jika dibilang telat, memang benar. Tapi daripada
tidak sama sekali khan lebih baik mencoba. Hehe. Oh iya, bloggers, maaf ya,
dalam postigan penulis ini, santai saja ya sifatnya. Begitu juga dengan
bahasanya. penulis juga pakai yang santai. Okay siip.
Acara sosialisasi dan
pengantar perijinan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, tapi yaa seperti yang kita
kira kalau kita punya budaya jam karet. Akhirnya mulainya jam sembilan. Setelah
itu, kami dibagi menjadi beberapa tim, penulis kebagian yang sosialisasi dan
beberapa teman penulis yang lain kebagian mengantar surat perizinan di SMA/MA
se-Tulungagung. Penulis pun juga molor datangnya, hehe makhlum sibuk di rumah.
Sasaran yang penulis
tuju adalah SMK 2 Muhamadiyah, SMK Islam Al Khoiriyah dan SMAN Kalidawir. Pada sekolah
yang pertama ini semuanya lancar. Alhamdulillah walau menunggu cukup lama tapi
akhirnya tetap tepat sasaran juga dan penulis beserta teman penulis, Regita
dapat menyampaikan secara langsung maksud kedatangan kami ke sekolah tersebut
kepada siswanya.
Kami pulang dari SMK 2
Muhammadiyah kurang lebih sekitara pukul 10.30, karena selain ngobrol bareng
siswanya, ternyata beberapa guru juga tertarik untuk face to face dengan kami, akhirnya waktu kami
jadi molor. Tapi tidak apa-apa yang penting sama-sama berbagi. Kemudian kami
melanjutkan ke SMK Islam Al Khoiriyah, disana tim sosialisasi dibagi dua,
penulis kebagian di lantai atas, dan dua orang teman penulis kebagian di lantai
bawah. Respon mereka cukup baik bahkan ada yang sampai memvidio sekaligus
mencuri-curi foto penulis. Hehe iya sih penulis dan teman-teman penulis
pura-pura sok tidak tau dan tetap ngomong gitu.
Setelah itu penulis
bersama tiga orang teman penulis meluncur menuju SMAN Kalidawir. Semua orang
yang berangkat kesana sama-sama tidak ada yang tau persis letaknya. Akhirnya kami
mengandalkan bantuan GPS. Awalnya penulis kira lokasi yang kami tuju dekat,
ternyata lokasinya lumayan jauh. Dan kami prediksi siswa SMA pulang jam tiga,
sehingga kami berpikir akan cukup waktu untuk kesana.
Satu jam lebih kami
berjalan tetap tidak sampai juga. Semakin lama, jalur yang ditunjukkan oleh GPS
menuju ke arah dataran tinggi. Ya walaupun begitu tetap penulis ikuti. Sampailah
pada tanjakan yang cukup tinggi dengan tikungan kimiringan kurang lebih 55
derajat. Saat itu bukan penulis yang kebagian meyetir, penulis bagian mencari
lokasi di GPS. Awalnya penulis kira, teman penulis, Regita tau tanpa penulis
beritahu kalau sekolah yang dituju itu sebelah kiri jalan, dan memang dari jauh
sudah kelihatan. Tapi pas sampai di depan sekolah, Regita malah menambah gasnya
dan terus naik sampai lima ratus meter dari lokasi sekolah. Penulis tidak
berani memberitahu kalau sudah melewati sekolah yang dituju, masalahnya,
medannya tidak memungkinkan untuk menengok atau berbicara walau sedikitpun jika
belum terbiasa di jalan seperti itu, akhirnya setelah jalan lumayan tak
menanjak lagi, penulis memberi tahu bahwa sekolah yang kita tuju ada di bawah
sana. Spontan, kami semua heran sekaligus tertawa karena telah melewati lokasi.
Anehnya, dua orang teman penulis juga, Laili dan Yaya juga ikut-ikutan salah. Dan
akhirnya si Regita dan Laili turun naik motor, sementara penulis dan Yaya turun
jalan kaki.
Perjalanan menuju lokasi
telah berakhir dan sampai pada tahap kita mengantarkan undangan ke sekolah. Setalah
lumayan lama kita istirahat, penulis dan regita masuk ke kantor kepala sekolah.
Dan hal yang membuat kami cukup kecewa adalah, setengah jam lagi seluruh
siswanya akan pulang. Seketika rasa letih itu semakin bertambah karena jauh-jauh
datang ternyata kami tidak bisa menemui siswanya. Akhirnya sosialisasi ditunda
pada hari senin lusa. Ya walaupun demikian, panorama indah sekitar membuat kami
semua cukup bahagia. Dimana lagi da kapan lagi ini semua dapat kami lakukan dan
alami jika tidak saat ini. Pelajaran bermanfaat dari perjalan penulis dan
teman-teman penulis kali ini adalah bahwa segala sesuatu kadang tidak sesuai
dengan apa yang kita rencanakan walaupun kita telah mengaturnya baik-baik. Hanya
Allah lah pemilik segala keputusan dan ketetapan. Dan kita sebagai makhluknya
hanya berusaha. Tetap semangat untuk berdakwah di jalan manapun yang kita bisa. seperti halnya pelangi, dalam dakwah selalu ada warna tersendiri begitu pula dengan cerita hari ini, entah cerita-cerita mana lagi yang akan penulis posting dan semoga dapat memberi manfaat postinga penulis.
0 komentar:
Posting Komentar